alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Utang Indonesia Mengkhawatirkan, Dedi: Pengganti Jokowi Punya Beban Berat

Posisi utang Indonesia saat ini bisa dikategorikan mengkhawatirkan. Mengacu data APBN, posisi utang Indonesia per Juni hingga Mei 2022 tercatat berada di kisaran Rp 7.002,24 triliun.

Rinciannya, utang pemerintah berupa surat berharga negara (SBN) menyentuh angka Rp 6.175,83 triliun. Sementara itu, untuk pinjaman atau utang sebesar Rp 825 triliun lebih, dimana pinjaman dalam negeri di angka Rp 14,72 triliun dan untuk utang luar negerinya sebesar Rp 811,67 triliun.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah malah menyebut Presiden Jokowi seolah tak memiliki persoalan. Menurut Dedi, penerus Presiden Jokowi di tahun 2024 mendatang akan punya beban berat menanggung utang Indonesia yang menumpuk.

Dikutip dari Pojoksatu.id., Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, Minggu (10/7) mengatakan, kondisi mengkhawatirkan Indonesia saat ini adalah beban utang yang membesar.

Baca Juga :  Kapolri Kumpulkan para Jenderal, Keberadaan Kadiv Propam Dipertanyakan

Dia mengaku khawatir meski pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memiliki dalih bahwa kemampuan negara dalam menanggung utang masih kuat.

“Beban ini sekaligus menjadi momok penerus Jokowi, seolah Jokowi tidak miliki persoalan, padahal masalah itu akan muncul di kemudian hari,” kata Dedi.






Reporter: Wiwin Meliana

Posisi utang Indonesia saat ini bisa dikategorikan mengkhawatirkan. Mengacu data APBN, posisi utang Indonesia per Juni hingga Mei 2022 tercatat berada di kisaran Rp 7.002,24 triliun.

Rinciannya, utang pemerintah berupa surat berharga negara (SBN) menyentuh angka Rp 6.175,83 triliun. Sementara itu, untuk pinjaman atau utang sebesar Rp 825 triliun lebih, dimana pinjaman dalam negeri di angka Rp 14,72 triliun dan untuk utang luar negerinya sebesar Rp 811,67 triliun.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah malah menyebut Presiden Jokowi seolah tak memiliki persoalan. Menurut Dedi, penerus Presiden Jokowi di tahun 2024 mendatang akan punya beban berat menanggung utang Indonesia yang menumpuk.

Dikutip dari Pojoksatu.id., Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, Minggu (10/7) mengatakan, kondisi mengkhawatirkan Indonesia saat ini adalah beban utang yang membesar.

Baca Juga :  BLT Minyak Goreng Cair April, Ini Kriteria Penerimanya

Dia mengaku khawatir meski pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memiliki dalih bahwa kemampuan negara dalam menanggung utang masih kuat.

“Beban ini sekaligus menjadi momok penerus Jokowi, seolah Jokowi tidak miliki persoalan, padahal masalah itu akan muncul di kemudian hari,” kata Dedi.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/