Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duet Baru Di Puncak Polri

I
Penulis: I Putu Mardika❯
Prof. Dr. Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa
Prof. Dr. Sukawati Lanang Putra Perbawa

Advertisement

Oleh : Prof. Dr. Sukawati Lanang Putra Perbawa, SH., M.Hum.

Babak baru Korps Bhayangkara dimulai. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dipercaya memimpin Polri sebuah duet yang mempertemukan ketajaman reserse dengan kematangan strategi, lapangan dengan perencanaan, keberanian dengan ketenangan.

Suyudi, alumnus Akpol 1994, tumbuh dari dunia reserse. Dari Resmob Polda Metro Jaya, sejumlah jabatan kapolres, Bareskrim, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN, perjalanan itu membentuk karakter seorang polisi yang terbiasa berhadapan langsung dengan kompleksitas kejahatan dan keamanan.

Advertisement

Di sisi lain, Wahyu Hadiningrat dikenal memiliki pengalaman panjang dalam manajemen strategis Polri. Ia pernah dipercaya sebagai Asrena Kapolri dan kemudian menjadi Astamarena Kapolri, posisi yang menuntut ketajaman membaca arah organisasi, perencanaan, anggaran, serta pembangunan institusi.

Di sinilah makna Duet Akpol 94 dan 92 menemukan relevansinya: bukan sekadar dua nama, bukan pula sekadar pergantian jabatan. Ini adalah pertemuan dua pengalaman yang dapat menjadi modal untuk menjawab tantangan Polri yang semakin kompleks.

Advertisement

Suyudi membawa naluri penindakan. Wahyu membawa perspektif perencanaan. Yang satu terbentuk oleh kerasnya medan tugas; yang lain ditempa oleh panjangnya proses membangun organisasi.

Namun, kepemimpinan Polri tidak semata-mata membutuhkan ketegasan. Ia membutuhkan integritas. Tidak cukup hanya kuat menghadapi kejahatan; juga harus kuat menahan godaan kekuasaan. Tidak cukup menjaga negara dengan kewenangan; harus menjaga kepercayaan rakyat dengan keteladanan.

Di tengah perubahan zaman, ancaman keamanan bergerak semakin cepat dari kejahatan konvensional, narkotika, siber, ekonomi, hingga berbagai bentuk kejahatan lintas batas. Karena itu, transformasi Polri membutuhkan keberanian untuk berubah, kecerdasan membaca zaman, serta kedekatan yang nyata dengan masyarakat.

Pada akhirnya, pangkat hanyalah tanda. Jabatan hanyalah amanah. Dan kekuasaan, sebagaimana amanah lainnya, kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Maka harapan terbesar kepada duet ini bukanlah sekadar lahirnya “duet maut”, melainkan lahirnya duet yang berintegritas: tegas terhadap kejahatan, adil dalam penegakan hukum, rendah hati di hadapan rakyat, dan kokoh menjaga Merah Putih.

Advertisement

Artikel Terkait

Rektor Unmas Ajak Polri dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Demi Kepentingan Bangsa

Rektor Unmas Ajak Polri dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Demi Kepentingan Bangsa

Rektor Mahasaraswati mengajak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Republik Indonesia (Kejaksaan RI) untuk terus memperkuat hubungan yang harmonis, profesional, serta saling menghormati dalam menjal

Dewi Yuali, Istri Kapolri Suyudi Ario Seto yang Ternyata Satu Angkatan di Akpol

Dewi Yuali, Istri Kapolri Suyudi Ario Seto yang Ternyata Satu Angkatan di Akpol

Penunjukan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada Kamis (1/10/2026) membuat sosok di balik kehidupannya ikut menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah sang istri, Dewi Yuali, yang akrab disapa Uwi.

Profil Suyudi Ario Seto, Jenderal Reserse yang Ditunjuk Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

Profil Suyudi Ario Seto, Jenderal Reserse yang Ditunjuk Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

Nama Komjen Pol. Suyudi Ario Seto kini berada di pusat perhatian setelah diajukan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer