alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

HUT Bhayangkara Ke-76, Pesan Presiden Jokowi Selaras Visi Misi LDII

SEMARANG, BALI EXPRESS – Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono menghadiri HUT Bhayangkara ke-76 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam acara tersebut.

Menurutnya dengan organisasi yang bekerja sampai pedesaan, masyarakat bisa menilai langsung kinerja kepolisian. “Di manapun Anda bertugas langsung dinilai diawasi oleh rakyat. Apakah sesuai dengan harapan rakyat. Survei Kompas, 58 persen responden menilai tindakan Polri sudah sesuai dengan visi Presisi, namun 28,6 persen menyatakan belum sesuai,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengingatkan tugas Kepolisian dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada era pandemi Covid-19 yang belum usai, pemindahan ibu kota, hingga pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

“Tugas berat kita masih banyak, pandemi Covid-19 masih perlu penanganan yang serius. Kedua, kita waspada dengan ketidakpastian global, krisis energi, pangan, dan keuangan,” jelas Jokowi.

Baca Juga :  10 Belum Teridentifikasi, 28 Jenazah Korban Semeru Sudah Diambil 

Oleh sebab itu, lanjut presiden, Polri harus memastikan kamtibmas, agar bangsa Indonesia lebih kokoh dalam menghadapi tantangan. “Ketiga harus makin siap menghadapi ancaman kejahatan berbasis teknologi terbaru, Polri harus lebih maju dibanding pelaku kejahatan, dan polri harus berinovasi meningkatkan penguasaan teknologi,” ujarnya.

Menanggapi pidato Presiden Jokowi, Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Singgih Tri Sulistiyono yang mewakili DPP LDII menghadiri acara tersebut, mengingatkan semua pihak mengenai tantangan global yang sedang dihadapi bangsa di seluruh dunia.

Singgih yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, mengatakan tema hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara kali ini bertema ‘Untuk Kepolisian yang Presisi’, selaras dengan visi misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang menginginkan zero error dalam rangka berdakwah di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga :  KPK Siap Perlihatkan Bukti Kasus Suap Melibatkan Mantan Penyidik KPK

Yang kedua, LDII juga merasa pada saat ini, tantangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi terkait perubahan teknologi, ancaman krisis pangan dan energi dialami langsung oleh masyarakat. Untuk itu, DPP LDII meminta masyarakat, terutama warganya untuk meringankan beban pemerintah.

“Krisis pangan bisa disikapi dengan ketahanan pangan rumah tangga, dan krisis energi diupayakan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan,” ujar Singgih.

Bahkan, pihaknya mendorong agar kelas menengah tidak memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak jebol.

Yang ketiga, lanjut Singgih, LDII bersama dengan elemen masyarakat yang lain saling bahu membahu dalam rangka tetap mempertahankan bingkai NKRI sesuai dengan cita-cita founding father.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

SEMARANG, BALI EXPRESS – Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono menghadiri HUT Bhayangkara ke-76 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam acara tersebut.

Menurutnya dengan organisasi yang bekerja sampai pedesaan, masyarakat bisa menilai langsung kinerja kepolisian. “Di manapun Anda bertugas langsung dinilai diawasi oleh rakyat. Apakah sesuai dengan harapan rakyat. Survei Kompas, 58 persen responden menilai tindakan Polri sudah sesuai dengan visi Presisi, namun 28,6 persen menyatakan belum sesuai,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengingatkan tugas Kepolisian dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada era pandemi Covid-19 yang belum usai, pemindahan ibu kota, hingga pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

“Tugas berat kita masih banyak, pandemi Covid-19 masih perlu penanganan yang serius. Kedua, kita waspada dengan ketidakpastian global, krisis energi, pangan, dan keuangan,” jelas Jokowi.

Baca Juga :  Bhayangkara Wilwatikta Meriahkan HUT Bhayangkara ke-76 di Polres Gianyar

Oleh sebab itu, lanjut presiden, Polri harus memastikan kamtibmas, agar bangsa Indonesia lebih kokoh dalam menghadapi tantangan. “Ketiga harus makin siap menghadapi ancaman kejahatan berbasis teknologi terbaru, Polri harus lebih maju dibanding pelaku kejahatan, dan polri harus berinovasi meningkatkan penguasaan teknologi,” ujarnya.

Menanggapi pidato Presiden Jokowi, Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Singgih Tri Sulistiyono yang mewakili DPP LDII menghadiri acara tersebut, mengingatkan semua pihak mengenai tantangan global yang sedang dihadapi bangsa di seluruh dunia.

Singgih yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, mengatakan tema hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara kali ini bertema ‘Untuk Kepolisian yang Presisi’, selaras dengan visi misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang menginginkan zero error dalam rangka berdakwah di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga :  Inmendagri Terbaru, Jakarta dan Bali Terapkan PPKM Level 3 Hingga 14 Februari

Yang kedua, LDII juga merasa pada saat ini, tantangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi terkait perubahan teknologi, ancaman krisis pangan dan energi dialami langsung oleh masyarakat. Untuk itu, DPP LDII meminta masyarakat, terutama warganya untuk meringankan beban pemerintah.

“Krisis pangan bisa disikapi dengan ketahanan pangan rumah tangga, dan krisis energi diupayakan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan,” ujar Singgih.

Bahkan, pihaknya mendorong agar kelas menengah tidak memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak jebol.

Yang ketiga, lanjut Singgih, LDII bersama dengan elemen masyarakat yang lain saling bahu membahu dalam rangka tetap mempertahankan bingkai NKRI sesuai dengan cita-cita founding father.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/