alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Ampuh Tanamkan Pendidikan Budi Pekerti, Orang Tua Diminta Masatua

DENPASAR, BALI EXPRESS – Akademisi dari Universitas Udayana Dr Drs Ida Bagus Rai Putra, MHum berpandangan, satua (cerita) Bali melalui penceritanya memiliki kekuatan yang ampuh menanamkan nilai pendidikan budi pekerti dan karakter kebangsaan pada anak-anak.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam Kriyaloka (Lokakarya) Masatua Bali di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (22/6).

“Dengan satua Bali dimasukkan dalam agenda Pesta Kesenian Bali, kami harapkan dapat menjadi corong ke masyarakat, bahwa satua Bali merupakan salah satu wahana pendidikan budi pekerti ala Bali,” kata Rai Putra.

Oleh karena itu, Rai Putra mengajak para orang tua agar mulai tergerak lagi untuk rajin masatua (bercerita) Bali pada anak-anaknya. “Satua Bali mewakili nilai-nilai kerakyatan, apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilaksanakan masyarakat Bali, dengan esensinya perbuatan yang baik dan buruk,” ucapnya.

Satua-satua Bali yang ada, sekaligus mencerminkan keyakinan masyarakat Bali terhadap hukum karma phala yang mengajarkan pada kita agar berbuat baik dan menghindari diri dari hal-hal yang buruk.

“Mengapa satua Bali ampuh untuk menanamkan pendidikan budi pekerti, karena seperti yang disampaikan dalam sejumlah teori pendidikan, terbentuknya budi pekerti anak sangat dipengaruhi kebiasaan yang mereka lihat, dengar dan rasakan,” ujarnya.

Jadi, semakin sering anak-anak mendengarkan satua Bali, maka amanat dalam satua Bali akan dengan sendirinya tertransmisikan atau diteruskan secara mentradisi, serta nilai budi pekerti menurun dari generasi ke generasi.

“Melalui satua Bali, dapat pula merangsang imajinasi-imajinasi, kreativitas dan berpikir kritis dari anak-anak melalui pemahaman terhadap tokoh cerita, alur cerita, tema dan amanat cerita yang didengarkan,” katanya.

Satua Bali yang mengandung pendidikan budi pekerti diantaranya ada Timun Mas, Siap Sangkur Mataluh Mas, Siap Selem, Tuung Kuning, I Bawang Teken I Kesuna dan sebagainya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Akademisi dari Universitas Udayana Dr Drs Ida Bagus Rai Putra, MHum berpandangan, satua (cerita) Bali melalui penceritanya memiliki kekuatan yang ampuh menanamkan nilai pendidikan budi pekerti dan karakter kebangsaan pada anak-anak.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam Kriyaloka (Lokakarya) Masatua Bali di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (22/6).

“Dengan satua Bali dimasukkan dalam agenda Pesta Kesenian Bali, kami harapkan dapat menjadi corong ke masyarakat, bahwa satua Bali merupakan salah satu wahana pendidikan budi pekerti ala Bali,” kata Rai Putra.

Oleh karena itu, Rai Putra mengajak para orang tua agar mulai tergerak lagi untuk rajin masatua (bercerita) Bali pada anak-anaknya. “Satua Bali mewakili nilai-nilai kerakyatan, apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilaksanakan masyarakat Bali, dengan esensinya perbuatan yang baik dan buruk,” ucapnya.

Satua-satua Bali yang ada, sekaligus mencerminkan keyakinan masyarakat Bali terhadap hukum karma phala yang mengajarkan pada kita agar berbuat baik dan menghindari diri dari hal-hal yang buruk.

“Mengapa satua Bali ampuh untuk menanamkan pendidikan budi pekerti, karena seperti yang disampaikan dalam sejumlah teori pendidikan, terbentuknya budi pekerti anak sangat dipengaruhi kebiasaan yang mereka lihat, dengar dan rasakan,” ujarnya.

Jadi, semakin sering anak-anak mendengarkan satua Bali, maka amanat dalam satua Bali akan dengan sendirinya tertransmisikan atau diteruskan secara mentradisi, serta nilai budi pekerti menurun dari generasi ke generasi.

“Melalui satua Bali, dapat pula merangsang imajinasi-imajinasi, kreativitas dan berpikir kritis dari anak-anak melalui pemahaman terhadap tokoh cerita, alur cerita, tema dan amanat cerita yang didengarkan,” katanya.

Satua Bali yang mengandung pendidikan budi pekerti diantaranya ada Timun Mas, Siap Sangkur Mataluh Mas, Siap Selem, Tuung Kuning, I Bawang Teken I Kesuna dan sebagainya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/