26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Penyelidikan Dihentikan, Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi Ternyata Bohong

JAKARTA, BALI EXPRESS – Penyelidikan kasus dugaan pelecehan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap Putri Candrawathi resmi dihentikan tim penyidik. Kepastian dihentikannya kasus tersebut disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi kepada wartawan di Bareskrim, Jumat (12/8) malam.

Hal ini dikarenakan pelecehan seksual yang dituduhkan terhadap Brigadir Josua kepada Putri Candrawathi yang selama ini digaungkan sebagai motif pembunuhan, ternyata bohong.

Sebelumnya Ferdy Sambo juga melontarkan surat terbuka, di mana terdapat pengakuan bahwa motif ia merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J karena alasan menjaga kehormatan keluarganya. Alibi Ferdy Sambo terbaru tersebut akhirnya terjawab bahwa tak ada unsur pidana dalam laporan pelecehan dan kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi oleh Brigadir J.

Pernyataan itu tegas, memang tak ada pelecehan seksual seperti yang dilaporkan Putri Candrawathi sejak awal kasus ini mencuat ke publik pada 9 Juli 2022 lalu.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, kami hentikan penyidikan kasus pelecehan seksual dan dugaan pembunuhan,” ungkap Andi Rian.

Andi Rian menyampaikan, alasan dihentikan kedua perkara yang dilaporkan Putri Candrawathi itu lantaran memang tidak ditemukan tindak pidananya.

Andi Rian menyebut, laporan polisi yang dilayangkan Putri Candrawathi terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua itu juga dinilai sebagai usaha menghalang-halangi penyelidikan atau obstruction of justice. Sebab, kedua kasus yang dituduhkan kepada terlapor Brigadir J itu tidak pernah dialami pelapor Putri Candrawathi.

“Dugaan pembunuhan dan pelecehan seksual (Putri Candrawathi) itu tidak ada. Oleh karena itu dihentikan penyidikannya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Putri Candrawathi diduga berupaya berbohong dengan melayangkan dua laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Laporan tersebut dilayangkan istri Ferdy Sambo sehari setelah penembakan Brigadir J atau pada tanggal 9 Juli 2022. Dari sini pun sebenarnya sudah janggal.

Dalam pernyataan awalnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan saat itu Kombes Budhi Herdi Susianto menyebut, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada Eliezer atau Bharada E.

Budhi mengungkap, baku tembak dipicu adanya pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo itu.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Penyelidikan kasus dugaan pelecehan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap Putri Candrawathi resmi dihentikan tim penyidik. Kepastian dihentikannya kasus tersebut disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi kepada wartawan di Bareskrim, Jumat (12/8) malam.

Hal ini dikarenakan pelecehan seksual yang dituduhkan terhadap Brigadir Josua kepada Putri Candrawathi yang selama ini digaungkan sebagai motif pembunuhan, ternyata bohong.

Sebelumnya Ferdy Sambo juga melontarkan surat terbuka, di mana terdapat pengakuan bahwa motif ia merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J karena alasan menjaga kehormatan keluarganya. Alibi Ferdy Sambo terbaru tersebut akhirnya terjawab bahwa tak ada unsur pidana dalam laporan pelecehan dan kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi oleh Brigadir J.

Pernyataan itu tegas, memang tak ada pelecehan seksual seperti yang dilaporkan Putri Candrawathi sejak awal kasus ini mencuat ke publik pada 9 Juli 2022 lalu.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, kami hentikan penyidikan kasus pelecehan seksual dan dugaan pembunuhan,” ungkap Andi Rian.

Andi Rian menyampaikan, alasan dihentikan kedua perkara yang dilaporkan Putri Candrawathi itu lantaran memang tidak ditemukan tindak pidananya.

Andi Rian menyebut, laporan polisi yang dilayangkan Putri Candrawathi terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua itu juga dinilai sebagai usaha menghalang-halangi penyelidikan atau obstruction of justice. Sebab, kedua kasus yang dituduhkan kepada terlapor Brigadir J itu tidak pernah dialami pelapor Putri Candrawathi.

“Dugaan pembunuhan dan pelecehan seksual (Putri Candrawathi) itu tidak ada. Oleh karena itu dihentikan penyidikannya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Putri Candrawathi diduga berupaya berbohong dengan melayangkan dua laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Laporan tersebut dilayangkan istri Ferdy Sambo sehari setelah penembakan Brigadir J atau pada tanggal 9 Juli 2022. Dari sini pun sebenarnya sudah janggal.

Dalam pernyataan awalnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan saat itu Kombes Budhi Herdi Susianto menyebut, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada Eliezer atau Bharada E.

Budhi mengungkap, baku tembak dipicu adanya pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo itu.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru