alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

MenPAN-RB Berpulang, Kader PDIP Kehilangan Tokoh Tegas Tak Otoriter

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo berpulang m, Jumat (1/7) sekitar pukul 11.00 Wita. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit komplikasi organ dalam yang dialaminya.

Kepergian sosok Tjahjo Kumolo pun menyisakan duka bagi para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Rasa kehilangan disampaikan dua kader PDIP dari Buleleng.

Sosok Tjahja Kumolo dipandang sebagai panutan. Semasa ia menjabat sebagai sekjen DPP PDIP ia selalu menyampaikan kepada para kader untuk selalu berpegang teguh pada aturan partai serta berjalan tegak lurus pada rel partai.

“Kalau urusan partai dia tegak lurus. Tidak macam-macam. Kalau sudah menjadi keputusan sudah tidak bisa diganggu gugat. Sangat tegas kalau dalam partai. Secara pribadi memang sangat baik hati,” ujar anggota DPR-RI dapil Bali, I Ketut Karyasa Adnyana.

Di samping itu, Tjahja Kumolo juga sosok yang bersahaja. Bila tidak dalam acara kepartaian, sosoknya sangat sederhana serta low profile. Pria yang juga sempat menjabat sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri dan informasi di DPR RI ini, tak pernah pandang bulu dengan kader lain.

Baca Juga :  Pengamat: Pengganti Tjahjo Kumolo Dipastikan dari Kader PDIP

“Sosok yang sangat bersahaja, low profile, sederhana dan ramah. Kami merasa kehilangan sekali. Dia adalah orang yang sangat dihargai oleh keluarga PDIP. Sangat menghormati orang lain juga. Tidak peduli posisi orang lain, seperti kader kecil atau tinggi dalam partai. Namun dalam urusan partai, beliau juga sangat tegas, namun tidak otoriter,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna. Pihaknya secara pribadi mengaku kehilangan sosok panutan. Selama almarhum menjabat sebagai sekjen DPP PDIP selalu berpesan agar saling mendukung sesama kader.

“Saya secara pribadi sekaligus sebagai kader juga merasa kehilangan atas berpulangnya beliau. Bagi kami beliau adalah kader terbaik memiliki dedikasi dan integritas dalam partai. Beliau adalah pautan bagi kami yang masih banyak belajar. Kalau kenangan khusus itu saat pertemuan partai. Selalu memberikan bekal yang sangat tegas. Penyampaiannya sangat lugas, sehingga bisa diterima dengan baik. Itu sangat terkesan bagi kami. Saat beliau jadi sekjen itu selalu berpesan untuk kompak,” tuturnya.

Baca Juga :  KPK Tahan Mantan Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti, Kodenya Dana Adat Istiadat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo sejak pertengahan Juni lalu.

Almarhum belakangan diketahui
mengidap komplikasi penyakit mulai dari paru-paru hingga asam urat.

Sebelum dimakamkan, jenazah Tjahjo Kumolo dibawa ke rumah duka di Kompleks Rumah Dinas Widya Chandra 4 Nomor 2, Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Pratikno memimpin upaya pemakaman Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022) sore.

Tjahjo Kumolo adalah kader senior PDIP. Pada awal karier politiknya ia sempat menjadi kader Golkar. Namun namanya menjulang bersama PDIP hingga akhirnya dipercaya Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sebagai Sekjen PDIP.

Tjahjo Kumolo kemudian mundur dari posisinya sebagai sekjen PDIP pada 2014 silam, setelah dipilih Presiden Jokowi masuk ke dalam kabinet sebagai menteri dalam negeri.

Pada pemerintahan Jokowi periode 2019-2024, Tjahjo Kumolo kembali dipercaya masuk kabinet untuk menjabat sebagai Menpan RB.

 

 






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo berpulang m, Jumat (1/7) sekitar pukul 11.00 Wita. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit komplikasi organ dalam yang dialaminya.

Kepergian sosok Tjahjo Kumolo pun menyisakan duka bagi para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Rasa kehilangan disampaikan dua kader PDIP dari Buleleng.

Sosok Tjahja Kumolo dipandang sebagai panutan. Semasa ia menjabat sebagai sekjen DPP PDIP ia selalu menyampaikan kepada para kader untuk selalu berpegang teguh pada aturan partai serta berjalan tegak lurus pada rel partai.

“Kalau urusan partai dia tegak lurus. Tidak macam-macam. Kalau sudah menjadi keputusan sudah tidak bisa diganggu gugat. Sangat tegas kalau dalam partai. Secara pribadi memang sangat baik hati,” ujar anggota DPR-RI dapil Bali, I Ketut Karyasa Adnyana.

Di samping itu, Tjahja Kumolo juga sosok yang bersahaja. Bila tidak dalam acara kepartaian, sosoknya sangat sederhana serta low profile. Pria yang juga sempat menjabat sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri dan informasi di DPR RI ini, tak pernah pandang bulu dengan kader lain.

Baca Juga :  Pengamat: Pengganti Tjahjo Kumolo Dipastikan dari Kader PDIP

“Sosok yang sangat bersahaja, low profile, sederhana dan ramah. Kami merasa kehilangan sekali. Dia adalah orang yang sangat dihargai oleh keluarga PDIP. Sangat menghormati orang lain juga. Tidak peduli posisi orang lain, seperti kader kecil atau tinggi dalam partai. Namun dalam urusan partai, beliau juga sangat tegas, namun tidak otoriter,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna. Pihaknya secara pribadi mengaku kehilangan sosok panutan. Selama almarhum menjabat sebagai sekjen DPP PDIP selalu berpesan agar saling mendukung sesama kader.

“Saya secara pribadi sekaligus sebagai kader juga merasa kehilangan atas berpulangnya beliau. Bagi kami beliau adalah kader terbaik memiliki dedikasi dan integritas dalam partai. Beliau adalah pautan bagi kami yang masih banyak belajar. Kalau kenangan khusus itu saat pertemuan partai. Selalu memberikan bekal yang sangat tegas. Penyampaiannya sangat lugas, sehingga bisa diterima dengan baik. Itu sangat terkesan bagi kami. Saat beliau jadi sekjen itu selalu berpesan untuk kompak,” tuturnya.

Baca Juga :  Begini Kronologi Tewasnya Buronan MIT Terduga Teroris Poso

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo sejak pertengahan Juni lalu.

Almarhum belakangan diketahui
mengidap komplikasi penyakit mulai dari paru-paru hingga asam urat.

Sebelum dimakamkan, jenazah Tjahjo Kumolo dibawa ke rumah duka di Kompleks Rumah Dinas Widya Chandra 4 Nomor 2, Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Pratikno memimpin upaya pemakaman Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022) sore.

Tjahjo Kumolo adalah kader senior PDIP. Pada awal karier politiknya ia sempat menjadi kader Golkar. Namun namanya menjulang bersama PDIP hingga akhirnya dipercaya Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sebagai Sekjen PDIP.

Tjahjo Kumolo kemudian mundur dari posisinya sebagai sekjen PDIP pada 2014 silam, setelah dipilih Presiden Jokowi masuk ke dalam kabinet sebagai menteri dalam negeri.

Pada pemerintahan Jokowi periode 2019-2024, Tjahjo Kumolo kembali dipercaya masuk kabinet untuk menjabat sebagai Menpan RB.

 

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/