alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Lolos dari Hukuman Mati, Pemerkosa 13 Santri Divonis Seumur Hidup

JAWA BARAT, BALI EXPRESS- Sidang putusan pelaku pemerkosa 13 santri digelar secara terbatas di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (15/2/2022). Pelaku Herry Wirawan, divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim.

Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Dilansir dari Radar Bogor, Herry sendiri hadir langsung ke muka persidangan. Dia duduk menghadap hakim untuk mendengarkan vonis. Vonis kepada Herry Wirawan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Herry Wirawan oleh jaksa penuntut umum dituntut hukuman mati atas perbuatan tidak terpuji itu. Jaksa menilai aksi Herry yang memerkosa 13 santri di bawah umur itu merupakan kejahatan sangat serius.

Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia dan membayar sejumlah denda serta penyitaan aset untuk dilelang. Jaksa juga menuntut agar identitas Herry disebarkan kepada khalayak.

Herry Wirawan hadir di PN Bandung, sekitar pukul 09.15 WIB menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bandung. Terdakwa turun dari mobil tahanan dengan kawalan dari petugas kejaksaan.

”Tolong kasih jalan, kasih jalan, nanti kita kasih foto,” kata petugas kejaksaan yang mengawal Herry masuk ke ruang sidang PN Bandung, Selasa (15/2/2022).

Saat dihadirkan, Herry menggunakan rompi tahanan merah dan memakai kopiah hitam dengan tangan yang diborgol. Selama digiring ke ruang sidang, Herry tak berkomentar apapun.






Reporter: Wiwin Meliana

JAWA BARAT, BALI EXPRESS- Sidang putusan pelaku pemerkosa 13 santri digelar secara terbatas di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (15/2/2022). Pelaku Herry Wirawan, divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim.

Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Dilansir dari Radar Bogor, Herry sendiri hadir langsung ke muka persidangan. Dia duduk menghadap hakim untuk mendengarkan vonis. Vonis kepada Herry Wirawan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Herry Wirawan oleh jaksa penuntut umum dituntut hukuman mati atas perbuatan tidak terpuji itu. Jaksa menilai aksi Herry yang memerkosa 13 santri di bawah umur itu merupakan kejahatan sangat serius.

Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia dan membayar sejumlah denda serta penyitaan aset untuk dilelang. Jaksa juga menuntut agar identitas Herry disebarkan kepada khalayak.

Herry Wirawan hadir di PN Bandung, sekitar pukul 09.15 WIB menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bandung. Terdakwa turun dari mobil tahanan dengan kawalan dari petugas kejaksaan.

”Tolong kasih jalan, kasih jalan, nanti kita kasih foto,” kata petugas kejaksaan yang mengawal Herry masuk ke ruang sidang PN Bandung, Selasa (15/2/2022).

Saat dihadirkan, Herry menggunakan rompi tahanan merah dan memakai kopiah hitam dengan tangan yang diborgol. Selama digiring ke ruang sidang, Herry tak berkomentar apapun.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/