alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Tender Cepat

PESATNYA Pembangunan yang dilaksanakan di Era Reformasi ini membutuhkan banyaknya pengadaan-pengadaan diberbagai bidang baik Barang maupun Jasa. Pengadaan Barang/Jasa  Pemerintah dapat dilaksanakan dengan berbagai metode yaitu a. E-purchasing; b. Pengadaan Langsung;  c. Penunjukan Langsung; d. Tender Cepat; dan e. Tender. 

Pengadaan Barang/Jasa yang akhir-akhir ini marak menjadi pemberitaan yaitu  tentang penerapan metode baru dalam proses Pemilihan Penyedia Pengadaan Barang/Jasa. Metode pemilihan ini adalah metode pelelangan/tender cepat, adalah salah satu metode yang digagas oleh Presiden melalui Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan telah dirubah beberapa kali dan terkahir dengan Perpres 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa

 E-Tendering Cepat. E-Tendering dengan metode E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat dilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jas. Pelaksanaan E-Tendering dengan metode E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat dilakukan dengan ketentuan:

1.     dimungkinkan penyebutan merek dalam spesifikasi teknis/KAK sebagaimana dalam ketentuan pasal 19 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

2.  tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi dan teknis;

3.  tidak memerlukan sanggahan dan sanggahan banding.

Perlem Nomer 9 Tahun 2018 menyebutkan bahwa : Tender Cepat dilakukan untuk metode pemilihan Penyedia Barang/Konstruksi/Jasa Lainnya dengan menggunakan Sistem Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa  (SIKaP) yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi, evaluasi penawaran administrasi, evaluasi penawaran teknis, sanggah dan sanggah banding. Tender Cepat dapat dilakukan untuk Pengadaan Barang/Konstruksi/Jasa Lainnya

Tahapan Tender Cepat meliputi:

1)    Undangan; 2) Penyampaian dokumen penawaran;3) Pembukaan dokumen penawaran;4) Pengumuman hasil pembukaan penawaran;  5) Verifikasi; dan 6) Pengumuman pemenang

 

Pada dasarnya, E-Tendering Cepat dapat dilakukan untuk pengadaan dengan: 

1.     pekerjaan dengan spesifikasi/metode teknis yang dapat distandarkan dan tidak perlu dikompetisikan;

2.     metode kerja sederhana/dapat ditentukan; dan/atau

3.     barang/jasa yang informasi spesifikasi dan harga sudah tersedia di pasar.

Penyedia barang/jasa yang dapat diikutsertakan dalam E-Tendering Cepat dan E-Seleksi Cepat adalah Penyedia barang/jasa yang riwayat kinerja dan/atau data kualifikasinya sudah tersedia dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). SiKAP atau yang biasa juga disebut Vendor Management System (VMS) merupakan sebuah subsistem dari Sistem Pengadaan secara Elektronik yang digunakan untuk mengelola data/informasi mengenai riwayat kinerja dan/ data kualifikasi penyedia barang/jasa yang dikembangkan oleh LKPP. SiKAP membantu proses identifikasi data penyedia, sehingga pemilihan penyedia dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga :  Asian Para Games, Pembuktian Melawan Keterbatasan

Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dalam SIKaP merupakan Informasi yang bersumber dari input data yang dilakukan oleh Penyedia, Pokja ULP/Pejabat Pengadaan, PPK, LPSE, LKPP atau hasil penarikan data dari SPSE atau Sistem lain yang terkoneksi dengan SPSE. Verifikasi Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dalam SIKaP dilakukan oleh Pokja ULP/Pejabat Pengadaan, PPK, LPSE, LKPP atau hasil penarikan data dari SPSE atau Sistem lain yang terkoneksi dengan SPSE. Kepada para penyedia barang/jasa diharapkan peran dan partisipasinya dalam mengisi data di dalam aplikasi SiKAP yang beralamat di http://sikap.lkpp.go.id. Penyedia barang/jasa dapat melakukan login ke dalam aplikasi SiKAP dengan menggunakan akun yang biasa digunakan dalam aplikasi SPSE.

Dengan lelang cepat ini maka setiap tender barang, jasa dan konstruksi yang dilakukan pemerintah akan dapat memapas prosedur yang sudah ada. Meski setiap tender spesifikasi sudah ditentukan, vendor atau penyedia hanya tinggal memasukan angka penawaran. Dalam lelang dan tender cepat ini, agency pemerintah yang membutuhkan barang atau jasa tinggal menyesuaikan spesifikasi dan standar barang yang sudah tersedia di pasar. Dengan cara ini, diharapkan pembangunan dan perekonomian sudah berjalan sejak awal tahun.

e-Tendering Cepat dilaksanakan menggunakan SPSE 4 dengan memanfaatkan Aplikasi SIKaP cara : 1. Pokja membuat paket Tendering cepat di SPSE 4 dengan Kriteria Sortlist Penyedia yang dibuat sesuai dengan kebutuhan K/L/D/I, Lalu sistem akan mengirimkan undangan melalui email Kepada Penyedia yang memenuhi Kriteria Sortlist.

Baca Juga :  Docking Nusa Jaya Abadi Gagal Tender, Ini Penyebabnya

Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) atau Vendor Mangement System adalah aplikasi yang memuat data atau informasi kinerja penyedia barang/jasa. Informasi kinerja penyedia barang jasa meliputi data atau informasi mengenai identitas, kualifikasi, serta riwayat kinerja penyedia.

Penyedia barang atau jasa dapat mengisi data perusahaannya masing-masing di laman sikap.lkpp.go.id. Di sana penyedia diminta memasukkan data identitas, pajak, pengalaman, keahlian, pegawai, akte pendiriannya, surat izin usaha, inventaris yang dimiliki atau dapat disewakan, serta preferensi perusahaan terhadap lokasi atau proyek yang mampu dikerjakan sesuai kapasitasnya.

Saat data sudah lengkap, sistem ini memverifikasi data penyedia. Pada SIKaP ada tiga tahap pada metode lelang biasa yang dipangkas. Inilah yang membuat proses lelang jadi lebih cepat. Pada lelang biasa ada tahap evaluasi administrasi, evaluasi kualifikasi, evaluasi teknis, dan evaluasi harga. Dari empat tahap ini, yang dijalankan oleh SIKaP hanya satu saja. Tahap administrasi, kualifikasi, dan teknis sudah dikerjakan oleh sistem. Selanjutnya, Pokja mengundang penyedia yang sesuai kualifikasi melalui SIKaP. Langkah berikut yang perlu dilakukan penyedia adalah mengunggah dokumen penawaran yang berisi harga. Penyedia yang menawarkan harga paling rendah dan kualifikasinya benar akan memenangkan lelang tersebut.

Sebaliknya, penyedia dengan penawaran harga lebih mahal atau tidak menawar sama sekali, namanya berada di urutan berikutnya atau paling bawah.

Untuk menentukan bahwa penyedia itu pemenangnya, maka data-datanya diverifikasi dalam SIKaP. Kalau data-datanya benar, maka penyedia tersebut mendapat kontrak. Jika datanya ternyata salah, penyedia tersebut gagal, lalu status pemenang turun ke penyedia di urutan kedua, sampai seterusnya

Sistem ini mengunggulkan kesederhanaan. Itulah yang diinginkan penyedia dari proses kerja sama dengan pemerintah, kesederhanaan tak hanya diaplikasikan pada sistem lelangnya saja, tetapi juga pada kebijakan atau regulasi dari sisi pemerintah. (*)

 

*) Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Madya Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Badung

 

 


PESATNYA Pembangunan yang dilaksanakan di Era Reformasi ini membutuhkan banyaknya pengadaan-pengadaan diberbagai bidang baik Barang maupun Jasa. Pengadaan Barang/Jasa  Pemerintah dapat dilaksanakan dengan berbagai metode yaitu a. E-purchasing; b. Pengadaan Langsung;  c. Penunjukan Langsung; d. Tender Cepat; dan e. Tender. 

Pengadaan Barang/Jasa yang akhir-akhir ini marak menjadi pemberitaan yaitu  tentang penerapan metode baru dalam proses Pemilihan Penyedia Pengadaan Barang/Jasa. Metode pemilihan ini adalah metode pelelangan/tender cepat, adalah salah satu metode yang digagas oleh Presiden melalui Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan telah dirubah beberapa kali dan terkahir dengan Perpres 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa

 E-Tendering Cepat. E-Tendering dengan metode E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat dilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jas. Pelaksanaan E-Tendering dengan metode E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat dilakukan dengan ketentuan:

1.     dimungkinkan penyebutan merek dalam spesifikasi teknis/KAK sebagaimana dalam ketentuan pasal 19 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

2.  tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi dan teknis;

3.  tidak memerlukan sanggahan dan sanggahan banding.

Perlem Nomer 9 Tahun 2018 menyebutkan bahwa : Tender Cepat dilakukan untuk metode pemilihan Penyedia Barang/Konstruksi/Jasa Lainnya dengan menggunakan Sistem Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa  (SIKaP) yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi, evaluasi penawaran administrasi, evaluasi penawaran teknis, sanggah dan sanggah banding. Tender Cepat dapat dilakukan untuk Pengadaan Barang/Konstruksi/Jasa Lainnya

Tahapan Tender Cepat meliputi:

1)    Undangan; 2) Penyampaian dokumen penawaran;3) Pembukaan dokumen penawaran;4) Pengumuman hasil pembukaan penawaran;  5) Verifikasi; dan 6) Pengumuman pemenang

 

Pada dasarnya, E-Tendering Cepat dapat dilakukan untuk pengadaan dengan: 

1.     pekerjaan dengan spesifikasi/metode teknis yang dapat distandarkan dan tidak perlu dikompetisikan;

2.     metode kerja sederhana/dapat ditentukan; dan/atau

3.     barang/jasa yang informasi spesifikasi dan harga sudah tersedia di pasar.

Penyedia barang/jasa yang dapat diikutsertakan dalam E-Tendering Cepat dan E-Seleksi Cepat adalah Penyedia barang/jasa yang riwayat kinerja dan/atau data kualifikasinya sudah tersedia dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). SiKAP atau yang biasa juga disebut Vendor Management System (VMS) merupakan sebuah subsistem dari Sistem Pengadaan secara Elektronik yang digunakan untuk mengelola data/informasi mengenai riwayat kinerja dan/ data kualifikasi penyedia barang/jasa yang dikembangkan oleh LKPP. SiKAP membantu proses identifikasi data penyedia, sehingga pemilihan penyedia dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Harap MUI Pusat Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik

Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dalam SIKaP merupakan Informasi yang bersumber dari input data yang dilakukan oleh Penyedia, Pokja ULP/Pejabat Pengadaan, PPK, LPSE, LKPP atau hasil penarikan data dari SPSE atau Sistem lain yang terkoneksi dengan SPSE. Verifikasi Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dalam SIKaP dilakukan oleh Pokja ULP/Pejabat Pengadaan, PPK, LPSE, LKPP atau hasil penarikan data dari SPSE atau Sistem lain yang terkoneksi dengan SPSE. Kepada para penyedia barang/jasa diharapkan peran dan partisipasinya dalam mengisi data di dalam aplikasi SiKAP yang beralamat di http://sikap.lkpp.go.id. Penyedia barang/jasa dapat melakukan login ke dalam aplikasi SiKAP dengan menggunakan akun yang biasa digunakan dalam aplikasi SPSE.

Dengan lelang cepat ini maka setiap tender barang, jasa dan konstruksi yang dilakukan pemerintah akan dapat memapas prosedur yang sudah ada. Meski setiap tender spesifikasi sudah ditentukan, vendor atau penyedia hanya tinggal memasukan angka penawaran. Dalam lelang dan tender cepat ini, agency pemerintah yang membutuhkan barang atau jasa tinggal menyesuaikan spesifikasi dan standar barang yang sudah tersedia di pasar. Dengan cara ini, diharapkan pembangunan dan perekonomian sudah berjalan sejak awal tahun.

e-Tendering Cepat dilaksanakan menggunakan SPSE 4 dengan memanfaatkan Aplikasi SIKaP cara : 1. Pokja membuat paket Tendering cepat di SPSE 4 dengan Kriteria Sortlist Penyedia yang dibuat sesuai dengan kebutuhan K/L/D/I, Lalu sistem akan mengirimkan undangan melalui email Kepada Penyedia yang memenuhi Kriteria Sortlist.

Baca Juga :  Masuk Persiapan Tender, Prajuru Desa Adat Ubud Sampaikan Dukungan Revitalisasi Pasar Ubud

Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) atau Vendor Mangement System adalah aplikasi yang memuat data atau informasi kinerja penyedia barang/jasa. Informasi kinerja penyedia barang jasa meliputi data atau informasi mengenai identitas, kualifikasi, serta riwayat kinerja penyedia.

Penyedia barang atau jasa dapat mengisi data perusahaannya masing-masing di laman sikap.lkpp.go.id. Di sana penyedia diminta memasukkan data identitas, pajak, pengalaman, keahlian, pegawai, akte pendiriannya, surat izin usaha, inventaris yang dimiliki atau dapat disewakan, serta preferensi perusahaan terhadap lokasi atau proyek yang mampu dikerjakan sesuai kapasitasnya.

Saat data sudah lengkap, sistem ini memverifikasi data penyedia. Pada SIKaP ada tiga tahap pada metode lelang biasa yang dipangkas. Inilah yang membuat proses lelang jadi lebih cepat. Pada lelang biasa ada tahap evaluasi administrasi, evaluasi kualifikasi, evaluasi teknis, dan evaluasi harga. Dari empat tahap ini, yang dijalankan oleh SIKaP hanya satu saja. Tahap administrasi, kualifikasi, dan teknis sudah dikerjakan oleh sistem. Selanjutnya, Pokja mengundang penyedia yang sesuai kualifikasi melalui SIKaP. Langkah berikut yang perlu dilakukan penyedia adalah mengunggah dokumen penawaran yang berisi harga. Penyedia yang menawarkan harga paling rendah dan kualifikasinya benar akan memenangkan lelang tersebut.

Sebaliknya, penyedia dengan penawaran harga lebih mahal atau tidak menawar sama sekali, namanya berada di urutan berikutnya atau paling bawah.

Untuk menentukan bahwa penyedia itu pemenangnya, maka data-datanya diverifikasi dalam SIKaP. Kalau data-datanya benar, maka penyedia tersebut mendapat kontrak. Jika datanya ternyata salah, penyedia tersebut gagal, lalu status pemenang turun ke penyedia di urutan kedua, sampai seterusnya

Sistem ini mengunggulkan kesederhanaan. Itulah yang diinginkan penyedia dari proses kerja sama dengan pemerintah, kesederhanaan tak hanya diaplikasikan pada sistem lelangnya saja, tetapi juga pada kebijakan atau regulasi dari sisi pemerintah. (*)

 

*) Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Madya Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Badung

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/