alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Dianggap tak Profesional Tangani Kasus Brigadir J, 25 Polisi Diperiksa

JAKARTA BALI EXPRESS – Sebanyak 25 polisi yang ditunjuk menangani tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan tidak profesional. Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listya Sigit Prabowo.

Polisi yang dianggap tidak profesional ini telah diperiksa Inspektorat Khusus Tim Khusus (Irsus Timsus) Polri yang dibentuk. “Sebanyak 25 personel ini kami periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8) malam seperti dikutip dari Pojoksulsel.

Selain itu, kata Jenderal Listyo, ada beberapa hal yang pihaknya anggap membuat proses olah TKP tersendat dan hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan. Sigit mengatakan bahwa mereka telah menjalani pemeriksaan oleh Irsus Timsus Polri di bawah pimpinan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto.

Baca Juga :  Ini Daftar Penerima Bintang Jasa dari Presiden Jokowi

Ia lantas memerinci personel tersebut, yakni tiga personel perwira tinggi (pati), lima personel berpangkat kombes polisi, tiga personel berpangkat AKBP, dua personel berpangkat kompol, tujuh personel perwira pertama (pama), serta lima personel bintara dan tamtama.

“Mereka dari kesatuan Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga ada beberapa personel dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim,” kata Sigit.

Terhadap 25 personel tersebut, kata Sigit, telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Di samping itu, juga akan diproses secara pidana apabila dari pemeriksaan yang berlangsung terdapat tindak pidananya.

“Malam ini saya keluarkan surat telegram (TR) khusus untuk memutasi, dan tentunya harapan saya penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik,” kata jenderal bintang empat itu.

Baca Juga :  Dua Pembunuh Bule Belanda Diganjar Hukuman 15 Tahun

Sigit meyakini tim khusus akan bekerja keras mengungkap insiden tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kasus secara transparan sehingga penyidikan bisa dipahami dan menginginkan penyidikan betul-betul transparan.

“Saya yakin timsus akan bekerja keras, kemudian menjelaskan kepada masyarakat sehingga membuat terang peristiwa yang terjadi,” kata Kapolri Jenderal Listyo.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA BALI EXPRESS – Sebanyak 25 polisi yang ditunjuk menangani tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan tidak profesional. Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listya Sigit Prabowo.

Polisi yang dianggap tidak profesional ini telah diperiksa Inspektorat Khusus Tim Khusus (Irsus Timsus) Polri yang dibentuk. “Sebanyak 25 personel ini kami periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8) malam seperti dikutip dari Pojoksulsel.

Selain itu, kata Jenderal Listyo, ada beberapa hal yang pihaknya anggap membuat proses olah TKP tersendat dan hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan. Sigit mengatakan bahwa mereka telah menjalani pemeriksaan oleh Irsus Timsus Polri di bawah pimpinan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto.

Baca Juga :  Empat Pembunuh Pensiunan Polisi Dituntut 12 dan 15 Tahun

Ia lantas memerinci personel tersebut, yakni tiga personel perwira tinggi (pati), lima personel berpangkat kombes polisi, tiga personel berpangkat AKBP, dua personel berpangkat kompol, tujuh personel perwira pertama (pama), serta lima personel bintara dan tamtama.

“Mereka dari kesatuan Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga ada beberapa personel dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim,” kata Sigit.

Terhadap 25 personel tersebut, kata Sigit, telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Di samping itu, juga akan diproses secara pidana apabila dari pemeriksaan yang berlangsung terdapat tindak pidananya.

“Malam ini saya keluarkan surat telegram (TR) khusus untuk memutasi, dan tentunya harapan saya penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik,” kata jenderal bintang empat itu.

Baca Juga :  Berawal Saling Salip di Gitgit, Mantan Tentara Tewas Ditusuk Belati

Sigit meyakini tim khusus akan bekerja keras mengungkap insiden tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kasus secara transparan sehingga penyidikan bisa dipahami dan menginginkan penyidikan betul-betul transparan.

“Saya yakin timsus akan bekerja keras, kemudian menjelaskan kepada masyarakat sehingga membuat terang peristiwa yang terjadi,” kata Kapolri Jenderal Listyo.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/