25.4 C
Denpasar
Friday, March 24, 2023

AHY Sorot Pembangunan Era Jokowi, Jhon Sitorus Rinci Proyek Mangkrak Era SBY

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan. Pasalnya, dalam pidato AHY pihaknya menyorot masalah ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia akibat keuangan negara tak terkelola dengan baik.

Selain itu, AHY juga menyebut  proyek era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu banyak menyedot anggaran negara. Menurutnya, anggaran negara terlalu banyak digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tak berdampak pada rakyat kecil.

“Masalahnya bukan hanya krisis global, persoalan ekonomi kita makin rumit karena keuangan tidak dikelola dengan baik,” kata AHY di depan ribuan kader Demokrat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).

Putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebutkan, saat ini anggaran terlalu banyak digunakan untuk membiayai proyek-proyek mercusuar. Namun proyek mercusuar itu tidak banyak berdampak pada kehidupan wong cilik.

Baca Juga :  Gubernur Beberkan Bansos yang Diterima untuk Masyarakat Bali

Dia menyatakan, akibat banyaknya anggaran yang digunakan untuk proyek tersebut, utang Indonesia naik tiga kali lipat yang mencapai 7.733 triliun pada awal 2023. Dia menyebutkan, besarnya angka utang tersebut membuat Indonesia tercekik dan kesulitan untuk membayarnya.

Menanggapi pidato AHY yang menyorot proyek era pemerintahan Presiden Joko Widodo, penggiat media sosial Jhon Sitorus pun ikut berkomentar. Menurut Jhon, AHY sebaiknya berkaca dulu sebelum berpidato agar tidak memalukan wajah Susilo Bambang Yudhoyono.  Jhon merinci sejumlah mega proyek yang pembangunannya mangkrak di era pemerintahan presiden SBY.

“Hambalang, PLTU Maluku, 34 proyek listrik, Kertajati, Jembatan Merah Putih Ambon, itu semua mangkrak era SBY. Bila diakumulasikan, proyek mangkrak ini jauh lebih merugikan wong cilik. Jagalah perasaan PEPO,” cuitnya di akun Twitter, Selasa (14/3).

Baca Juga :  Tamba Mantap Jadi Penantang di Pilkada Jembrana





Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan. Pasalnya, dalam pidato AHY pihaknya menyorot masalah ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia akibat keuangan negara tak terkelola dengan baik.

Selain itu, AHY juga menyebut  proyek era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu banyak menyedot anggaran negara. Menurutnya, anggaran negara terlalu banyak digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tak berdampak pada rakyat kecil.

“Masalahnya bukan hanya krisis global, persoalan ekonomi kita makin rumit karena keuangan tidak dikelola dengan baik,” kata AHY di depan ribuan kader Demokrat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).

Putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebutkan, saat ini anggaran terlalu banyak digunakan untuk membiayai proyek-proyek mercusuar. Namun proyek mercusuar itu tidak banyak berdampak pada kehidupan wong cilik.

Baca Juga :  Pelecehan Ibu Hamil oleh Nakes Diselesaikan secara Kekeluargaan

Dia menyatakan, akibat banyaknya anggaran yang digunakan untuk proyek tersebut, utang Indonesia naik tiga kali lipat yang mencapai 7.733 triliun pada awal 2023. Dia menyebutkan, besarnya angka utang tersebut membuat Indonesia tercekik dan kesulitan untuk membayarnya.

Menanggapi pidato AHY yang menyorot proyek era pemerintahan Presiden Joko Widodo, penggiat media sosial Jhon Sitorus pun ikut berkomentar. Menurut Jhon, AHY sebaiknya berkaca dulu sebelum berpidato agar tidak memalukan wajah Susilo Bambang Yudhoyono.  Jhon merinci sejumlah mega proyek yang pembangunannya mangkrak di era pemerintahan presiden SBY.

“Hambalang, PLTU Maluku, 34 proyek listrik, Kertajati, Jembatan Merah Putih Ambon, itu semua mangkrak era SBY. Bila diakumulasikan, proyek mangkrak ini jauh lebih merugikan wong cilik. Jagalah perasaan PEPO,” cuitnya di akun Twitter, Selasa (14/3).

Baca Juga :  Bakti Rimbawan Indonesia bagi Hutan dan Lingkungan Hidup





Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru