alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Susun Kurikulum Merdeka Belajar, ISI Denpasar Undang 61 Tokoh Seni

DENPASAR, BALI EXPRESS – Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, didukung 61 tokoh seni dan dunia industri. 

Dukungan tokoh ini tertuang dalam Forum Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berlangsung maraton selama 12 hari.

Rektor ISI Denpasar Prof. Wayan Kun Adnyana menjelaskan, dengan mengundang 61 tokoh profesional, bereputasi, dan juga memiliki jaringan yang sangat luas dalam penyusunan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, diharapkan menjadi langkah awal dalam mengelola program berbasis ekosistem. 

“Ini sejalan dengan branding ISI Denpasar, sebagai Global-Bali Arts and Creativity Center Hub (G-BACCH). Sehingga menjadikan kampus seni kebanggaan Bali ini sebagai pusat unggulan seni budaya dan hub kreatif kelas dunia,” jelasnya, Minggu (23/5).

Dijelaskan Kun Adnyana, selama 12 hari ini dibahas 12 topik sesuai jumlah program studi. Unsur tokoh seni budaya dan dunia industri yang hadir, meliputi maestro seni, seniman, desainer ternama, pekerja profesional, pemilik museum, produser film, studio foto/seni rupa, industri cetak, rumah desain, dan juga perusahan media skala besar.

“FGD telah berlangsung mulai Senin (3/5) hingga Kamis (20/5) lalu, merupakan upaya serius dalam menyusun program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pelibatan kalangan maestro, profesional, dan profesor internasional akan digalakkan melalui program dosen tamu dan dosen mengajar, termasuk kerjasama dengan lembaga dunia usaha, dunia industri yang melekat pada diri tokoh dimaksud,” tandas Kun Adnyana.

Ditambahkannya, mulai semester ganjil 2021/2022 program Merdeka Belajar telah dapat dilaksanakan secara konsisten. Bahkan, rangkaian FGD dalam penyusunan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, pada Fakultas Seni Pertunjukan menghadirkan


DENPASAR, BALI EXPRESS – Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, didukung 61 tokoh seni dan dunia industri. 

Dukungan tokoh ini tertuang dalam Forum Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berlangsung maraton selama 12 hari.

Rektor ISI Denpasar Prof. Wayan Kun Adnyana menjelaskan, dengan mengundang 61 tokoh profesional, bereputasi, dan juga memiliki jaringan yang sangat luas dalam penyusunan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, diharapkan menjadi langkah awal dalam mengelola program berbasis ekosistem. 

“Ini sejalan dengan branding ISI Denpasar, sebagai Global-Bali Arts and Creativity Center Hub (G-BACCH). Sehingga menjadikan kampus seni kebanggaan Bali ini sebagai pusat unggulan seni budaya dan hub kreatif kelas dunia,” jelasnya, Minggu (23/5).

Dijelaskan Kun Adnyana, selama 12 hari ini dibahas 12 topik sesuai jumlah program studi. Unsur tokoh seni budaya dan dunia industri yang hadir, meliputi maestro seni, seniman, desainer ternama, pekerja profesional, pemilik museum, produser film, studio foto/seni rupa, industri cetak, rumah desain, dan juga perusahan media skala besar.

“FGD telah berlangsung mulai Senin (3/5) hingga Kamis (20/5) lalu, merupakan upaya serius dalam menyusun program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pelibatan kalangan maestro, profesional, dan profesor internasional akan digalakkan melalui program dosen tamu dan dosen mengajar, termasuk kerjasama dengan lembaga dunia usaha, dunia industri yang melekat pada diri tokoh dimaksud,” tandas Kun Adnyana.

Ditambahkannya, mulai semester ganjil 2021/2022 program Merdeka Belajar telah dapat dilaksanakan secara konsisten. Bahkan, rangkaian FGD dalam penyusunan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, pada Fakultas Seni Pertunjukan menghadirkan


Most Read

Artikel Terbaru

/