alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Wabah Monkeypox Diduga Masuk Indonesia, Kemenkes: Jangan Panik!

JAKARTA, BALI EXPRESS – Kementerian Kesehatan meminta masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu panik dalam melihat adanya kabar bahwa cacar monyet (monkeypox) diduga sudah mulai menyebar luas.

Imbauan itu disampaikan karena disebut bahwa masa inkubasi cacar monyet akan pecah dan timbul bintik hitam lalu mengelupas dengan sendirinya setelah masa inkubasi.

Bahkan Kemenkes juga mneyebut bahwa wabah cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya. Sehingga masyarakat tidak perlu merasa panik berlebihan. “Virus cacar monyet setelah masa inkubasi selesai itu pecah, dan timbul bintik hitam lalu mengelupas,” tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, Kamis, (4/08)

Wabah cacar monyet memang bisa parah, tetapi dengan catatan ditambah dengan infeksi penyakit yang lain. Terlebih jika seseorang punya penyakit komorbid, maka cacar monyet bisa sangat berbahaya bagi manusia. Obat yang disebut-sebut ampuh menyembuhkan wabah cacar monyet yakni ada tecovirimat dan brincidofovir.

Baca Juga :  Usut 279 Juta Data Bocor, Polisi Panggil Lima Vendor BPJS Kesehatan

“Silakan saja negara-negara yang meyakini itu sebagai anti virus yang bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kini telah membentuk satgas khusus untuk menangani kasus cacar monyet. Hal itu diharapkan dapat mampu mencegah penularan wabah tersebut di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr. Hanny Nilasari ingin memastikan Indonesia bisa cepat mendeteksi dan mencegah kasus cacar monyet. Dengan adanya langkah itu, kemampuan dokter dan fasilitas kesehatan tidak diragukan lagi apabila kasus cacar monyet memang benar ada di Indonesia.

Satgas yang dibentuk juga dipastikan bakal berisi dari anggota organisasi profesi IDI. Pihak IDI ingin berkerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan juga beberapa organisasi profesi lainnya untuk menghadapi cacar monyet.

Baca Juga :  LIPI Beber Sumber Senjata KKB

Kolaborasi yang dimaksud yakni ada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI).

Tak hanya itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia  dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS Patklin) juga ikut dalam kolaborasi itu.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Kementerian Kesehatan meminta masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu panik dalam melihat adanya kabar bahwa cacar monyet (monkeypox) diduga sudah mulai menyebar luas.

Imbauan itu disampaikan karena disebut bahwa masa inkubasi cacar monyet akan pecah dan timbul bintik hitam lalu mengelupas dengan sendirinya setelah masa inkubasi.

Bahkan Kemenkes juga mneyebut bahwa wabah cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya. Sehingga masyarakat tidak perlu merasa panik berlebihan. “Virus cacar monyet setelah masa inkubasi selesai itu pecah, dan timbul bintik hitam lalu mengelupas,” tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, Kamis, (4/08)

Wabah cacar monyet memang bisa parah, tetapi dengan catatan ditambah dengan infeksi penyakit yang lain. Terlebih jika seseorang punya penyakit komorbid, maka cacar monyet bisa sangat berbahaya bagi manusia. Obat yang disebut-sebut ampuh menyembuhkan wabah cacar monyet yakni ada tecovirimat dan brincidofovir.

Baca Juga :  Uji Coba Lintasan Kereta Berjalan Lancar, 17 Agustus Siap Beroperasi

“Silakan saja negara-negara yang meyakini itu sebagai anti virus yang bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kini telah membentuk satgas khusus untuk menangani kasus cacar monyet. Hal itu diharapkan dapat mampu mencegah penularan wabah tersebut di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr. Hanny Nilasari ingin memastikan Indonesia bisa cepat mendeteksi dan mencegah kasus cacar monyet. Dengan adanya langkah itu, kemampuan dokter dan fasilitas kesehatan tidak diragukan lagi apabila kasus cacar monyet memang benar ada di Indonesia.

Satgas yang dibentuk juga dipastikan bakal berisi dari anggota organisasi profesi IDI. Pihak IDI ingin berkerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan juga beberapa organisasi profesi lainnya untuk menghadapi cacar monyet.

Baca Juga :  Di Gianyar, Dana Desa Digunakan untuk Penanganan Covid-19

Kolaborasi yang dimaksud yakni ada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI).

Tak hanya itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia  dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS Patklin) juga ikut dalam kolaborasi itu.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/