alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Ambil Barang Bukti Tilang Kini Bisa Lewat Pos

TABANAN, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mengembangkan layanannya terkait pembayaran denda dan pengambilan barang bukti dalam proses tilang.

Khususnya bagi pelanggar yang perkara lalu lintasnya sudah diputus pengadilan, namun berhalangan mengambil berkas dan barang bukti kendaraannya ke kejaksaan.

Pengembangan layanan ini dinamakan Sitarpos atau Sistem Tilang Antarpos. Sesuai namanya, layanan ini dikerjasamakan dengan Kantor Pos Tabanan. Layanan ini diluncurkan Senin (12/7).

Peluncurannya ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tabanan Ni Made Herawati dan Kepala Kantor Pos Tabanan Furkan.

Kepala Seksi Pidana Umum atau Kasipidum Kajari Tabanan, Dewa Gede Putra Awatara, menjelaskan Sitarpos merupakan bentuk pengembangan dari sejumlah layanan telah ada.

“Tujuannya mempermudah masyarakat melakukan pembayaran denda dan pengambilan barang bukti. Baik itu surat-surat dan kendaraan setelah ada putusan sidang,” jelas Awatara.

Layanan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak bisa datang langsung ke Kejari untuk mengambil barang bukti. Karena barang bukti tinggal diantarkan petugas Pos ke rumah masyarakat.

“Terlebih di saat sekarang. Di saat situasi pandemi Covid-19. Masyarakat bisa stay at home,” imbuhnya.

Alurnya, sambung dia, datang ke kantor Pos tau menghubungi hotline Sitapos : 0818582100 atau 08990460484. Lewat hotline tersebut, masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai besaran denda dan biaya pengantaran.

Ada dua opsi pembayara. Membayar langsung lewat Pos atau lewat e-tilang atau teller BRI. Begitu pembayaran denda telah terkonfrmasi, petugas Pos akan mengambil barang bukti ke Kejari. Dan kurang lebih selama tiga hari, barang bukti sampai di rumah.

Dijelaskannya, biaya Sitarpos untuk wilayah Tabanan sebesar Rp 7 ribu. Ditambah lagi dengan administrasi sebesar Rp 1.500. Itu hanya untuk barang bukti surat-surat kendaraan saja.

Di luar Tabanan, terkecuali Buleleng, biayanya Rp 8 ribu ditambah biaya administrasi sebesar Rp 1.500.

“Untuk itu (pengiriman kendaraan) tergantung permintaan. Tentu ada biayanya yang disepakati dengan pos. Kalo selama surat-surat untuk wilayah Tabanan hanya biaya dan administrasi saja,” jelas Awatara yang didampingi Kepala Kantor Pos Tabanan, Furkan.

Awatara juga menambahkan, Sitapos ini juga untuk meminimalkan tunggakan denda sehingga menjadi temuan. Sehingga, Sitarpos ini juga akan tetap diberlakukan kendati pandemi Covid-19 mereda. Karena ditujukan untuk memberikan kemudahan pelayanan. Di samping layanan yang sudah ada, yakni Sistem Tilang Keliling atau Sitiling. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mengembangkan layanannya terkait pembayaran denda dan pengambilan barang bukti dalam proses tilang.

Khususnya bagi pelanggar yang perkara lalu lintasnya sudah diputus pengadilan, namun berhalangan mengambil berkas dan barang bukti kendaraannya ke kejaksaan.

Pengembangan layanan ini dinamakan Sitarpos atau Sistem Tilang Antarpos. Sesuai namanya, layanan ini dikerjasamakan dengan Kantor Pos Tabanan. Layanan ini diluncurkan Senin (12/7).

Peluncurannya ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tabanan Ni Made Herawati dan Kepala Kantor Pos Tabanan Furkan.

Kepala Seksi Pidana Umum atau Kasipidum Kajari Tabanan, Dewa Gede Putra Awatara, menjelaskan Sitarpos merupakan bentuk pengembangan dari sejumlah layanan telah ada.

“Tujuannya mempermudah masyarakat melakukan pembayaran denda dan pengambilan barang bukti. Baik itu surat-surat dan kendaraan setelah ada putusan sidang,” jelas Awatara.

Layanan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak bisa datang langsung ke Kejari untuk mengambil barang bukti. Karena barang bukti tinggal diantarkan petugas Pos ke rumah masyarakat.

“Terlebih di saat sekarang. Di saat situasi pandemi Covid-19. Masyarakat bisa stay at home,” imbuhnya.

Alurnya, sambung dia, datang ke kantor Pos tau menghubungi hotline Sitapos : 0818582100 atau 08990460484. Lewat hotline tersebut, masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai besaran denda dan biaya pengantaran.

Ada dua opsi pembayara. Membayar langsung lewat Pos atau lewat e-tilang atau teller BRI. Begitu pembayaran denda telah terkonfrmasi, petugas Pos akan mengambil barang bukti ke Kejari. Dan kurang lebih selama tiga hari, barang bukti sampai di rumah.

Dijelaskannya, biaya Sitarpos untuk wilayah Tabanan sebesar Rp 7 ribu. Ditambah lagi dengan administrasi sebesar Rp 1.500. Itu hanya untuk barang bukti surat-surat kendaraan saja.

Di luar Tabanan, terkecuali Buleleng, biayanya Rp 8 ribu ditambah biaya administrasi sebesar Rp 1.500.

“Untuk itu (pengiriman kendaraan) tergantung permintaan. Tentu ada biayanya yang disepakati dengan pos. Kalo selama surat-surat untuk wilayah Tabanan hanya biaya dan administrasi saja,” jelas Awatara yang didampingi Kepala Kantor Pos Tabanan, Furkan.

Awatara juga menambahkan, Sitapos ini juga untuk meminimalkan tunggakan denda sehingga menjadi temuan. Sehingga, Sitarpos ini juga akan tetap diberlakukan kendati pandemi Covid-19 mereda. Karena ditujukan untuk memberikan kemudahan pelayanan. Di samping layanan yang sudah ada, yakni Sistem Tilang Keliling atau Sitiling. 


Most Read

Artikel Terbaru

/