alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Perbaikan Instalasi Listrik PLN di Pura Dalem Tungkub, Dusun Lepang

 

DUSUN Lepang secara sejarah yang tercatat maupun tidak tercatat merupakan salah satu wilayah tua atau desa tua sebagai dinding penjaga wilayah pada jaman Kerajaan Sweca Pura (Kerajaan Klungkung). Dusun ini terletak di wilayah Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Sebagai salah satu desa tua, tentunya banyak ada pura atau tempat ibadah yang dibangun pada jamannya untuk memberikan kekuatan atau simbolis hubungan masyarakat dengan Tuhan-nya dalam upaya menjaga kekuasaan wilayah kerajaan. Beberapa pura dibangun tidak seperti wilayah lainnya di Bali dengan tujuan tertentu pada saat membangunya. Pura Dalem Tungkub dalam hal ini tahap pembangunan merupakan salah satu pura unik yang dibangun atas dasar tertentu. Secara budaya dan agama Hindu Bali, pura ini merupakan stana Dewi Laksmi atau istri dari Dewa Siwa. Agama Hindu Bali percaya, bahwasanya Dewi Laksmi merupakan salah satu dewa yang memiliki dua kekuatan yaitu pemberi kesejahteraan dalam hal ini sebagai Dewi Kesuburan dan pemberi kekuatan magis dalam hal ini sebagai Dewi Durga.

Pura ini dibangun pada lokasi hulu wilayah atau pintu masuk desa, dengan tujuan menjaga agar tidak ada musuh yang berani mengganggu. Maka pura semacam ini sangat jarang ditemukan di wilayah Bali pada umumnya, kecuali tempat tersebut memiliki sejarah tertentu. Pembangunan Pura Dalem Tungkub yang ada di Dusun Lepang sudah mencapai 55 persen dari kelengkapan dari sebuah tempat ibadah Agama Hindu. Beberapa bagian belum bisa dilakukan pembangunan, karena keterbatasan anggaran yang ada walaupun sudah dilakukan usaha bersama dengan menyumbang secara sukarela. Tahap pembangunan tentunya memerlukan sumber energy dalam hal ini listrik. Listrik yang dipergunakan bersumber dari PLN, namun karena belum adanya jaringan kabel utama, maka Kwh listrik ditempatkan di rumah penduduk terdekat. Jaringan kabel setelah Kwh telah dilakukan relokasi dan perbaikan tiang penyangga menggunakan anggaran pengabdian regular Dana Dipa PNB tahun 2020.

Pada tahun 2021 melalui anggaran DIPA Pengabdian Reguler, telah dilakukan penambahan tiang penyangga kabel udara, sehingga tidak membentang di areal persawahan masyarakat. Jumlah tiang yang dipasang 11 unit dengan klasifikasi tinggi 4 meter sebanyak 6 buah dan tinggi 7 meter sebanyak 2 buah. Tiang tersebut sudah dilengkapi dengan wideclamp untuk mempermudah dalam perawatan. Disamping itu, juga dilakukan pelebaran bale puwargan untuk mempermudah pengempon melakukan aktifitas.

ANALISIS SITUASI

Amanat UUD NKRI pasal 29 menyatakan, pada ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Ayat (2) berbunyi, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Pancasila sebagai dasar negara pada sila pertama menyatakan, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila kelima menyatakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut Negara menjamin dan memberikan dukungan penuh terhadap masyarakatnya dalam menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Bali merupakan salah satu provinsi yang sebagian besar penduduknya memeluk Agama Hindu, tentunya akan selalu berhubungan dengan tempat ibadah sebagai media dalam menjalankan kehidupan beragama dan bermasyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan sesamanya dimana sering dikenal dengan nama Tri Hita Karana.

PERMASALAHAN MITRA

Secara umum dapat dilihat permasalahan mitra adalah sebagai berikut: 1. Tidak tercatat sebagai pura desa adat walaupun secara histori merupakan salah satu pura desa adat; 2. Hanya diempon keluarga pemangku yang notabene bermata pencaharian sebagai petani; 3. Sumbangan yang berbetuk punia hanya cukup untuk biaya upacara; 4. Jaringan kabel setelah Kwh PLN masih membentang di areal persawahan masyarakat.

MANFAAT DAN DAMPAK SOSIAL

Manfaat dan dampak sosial yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah: 1. Memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas persembahyangan; 2. Masyarakat terutama pengempon pura menjadi terbantu dalam upaya pemenuhan sarana prasarana.

SOSIALISASI PROGRAM

Sosialisasi program dilaksanakan untuk dapat mengkoordinasikan lebih awal tahapan pelaksanaan agar sesuai dengan jadwal pelaksana dan mitra sehingga bisa mencapai hasil yang diharapkan.

PENYIAPAN LOKASI

Penyiapan lokasi dilakukan untuk menguatkan perencanaan yang telah dibuat dan disepakati sebelumnya, sehingga dalam pelaksanaan pengabdian tidak menjadi kendala. Penyiapan lokasi juga untuk mendapatkan perijinan baik dari penguasa wilayah.

PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan direncanakan semua dilakukan secara gotong royong oleh civitas akademika Jurusan Teknik Mesin bersama masyarakat setempat untuk memberikan efek rasa memiliki bagi seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan merawat.

PELAPORAN

Pelaporan akan menyesuaikan dengan jadwal yang ada baik laporan kemajuan maupun laporan hasil pelaksanaan Program Pengabdian Reguler.

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

Beberapa tahapan dilakukan dalam melaksanakan pengabdian reguler ini karena beberapa alat pengabdian harus dikerjakan terlebih dahulu sebelum dipasang. Tiang penyangga kabel udara dikerjakan di workshop mekanik, karena bahan yang dipergunakan hanya dijual di daerah Denpasar, dan untuk pengerjaannya juga memerlukan tempat yang luas. Tiang yang sudah selesai dilakukan penyambungan dengan metode las, baru diangkut menuju lokasi pengabdian. Proses pengecatan dilakukan masyarakat (pengempon). Proses pemasangan dan instalasi juga dilakukan bersama dengan masyarakat untuk memberikan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang diberikan.

Proses pemasangan dan instalasi kabel dilakukan setiap Sabtu dan Minggu, agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat. Disamping itu juga proses ini agar bisa dibantu dengan melibatkan tim dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan program pengabdian ini. Desa Takmung maupun Desa Adat Lepang sebagai wilayah lokasi program sangat ketat dalam pelaksanakan protokol kesehatan. Terdapatnya satu keluarga yang terifeksi membuat Desa Adat Lepang melakukan proteksi untuk tidak menerima kedatangan orang dari luar desa. Rencana jadwal serah terima yang telah disepakati tidak dapat dilaksanakan. Diskusi dengan pengempon pura serta prajuru adat dan dinas memutuskan untuk mengalihkan sisa anggaran pelaksanaan dari dana konsumsi menjadi dana lain yang berwujud fisik. Diskusi memutuskan dilakukan pelebaran dapur (puwargan), sehingga aktifitas memasak dan penyimpanan barang menjadi lebih luas.

Luaran yang dicapai adalah dimuatnya jurnal ilmiah pada Jurnal Bhakti Persada Politeknik Negeri Bali. Publikasi menunggu jadwal yang telah ditentukan karena banyaknya jurnal pengabdian yang harus dipublikasikan.

KESIMPULAN

Adanya perubahan dalam program atau pekerjaan menyesuaikan kembali dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan program atau pekerjaan sampai tahap ini sudah berhasil. Masyarakat mendukung penuh pelaksanaan program ini. (*)

 

*) Penulis adalah Dosen Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali


 

DUSUN Lepang secara sejarah yang tercatat maupun tidak tercatat merupakan salah satu wilayah tua atau desa tua sebagai dinding penjaga wilayah pada jaman Kerajaan Sweca Pura (Kerajaan Klungkung). Dusun ini terletak di wilayah Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Sebagai salah satu desa tua, tentunya banyak ada pura atau tempat ibadah yang dibangun pada jamannya untuk memberikan kekuatan atau simbolis hubungan masyarakat dengan Tuhan-nya dalam upaya menjaga kekuasaan wilayah kerajaan. Beberapa pura dibangun tidak seperti wilayah lainnya di Bali dengan tujuan tertentu pada saat membangunya. Pura Dalem Tungkub dalam hal ini tahap pembangunan merupakan salah satu pura unik yang dibangun atas dasar tertentu. Secara budaya dan agama Hindu Bali, pura ini merupakan stana Dewi Laksmi atau istri dari Dewa Siwa. Agama Hindu Bali percaya, bahwasanya Dewi Laksmi merupakan salah satu dewa yang memiliki dua kekuatan yaitu pemberi kesejahteraan dalam hal ini sebagai Dewi Kesuburan dan pemberi kekuatan magis dalam hal ini sebagai Dewi Durga.

Pura ini dibangun pada lokasi hulu wilayah atau pintu masuk desa, dengan tujuan menjaga agar tidak ada musuh yang berani mengganggu. Maka pura semacam ini sangat jarang ditemukan di wilayah Bali pada umumnya, kecuali tempat tersebut memiliki sejarah tertentu. Pembangunan Pura Dalem Tungkub yang ada di Dusun Lepang sudah mencapai 55 persen dari kelengkapan dari sebuah tempat ibadah Agama Hindu. Beberapa bagian belum bisa dilakukan pembangunan, karena keterbatasan anggaran yang ada walaupun sudah dilakukan usaha bersama dengan menyumbang secara sukarela. Tahap pembangunan tentunya memerlukan sumber energy dalam hal ini listrik. Listrik yang dipergunakan bersumber dari PLN, namun karena belum adanya jaringan kabel utama, maka Kwh listrik ditempatkan di rumah penduduk terdekat. Jaringan kabel setelah Kwh telah dilakukan relokasi dan perbaikan tiang penyangga menggunakan anggaran pengabdian regular Dana Dipa PNB tahun 2020.

Pada tahun 2021 melalui anggaran DIPA Pengabdian Reguler, telah dilakukan penambahan tiang penyangga kabel udara, sehingga tidak membentang di areal persawahan masyarakat. Jumlah tiang yang dipasang 11 unit dengan klasifikasi tinggi 4 meter sebanyak 6 buah dan tinggi 7 meter sebanyak 2 buah. Tiang tersebut sudah dilengkapi dengan wideclamp untuk mempermudah dalam perawatan. Disamping itu, juga dilakukan pelebaran bale puwargan untuk mempermudah pengempon melakukan aktifitas.

ANALISIS SITUASI

Amanat UUD NKRI pasal 29 menyatakan, pada ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Ayat (2) berbunyi, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Pancasila sebagai dasar negara pada sila pertama menyatakan, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila kelima menyatakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut Negara menjamin dan memberikan dukungan penuh terhadap masyarakatnya dalam menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Bali merupakan salah satu provinsi yang sebagian besar penduduknya memeluk Agama Hindu, tentunya akan selalu berhubungan dengan tempat ibadah sebagai media dalam menjalankan kehidupan beragama dan bermasyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan sesamanya dimana sering dikenal dengan nama Tri Hita Karana.

PERMASALAHAN MITRA

Secara umum dapat dilihat permasalahan mitra adalah sebagai berikut: 1. Tidak tercatat sebagai pura desa adat walaupun secara histori merupakan salah satu pura desa adat; 2. Hanya diempon keluarga pemangku yang notabene bermata pencaharian sebagai petani; 3. Sumbangan yang berbetuk punia hanya cukup untuk biaya upacara; 4. Jaringan kabel setelah Kwh PLN masih membentang di areal persawahan masyarakat.

MANFAAT DAN DAMPAK SOSIAL

Manfaat dan dampak sosial yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah: 1. Memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas persembahyangan; 2. Masyarakat terutama pengempon pura menjadi terbantu dalam upaya pemenuhan sarana prasarana.

SOSIALISASI PROGRAM

Sosialisasi program dilaksanakan untuk dapat mengkoordinasikan lebih awal tahapan pelaksanaan agar sesuai dengan jadwal pelaksana dan mitra sehingga bisa mencapai hasil yang diharapkan.

PENYIAPAN LOKASI

Penyiapan lokasi dilakukan untuk menguatkan perencanaan yang telah dibuat dan disepakati sebelumnya, sehingga dalam pelaksanaan pengabdian tidak menjadi kendala. Penyiapan lokasi juga untuk mendapatkan perijinan baik dari penguasa wilayah.

PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan direncanakan semua dilakukan secara gotong royong oleh civitas akademika Jurusan Teknik Mesin bersama masyarakat setempat untuk memberikan efek rasa memiliki bagi seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan merawat.

PELAPORAN

Pelaporan akan menyesuaikan dengan jadwal yang ada baik laporan kemajuan maupun laporan hasil pelaksanaan Program Pengabdian Reguler.

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

Beberapa tahapan dilakukan dalam melaksanakan pengabdian reguler ini karena beberapa alat pengabdian harus dikerjakan terlebih dahulu sebelum dipasang. Tiang penyangga kabel udara dikerjakan di workshop mekanik, karena bahan yang dipergunakan hanya dijual di daerah Denpasar, dan untuk pengerjaannya juga memerlukan tempat yang luas. Tiang yang sudah selesai dilakukan penyambungan dengan metode las, baru diangkut menuju lokasi pengabdian. Proses pengecatan dilakukan masyarakat (pengempon). Proses pemasangan dan instalasi juga dilakukan bersama dengan masyarakat untuk memberikan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang diberikan.

Proses pemasangan dan instalasi kabel dilakukan setiap Sabtu dan Minggu, agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat. Disamping itu juga proses ini agar bisa dibantu dengan melibatkan tim dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan program pengabdian ini. Desa Takmung maupun Desa Adat Lepang sebagai wilayah lokasi program sangat ketat dalam pelaksanakan protokol kesehatan. Terdapatnya satu keluarga yang terifeksi membuat Desa Adat Lepang melakukan proteksi untuk tidak menerima kedatangan orang dari luar desa. Rencana jadwal serah terima yang telah disepakati tidak dapat dilaksanakan. Diskusi dengan pengempon pura serta prajuru adat dan dinas memutuskan untuk mengalihkan sisa anggaran pelaksanaan dari dana konsumsi menjadi dana lain yang berwujud fisik. Diskusi memutuskan dilakukan pelebaran dapur (puwargan), sehingga aktifitas memasak dan penyimpanan barang menjadi lebih luas.

Luaran yang dicapai adalah dimuatnya jurnal ilmiah pada Jurnal Bhakti Persada Politeknik Negeri Bali. Publikasi menunggu jadwal yang telah ditentukan karena banyaknya jurnal pengabdian yang harus dipublikasikan.

KESIMPULAN

Adanya perubahan dalam program atau pekerjaan menyesuaikan kembali dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan program atau pekerjaan sampai tahap ini sudah berhasil. Masyarakat mendukung penuh pelaksanaan program ini. (*)

 

*) Penulis adalah Dosen Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali


Most Read

Artikel Terbaru

/