alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

407 Anak di Semarang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

SEMARANG, BALI EXPRESS – Pemerintah Kota Semarang mencatat 407 anak di Ibu Kota Jawa Tengah ini, kehilangan orang tuanya karena meninggal dunia akibat Covid-19.

“Dari data yang diverifikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak ada 407 anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam siaran pers di Semarang, Jumat (13/8).

Berdasarkan data tersebut, kata dia, pemerintah kota selanjutnya bergerak untuk memberikan pendampingan dan bantuan.

Politikus PDIP tersebut berkomitmen untuk menuntaskan pendidikan setiap anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi ini. “Jangkauan perjalanan hidup anak-anak ini masih panjang, sehingga dibutuhkan dukungan dari dunia pendidikan,” katanya.

Bagi anak yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah swasta, walikota yang akrab disapa Hendi ini, akan mengupayakan agar bisa dipindahkan ke sekolah negeri.

Meski demikian, lanjut dia, jika anak-anak tersebut tetap nyaman bersekolah di sekolah swasta, maka akan diupayakan untuk memperoleh beasiswa dari dinas pendidikan.

Ia menambahkan dalam mengupayakan bantuan pendidikan bagi anak yang kehilangan orang tuanya tersebut, pemerintah kota juga menggandeng dunia usaha.

Ia menyebut pata pengusaha siap memberi bantuan untuk mendukung separuh dari anak-anak yang sedang bermasalah tersebut.

“Konsep gotong royong ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi saat pandemi ini,” katanya. (ant)


SEMARANG, BALI EXPRESS – Pemerintah Kota Semarang mencatat 407 anak di Ibu Kota Jawa Tengah ini, kehilangan orang tuanya karena meninggal dunia akibat Covid-19.

“Dari data yang diverifikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak ada 407 anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam siaran pers di Semarang, Jumat (13/8).

Berdasarkan data tersebut, kata dia, pemerintah kota selanjutnya bergerak untuk memberikan pendampingan dan bantuan.

Politikus PDIP tersebut berkomitmen untuk menuntaskan pendidikan setiap anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi ini. “Jangkauan perjalanan hidup anak-anak ini masih panjang, sehingga dibutuhkan dukungan dari dunia pendidikan,” katanya.

Bagi anak yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah swasta, walikota yang akrab disapa Hendi ini, akan mengupayakan agar bisa dipindahkan ke sekolah negeri.

Meski demikian, lanjut dia, jika anak-anak tersebut tetap nyaman bersekolah di sekolah swasta, maka akan diupayakan untuk memperoleh beasiswa dari dinas pendidikan.

Ia menambahkan dalam mengupayakan bantuan pendidikan bagi anak yang kehilangan orang tuanya tersebut, pemerintah kota juga menggandeng dunia usaha.

Ia menyebut pata pengusaha siap memberi bantuan untuk mendukung separuh dari anak-anak yang sedang bermasalah tersebut.

“Konsep gotong royong ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi saat pandemi ini,” katanya. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/