alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Waspada!! Hepatitis Misterius Ditemukan di Indonesia

JAKARTA, BALI EXPRESS – Masyarakat diimbau waspada dengan kemunculan hepatitis misterius. Hal ini lantaran Kementerian Kesehatan RI telah menemukan tiga kasus infeksi hepatitis misterius di Indonesia.

Tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo meninggal setelah terkena hepatitis akut.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban, penyebab hepatitis misterius juga tengah diselidiki banyak negara. Dua dugaan awal yang muncul adalah adenovirus 41 dan SARS-CoV-2.

Di beberapa pasien, para ahli bahkan menemukan dua kombinasi virus adenovirus 41 dan SARS-CoV-2 terhadap kasus hepatitis akut anak. Meski begitu, pakar meyakini masih ada kemungkinan infeksi hepatitis misterius disebabkan hal lain.

“Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri,” terangnya dalam akun Instagram pribadi Twitter, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Selasa (3/5/2022).

Hingga kini belum ada tes yang bisa memastikan infeksi hepatitis “misterius” tersebut. Namun, pasien dikategorikan terpapar jika dinyatakan negatif virus hepatitis A, B, C, D, E.

Prof. Zubairi mewanti-wanti bahaya infeksi hepatitis misterius. Data di Inggris menunjukkan, 10 dari 145 pasien dengan hepatitis akut memerlukan transplantasi hati.

“Menurut WHO, rentang usia pasien yang diidentifikasi sejauh ini antara bayi berusia satu bulan hingga remaja 18 tahun,” sebutnya seperti dilansir Jawa Post Group.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Masyarakat diimbau waspada dengan kemunculan hepatitis misterius. Hal ini lantaran Kementerian Kesehatan RI telah menemukan tiga kasus infeksi hepatitis misterius di Indonesia.

Tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo meninggal setelah terkena hepatitis akut.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban, penyebab hepatitis misterius juga tengah diselidiki banyak negara. Dua dugaan awal yang muncul adalah adenovirus 41 dan SARS-CoV-2.

Di beberapa pasien, para ahli bahkan menemukan dua kombinasi virus adenovirus 41 dan SARS-CoV-2 terhadap kasus hepatitis akut anak. Meski begitu, pakar meyakini masih ada kemungkinan infeksi hepatitis misterius disebabkan hal lain.

“Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri,” terangnya dalam akun Instagram pribadi Twitter, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Selasa (3/5/2022).

Hingga kini belum ada tes yang bisa memastikan infeksi hepatitis “misterius” tersebut. Namun, pasien dikategorikan terpapar jika dinyatakan negatif virus hepatitis A, B, C, D, E.

Prof. Zubairi mewanti-wanti bahaya infeksi hepatitis misterius. Data di Inggris menunjukkan, 10 dari 145 pasien dengan hepatitis akut memerlukan transplantasi hati.

“Menurut WHO, rentang usia pasien yang diidentifikasi sejauh ini antara bayi berusia satu bulan hingga remaja 18 tahun,” sebutnya seperti dilansir Jawa Post Group.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/