alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

KST Menebar Teror Kepada Masyarakat Papua

Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua selalu menebar teror kepada masyarakat sipil Papua. Rakyat mendukung Pemerintah untuk tegas memberantas gerombolan tersebut.

Dandim 1715 Yakuhimo Letkol Inf. Christian Irreuw menyatakan pelaku penyerangan terhadap Koramil Suru-suru adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Tendius Gwijangge. Menurut dia, sudah ada informasi KST akan melakukan penyerangan terhadap kodim dan pos-pos TNI sehingga pihaknya memerintahkan kepada personel untuk bersiaga dan meningkatkan patroli.

Irreuw mengatakan, aksi tersebut diduga dilakukan jelang 1 Desember 2021 yang dijadikan sebagai ulang tahun Papua Merdeka. Dirinya mengaku belum ada laporan lengkap tentang kronologi tertembaknya dua prajurit yang menyababkan salah seorang di antaranya gugur.

Tercatat pada pukul 06.00 WIT, KST menyerang dan menembaki Koramil Suru-suru yang merupaka koramil persiapan. Baku tembak tersebut terjadi hingga pukul 12.00. Dua prajurit, termasuk seorang diantaranya yang gugur pada hari Minggu 21/11/2021 berhasil dievakuasi dari Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yakuhimo ke Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Evakuasi dilakukan dengan pesawat yang dimiliki Semuwa Air.

Setelah tiba di Sentani, Jenazah Sertu Ari Baskoro diterbangkan ke Surabaya, selanjutnya ke kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah. Sementara itu, Kapten Inf. Arviandi yang menjabat Komandan Koramil Suru-suru akan dirawat di RST Marthen Indey Jayapura. Ia menjelaskan bahwa kedua korban merupakan angota Iskandar Muda Banda Aceh.

Sebelumnya, KST juga meneror karyawan PT Delarosa di Kampung Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Penembakan terjadi pada Selasa 17 November sekitar pukul 05.00.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Saksi berinisial J bangun pagi untuk mempersiapkan masak, lalu melihat ke arah tangki minyak solar pabrik produksi pengaspalan yang berjarak 200 meter dari basecamp dalam keadaan terbakar.

Saksi tersebut memberitahukan kepada karyawan perusahaan itu. Selanjutnya korban atas nama Rerung (56) dan satu orang lainnya yakni JS berlari keluar dengan membawa ember menuju lokasi kebakaran.  Saat berlari sejauh 65 meter dari basecamp, tiba-tiba terdengar bunyi letusan senjata api lebih dari satu kali dari arah timbunan batu kerikil. Tembakan tersebut mengenai kaki kanan korban.

Baca Juga :  Mendukung Penegakan Hukum Terhadap KST Papua

Setelah beberapa menit, saksi berinisial JS dan karyawan lainnya mengevakuasi korban ke arah basecamp sambil menunggu bantuan dan karyawan lainnya membantu memadamkan api yang menyala di tangki solar pabrik produksi pengaspalan.

Tim gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Nduga Iptu Bernadus ICK tiba di lokasi kejadian pukul 08.50 WIT. Petugas pun langsung melakukan olah TKP penembakan. Selain itu, korban juga dirujuk ke Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

KST seperti tidak berhenti melakukan berbagai pelanggaran HAM di Papua. Di Intan Jaya KST membakar sejumlah rumah warga yang tinggal di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua pada 2 November 2021 lalu. Dalam peristiwa pembakaran tersebut tercatat tidak ada korban jiwa.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta kepada TNI-Polri untuk lebih berhati-hati dalam operasi militer melawan KST di Intan Jaya Papua.

Mahfud juga meminta agar aparat TNI-Polri dapat melakukan tindakan terukur agar tidak terjadi korban masyarakat sipil. Sebenarnya, seperti masyarakat tahu bahwa TNI-Polri sudah sangat berhati-hati dalam melindungi warga sipil yang ada di Papua.

KST sendiri merpakan kelompok yang kerap bergerombol dan mengganggu keamanan di Papua. Kehidupan para anggota KST sendiri hanya melakukan kekerasan, menakut-nakuti masyarakat dengan teror serta ancaman senjata.

Kekejaman yang telah ditorehkan KST tentu tidak dapat ditolerir, apalagi mereka juga merusak fasilitas milik negara seperti Bandara dan Puskesmas. Sehingga anggota KST patut dihadapkan pada proses hukum untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal.

KST juga sering mengganggu masyarakat untuk membuktikan eksistensinya, gangguan keamanan dari KST juga menghambat proses pembangunan di Papua.Pemerintah tentu tidak boleh tinggal diam, melalui TNI-Polri, Indonesia harus bisa menjaga kedaulatan NKRI dari segala ancaman teror termasuk teror yang dilancarkan oleh KST.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bandung

Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua selalu menebar teror kepada masyarakat sipil Papua. Rakyat mendukung Pemerintah untuk tegas memberantas gerombolan tersebut.

Dandim 1715 Yakuhimo Letkol Inf. Christian Irreuw menyatakan pelaku penyerangan terhadap Koramil Suru-suru adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Tendius Gwijangge. Menurut dia, sudah ada informasi KST akan melakukan penyerangan terhadap kodim dan pos-pos TNI sehingga pihaknya memerintahkan kepada personel untuk bersiaga dan meningkatkan patroli.

Irreuw mengatakan, aksi tersebut diduga dilakukan jelang 1 Desember 2021 yang dijadikan sebagai ulang tahun Papua Merdeka. Dirinya mengaku belum ada laporan lengkap tentang kronologi tertembaknya dua prajurit yang menyababkan salah seorang di antaranya gugur.

Tercatat pada pukul 06.00 WIT, KST menyerang dan menembaki Koramil Suru-suru yang merupaka koramil persiapan. Baku tembak tersebut terjadi hingga pukul 12.00. Dua prajurit, termasuk seorang diantaranya yang gugur pada hari Minggu 21/11/2021 berhasil dievakuasi dari Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yakuhimo ke Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Evakuasi dilakukan dengan pesawat yang dimiliki Semuwa Air.

Setelah tiba di Sentani, Jenazah Sertu Ari Baskoro diterbangkan ke Surabaya, selanjutnya ke kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah. Sementara itu, Kapten Inf. Arviandi yang menjabat Komandan Koramil Suru-suru akan dirawat di RST Marthen Indey Jayapura. Ia menjelaskan bahwa kedua korban merupakan angota Iskandar Muda Banda Aceh.

Sebelumnya, KST juga meneror karyawan PT Delarosa di Kampung Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Penembakan terjadi pada Selasa 17 November sekitar pukul 05.00.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Saksi berinisial J bangun pagi untuk mempersiapkan masak, lalu melihat ke arah tangki minyak solar pabrik produksi pengaspalan yang berjarak 200 meter dari basecamp dalam keadaan terbakar.

Saksi tersebut memberitahukan kepada karyawan perusahaan itu. Selanjutnya korban atas nama Rerung (56) dan satu orang lainnya yakni JS berlari keluar dengan membawa ember menuju lokasi kebakaran.  Saat berlari sejauh 65 meter dari basecamp, tiba-tiba terdengar bunyi letusan senjata api lebih dari satu kali dari arah timbunan batu kerikil. Tembakan tersebut mengenai kaki kanan korban.

Baca Juga :  Wamena Kondusif, Masyarakat Harus Waspadai Hoax

Setelah beberapa menit, saksi berinisial JS dan karyawan lainnya mengevakuasi korban ke arah basecamp sambil menunggu bantuan dan karyawan lainnya membantu memadamkan api yang menyala di tangki solar pabrik produksi pengaspalan.

Tim gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Nduga Iptu Bernadus ICK tiba di lokasi kejadian pukul 08.50 WIT. Petugas pun langsung melakukan olah TKP penembakan. Selain itu, korban juga dirujuk ke Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

KST seperti tidak berhenti melakukan berbagai pelanggaran HAM di Papua. Di Intan Jaya KST membakar sejumlah rumah warga yang tinggal di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua pada 2 November 2021 lalu. Dalam peristiwa pembakaran tersebut tercatat tidak ada korban jiwa.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta kepada TNI-Polri untuk lebih berhati-hati dalam operasi militer melawan KST di Intan Jaya Papua.

Mahfud juga meminta agar aparat TNI-Polri dapat melakukan tindakan terukur agar tidak terjadi korban masyarakat sipil. Sebenarnya, seperti masyarakat tahu bahwa TNI-Polri sudah sangat berhati-hati dalam melindungi warga sipil yang ada di Papua.

KST sendiri merpakan kelompok yang kerap bergerombol dan mengganggu keamanan di Papua. Kehidupan para anggota KST sendiri hanya melakukan kekerasan, menakut-nakuti masyarakat dengan teror serta ancaman senjata.

Kekejaman yang telah ditorehkan KST tentu tidak dapat ditolerir, apalagi mereka juga merusak fasilitas milik negara seperti Bandara dan Puskesmas. Sehingga anggota KST patut dihadapkan pada proses hukum untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal.

KST juga sering mengganggu masyarakat untuk membuktikan eksistensinya, gangguan keamanan dari KST juga menghambat proses pembangunan di Papua.Pemerintah tentu tidak boleh tinggal diam, melalui TNI-Polri, Indonesia harus bisa menjaga kedaulatan NKRI dari segala ancaman teror termasuk teror yang dilancarkan oleh KST.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bandung

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru