alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Oleh: Aditya Akbar*

Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Industri Halal

Indonesia berpeluang besar jadi pusat industri halal dunia. Penyebabnya karena sudah ada kawasan industri halal yang berskala nasional yang masih dapat dikembangkan oleh banyak investor untuk dapat menjadi industri halal dunia.

Saat ini gaya hidup halal sedang digencarkan, tak hanya mengkonsumsi makanan halal, tetapi juga wisata halal, dan produksi barang-barang yang halal. Warga Indonesia sudah memahami apa saja manfaat dari produk halal dan mereka selalu melihat label kemasan makanan atau minuman, sudah memiliki status halal MUI atau belum.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Indonesia berpotensi besar jadi pusat industri halal dunia. Ada peluang Indonesia tak hanya jadi konsumen produk halal, tetapi juga jadi pusat industri halal dunia. Seperti meningkatkan ekspor produk halal, subsitusi produk halal (yang selama ini masih impor), dan meningkatkan investor asing.

Industri halal di Indonesia sedang digencarkan karena memang mayoritas penduduknya muslim. Pusat industri halal di antaranya ada di Sidoarjo dan Padang. Dengan berdirinya pusat industri halal maka konsumen tidak perlu khawatir karena di sana benar-benar memproduksi makanan dan minuman halal, dan prosesnya juga dijamin tidak melanggar syariat.

Berdasarkan data dari Indonesia Halal Market 2021/2022, Indonesia menjadi pasar konsumen halal terbesar di dunia, dengan konsumsi produk halal sekitar 184 miliar Dollar AS (tahun 2020). Sedangkan investasi sektor ekonomi halal di Indonesia ada 5 miliar Dollar AS.Dengan potensi industri halal Indonesia yang sangat besar maka pemerintah terus mendorong pengusaha mengembangkan produk dan jasa halal. Masyarakat tidak hanya jadi konsumen tetapi juga jadi produsen.

Baca Juga :  Stop Buat Polemik, Saatnya Mendukung Pemerintah Menangani Covid-19

Untuk mendorong pengusaha, terutama UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah) agar mengembangkan produk halal, pemerintah menggratiskan biaya pembuatan sertifikat halal MUI. Para pebisnis UMKM tidak usah membayar 300.000 rupiah, tetapi bisa mendapatkannya tanpa biaya sama sekali, dengan sistem self declare.

Syarat untuk mendapatkan sertifikat halal gratis adalah pertama, pelaku UMKM membuka website lalu membuat akun SIHALAL, kemudian melakukan permohonan sertifikat halal melalui jalur self declare dan memasukkan kode fasilitator. Setelah itu ada proses validasi, verifikasi, dan ada sidang halal MUI. Baru ia mendapat sertfikat halal yang 100% gratis serta praktis,dan pengurusannya bisa dilakukan mandiri secara online.

Jika pebisnis UMKM dipermudah untuk mendapatkan sertifikat halal maka mereka akan mendukung 100% posisi Indonesia menjadi pusat industri halal. Pengurusan sertifikat juga tidak berbelit-belit sehingga pengusaha UMKM mengurusnya dengan semangat. Industri halal di Indonesia akan makin semarak.

Ada banyak keuntungan jika Indonesia menjadi pusat industri halal. Pertama, akan ada banyak produk halal yang diproduksi dan memenuhi pasar nasional dan internasional. Nantinya konsumen di seluruh dunia akan paham bahwa Indonesia tak hanya memproduksi barang-barang yang bagus, tetapi juga halal. Dengan begitu maka pasar ekspor akan makin dinamis.

Pasar ekspor memang digenjot karena menghasilkan devisa negara yang melimpah. Faktanya, konsumen produk halal di luar negeri tak hanya negara-negara ASEAN, tetapi ke banyak negara lain. Penyebabnya karena ada banyak warga negara Indonesia yang merantau dan mereka merindukan produk Indonesia yang statusnya halal. Selain itu, warga asli negara tersebut juga menyukainya.

Baca Juga :  UU Cipta Kerja Kunci Serap Bonus Demografi

Jika Indonesia jadi pusat industri halal maka manfaat selanjutnya adalah menarik minat investor, terutama dari kawasan Timur Tengah. Mereka memastikan bahwa produk-produk yang dibuat para pengusaha Indonesia sudah halal dan mau menanamkan modalnya. Dunia bisnis akan makin dinamis dan pemerintah optimis bisa bangkit walau masih masa pandemi.

Pemerintah juga mempromosikan Indonesia yang tak hanya memiliki produk-produk makanan dan minuman halal tetapi juga produk lainnya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat ICEFF (Islamic Creative Economic Founders Fund) sebagai wadah untuk mendorong industri halal di bidang fashion, kriya, dan aplikasi. Dengan adanya ICEFF maka pebisnis dipertemukan dengan investor dan lembaga keuangan syariah, sehingga mereka bisa bekerja sama. Jika ada kolaborasi maka industri halal di Indonesia makin kuat dan cita-cita untuk menjadi pusat industri halal dunia bisa diraih dengan cepat.

ICEFF mendorong agar masyarakat tak hanya jadi konsumen tetapi juga jadi produsen. Ada banyak produk Indonesia yang halal dan mampu bersaing di pasar ekspor. Jika ada bantuan dari ICEFF maka pengusaha industri halal tidak pusing lagi mencari tambahan modal, terutama jika ingin masuk ke ranah internasional.

Indonesia memiliki peluang besar untuk jadi pusat industri halal dunia. Penyebabnya karena para pengusaha dimudahkan untuk memiliki sertifikat halal MUI. Selain itu juga ada bantuan bagi para pebisnis UMKM sehingga mereka bisa terus membuat produk halal dan memasarkannya ke dunia internasional.

 

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute


Indonesia berpeluang besar jadi pusat industri halal dunia. Penyebabnya karena sudah ada kawasan industri halal yang berskala nasional yang masih dapat dikembangkan oleh banyak investor untuk dapat menjadi industri halal dunia.

Saat ini gaya hidup halal sedang digencarkan, tak hanya mengkonsumsi makanan halal, tetapi juga wisata halal, dan produksi barang-barang yang halal. Warga Indonesia sudah memahami apa saja manfaat dari produk halal dan mereka selalu melihat label kemasan makanan atau minuman, sudah memiliki status halal MUI atau belum.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Indonesia berpotensi besar jadi pusat industri halal dunia. Ada peluang Indonesia tak hanya jadi konsumen produk halal, tetapi juga jadi pusat industri halal dunia. Seperti meningkatkan ekspor produk halal, subsitusi produk halal (yang selama ini masih impor), dan meningkatkan investor asing.

Industri halal di Indonesia sedang digencarkan karena memang mayoritas penduduknya muslim. Pusat industri halal di antaranya ada di Sidoarjo dan Padang. Dengan berdirinya pusat industri halal maka konsumen tidak perlu khawatir karena di sana benar-benar memproduksi makanan dan minuman halal, dan prosesnya juga dijamin tidak melanggar syariat.

Berdasarkan data dari Indonesia Halal Market 2021/2022, Indonesia menjadi pasar konsumen halal terbesar di dunia, dengan konsumsi produk halal sekitar 184 miliar Dollar AS (tahun 2020). Sedangkan investasi sektor ekonomi halal di Indonesia ada 5 miliar Dollar AS.Dengan potensi industri halal Indonesia yang sangat besar maka pemerintah terus mendorong pengusaha mengembangkan produk dan jasa halal. Masyarakat tidak hanya jadi konsumen tetapi juga jadi produsen.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya dan Wabup Edi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H

Untuk mendorong pengusaha, terutama UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah) agar mengembangkan produk halal, pemerintah menggratiskan biaya pembuatan sertifikat halal MUI. Para pebisnis UMKM tidak usah membayar 300.000 rupiah, tetapi bisa mendapatkannya tanpa biaya sama sekali, dengan sistem self declare.

Syarat untuk mendapatkan sertifikat halal gratis adalah pertama, pelaku UMKM membuka website lalu membuat akun SIHALAL, kemudian melakukan permohonan sertifikat halal melalui jalur self declare dan memasukkan kode fasilitator. Setelah itu ada proses validasi, verifikasi, dan ada sidang halal MUI. Baru ia mendapat sertfikat halal yang 100% gratis serta praktis,dan pengurusannya bisa dilakukan mandiri secara online.

Jika pebisnis UMKM dipermudah untuk mendapatkan sertifikat halal maka mereka akan mendukung 100% posisi Indonesia menjadi pusat industri halal. Pengurusan sertifikat juga tidak berbelit-belit sehingga pengusaha UMKM mengurusnya dengan semangat. Industri halal di Indonesia akan makin semarak.

Ada banyak keuntungan jika Indonesia menjadi pusat industri halal. Pertama, akan ada banyak produk halal yang diproduksi dan memenuhi pasar nasional dan internasional. Nantinya konsumen di seluruh dunia akan paham bahwa Indonesia tak hanya memproduksi barang-barang yang bagus, tetapi juga halal. Dengan begitu maka pasar ekspor akan makin dinamis.

Pasar ekspor memang digenjot karena menghasilkan devisa negara yang melimpah. Faktanya, konsumen produk halal di luar negeri tak hanya negara-negara ASEAN, tetapi ke banyak negara lain. Penyebabnya karena ada banyak warga negara Indonesia yang merantau dan mereka merindukan produk Indonesia yang statusnya halal. Selain itu, warga asli negara tersebut juga menyukainya.

Baca Juga :  Omnibus Law Cipta Kerja Efektif Memajukan Ekonomi Indonesia

Jika Indonesia jadi pusat industri halal maka manfaat selanjutnya adalah menarik minat investor, terutama dari kawasan Timur Tengah. Mereka memastikan bahwa produk-produk yang dibuat para pengusaha Indonesia sudah halal dan mau menanamkan modalnya. Dunia bisnis akan makin dinamis dan pemerintah optimis bisa bangkit walau masih masa pandemi.

Pemerintah juga mempromosikan Indonesia yang tak hanya memiliki produk-produk makanan dan minuman halal tetapi juga produk lainnya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat ICEFF (Islamic Creative Economic Founders Fund) sebagai wadah untuk mendorong industri halal di bidang fashion, kriya, dan aplikasi. Dengan adanya ICEFF maka pebisnis dipertemukan dengan investor dan lembaga keuangan syariah, sehingga mereka bisa bekerja sama. Jika ada kolaborasi maka industri halal di Indonesia makin kuat dan cita-cita untuk menjadi pusat industri halal dunia bisa diraih dengan cepat.

ICEFF mendorong agar masyarakat tak hanya jadi konsumen tetapi juga jadi produsen. Ada banyak produk Indonesia yang halal dan mampu bersaing di pasar ekspor. Jika ada bantuan dari ICEFF maka pengusaha industri halal tidak pusing lagi mencari tambahan modal, terutama jika ingin masuk ke ranah internasional.

Indonesia memiliki peluang besar untuk jadi pusat industri halal dunia. Penyebabnya karena para pengusaha dimudahkan untuk memiliki sertifikat halal MUI. Selain itu juga ada bantuan bagi para pebisnis UMKM sehingga mereka bisa terus membuat produk halal dan memasarkannya ke dunia internasional.

 

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute


Most Read

Artikel Terbaru

/