26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Dianggap Tendensius, Pengacara Kuat Ma’ruf Laporkan Hakim ke MA dan KY

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pengacara terdakwa Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan melaporkan Wahyu Iman Santoso, hakim persidangan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA).

Dia mengatakan, laporan dibuat usai tim kuasa hukum melakukan evaluasi jalannya persidangan sampai saat ini.

“Iya (lapor) ke KY ketua majelisnya sama ke Bawas Mahkamah Agung,” kata Irwan saat dilansir, Kamis (8/12).

Irwan menduga ketua majelis hakim telah melakukan pelanggaran kode etik selama pemeriksaan saksi. Hal itu tergambar melalui ucapan-ucapan tendensius yang terlontar dalam persidangan.

“Seperti disampaikan ke Kuat misalnya, ketika diperiksa sebagai saksi, disampaikan bahwa kamu konsisten berbohong. Kemudian pada saat Kodir diperiksa, ini setingan semua. Hal-hal seperti ini kan sudah menyimpulkan. Harus diuji dengan keterangan yang lain,” jelas Irwan.

“Kesimpulan seperti itu yang menurut kami tidak pada tempatnya disampaikan majelis dalam pemeriksaan saksi,” imbuh dia.

Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) membenarkan telah menerima laporan dari pihak terdakwa Kuat Ma’ruf terhadap Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso. Laporan tersebut saat ini tengah dipelajari terlebih dahulu.

“Benar, yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya mengajukan laporan terhadap ketua majelis kepada Komisi Yudisial. Kami akan verifikasi dulu laporannya, apakah memenuhi syarat atau tidak untuk ditindaklanjuti,” kata Juru Bicara KY, Miko Ginting kepada wartawan, Kamis (8/12).

Miko memastikan, pihaknya akan bekerja secara objektif. Dia pun menekankan bahwa jalannya persidangan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tidak akan terganggu.

“Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara objektif. Perlu pemahaman bahwa area Komisi Yudisial adalah memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim. Jadi, penanganan laporan ini tidak akan mengganggu jalannya persidangan,” tegasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pengacara terdakwa Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan melaporkan Wahyu Iman Santoso, hakim persidangan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA).

Dia mengatakan, laporan dibuat usai tim kuasa hukum melakukan evaluasi jalannya persidangan sampai saat ini.

“Iya (lapor) ke KY ketua majelisnya sama ke Bawas Mahkamah Agung,” kata Irwan saat dilansir, Kamis (8/12).

Irwan menduga ketua majelis hakim telah melakukan pelanggaran kode etik selama pemeriksaan saksi. Hal itu tergambar melalui ucapan-ucapan tendensius yang terlontar dalam persidangan.

“Seperti disampaikan ke Kuat misalnya, ketika diperiksa sebagai saksi, disampaikan bahwa kamu konsisten berbohong. Kemudian pada saat Kodir diperiksa, ini setingan semua. Hal-hal seperti ini kan sudah menyimpulkan. Harus diuji dengan keterangan yang lain,” jelas Irwan.

“Kesimpulan seperti itu yang menurut kami tidak pada tempatnya disampaikan majelis dalam pemeriksaan saksi,” imbuh dia.

Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) membenarkan telah menerima laporan dari pihak terdakwa Kuat Ma’ruf terhadap Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso. Laporan tersebut saat ini tengah dipelajari terlebih dahulu.

“Benar, yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya mengajukan laporan terhadap ketua majelis kepada Komisi Yudisial. Kami akan verifikasi dulu laporannya, apakah memenuhi syarat atau tidak untuk ditindaklanjuti,” kata Juru Bicara KY, Miko Ginting kepada wartawan, Kamis (8/12).

Miko memastikan, pihaknya akan bekerja secara objektif. Dia pun menekankan bahwa jalannya persidangan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tidak akan terganggu.

“Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara objektif. Perlu pemahaman bahwa area Komisi Yudisial adalah memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim. Jadi, penanganan laporan ini tidak akan mengganggu jalannya persidangan,” tegasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru