alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Inmendagri Terbaru, Jakarta dan Bali Terapkan PPKM Level 3 Hingga 14 Februari

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pemerintah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor  9 Tahun 2022. Inmendagri yang ditandatangani oleh Mendagri Tito Karnavian itu mulai berlaku efektif 8- 14 Februari 2022.

Dikutip dari Radar Solo, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendgari Safrizal ZA, mengatakan, peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dalam seminggu terakhir ini, telah diprediksi oleh pemerintah. Sebagai bentuk antisipasi kebijakan, Menteri Dalam Negeri telah memperpanjang dan memperbarui level PPKM untuk wilayah Jawa-Bali melalui diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2022.

Ada beberapa hal yang diatur dalam Inmendagri Nomor 9 tahun 2022 guna mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 varian Omicron. Antara lain adanya perubahan jumlah daerah pada level 1 yang mengalami penurunan dari 40 daerah menjadi 30 daerah. Kemudian level 2 dari 86 daerah menjadi 57 daerah. Sedangkan daerah yang berada pada level 3 mengalami peningkatan cukup signifikan, dari 2 daerah menjadi 41 daerah. 41 daerah yang berada pada PPKM level 3 di antaranya Jakarta dan Bali.

Peningkatan jumlah daerah yang berada pada level 3 tidak semata-mata karena meningkatnya jumlah kasus positif, yang salah satunya disebabkan Omicron. Namun, juga karena faktor menurunnya tracing yang dilakukan dan mulai bertambahnya tingkat bed occupancy rate (BOR) rumah sakit.

Safrizal menegaskan kembali, adanya varian Omicron, sekali lagi, membuktikan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. “Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan. Hindari kerumunan dan jangan kendor sedikit pun dalam disiplin protokol kesehatan,” tandas Safrizal.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pemerintah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor  9 Tahun 2022. Inmendagri yang ditandatangani oleh Mendagri Tito Karnavian itu mulai berlaku efektif 8- 14 Februari 2022.

Dikutip dari Radar Solo, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendgari Safrizal ZA, mengatakan, peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dalam seminggu terakhir ini, telah diprediksi oleh pemerintah. Sebagai bentuk antisipasi kebijakan, Menteri Dalam Negeri telah memperpanjang dan memperbarui level PPKM untuk wilayah Jawa-Bali melalui diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2022.

Ada beberapa hal yang diatur dalam Inmendagri Nomor 9 tahun 2022 guna mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 varian Omicron. Antara lain adanya perubahan jumlah daerah pada level 1 yang mengalami penurunan dari 40 daerah menjadi 30 daerah. Kemudian level 2 dari 86 daerah menjadi 57 daerah. Sedangkan daerah yang berada pada level 3 mengalami peningkatan cukup signifikan, dari 2 daerah menjadi 41 daerah. 41 daerah yang berada pada PPKM level 3 di antaranya Jakarta dan Bali.

Peningkatan jumlah daerah yang berada pada level 3 tidak semata-mata karena meningkatnya jumlah kasus positif, yang salah satunya disebabkan Omicron. Namun, juga karena faktor menurunnya tracing yang dilakukan dan mulai bertambahnya tingkat bed occupancy rate (BOR) rumah sakit.

Safrizal menegaskan kembali, adanya varian Omicron, sekali lagi, membuktikan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. “Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan. Hindari kerumunan dan jangan kendor sedikit pun dalam disiplin protokol kesehatan,” tandas Safrizal.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/