alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

BBD Sebatas Rekreasi, YPBI Tak Perlu Rekomendasi Pertina Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketua Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI), Pino Bahari, menegaskan event tinju sport tourism bertajuk Bali Boxing Day (BBD) III yang digagas dan segera dihelat Agustus mendatang, pihaknya tak perlu meminta rekomendasi dari Pertina Bali. Alasannya, karena event BBD III ini merupakan event tinju rekreasi dan hiburan bagi masyarakat umum.

“Kami ingin menjelaskan supaya informasinya tidak simpang siur. BBD III itu tinju rekreasi atau olahraga hiburan bagi masyarakat umum, baik itu WNI maupun WNA. Jadi, Bali Boxing Day III tidak memerlukan rekomendasi dari pihak Pertina Bali sebagai induk organisasi olahraga tinju amatir Bali,” ungkap Pino Bahari, Rabu (14/7) dalam keterangan persnya.

Mantan juara Asian Games 1990 itu menambahkan, perlunya memahami bahwa dunia olahraga tinju itu terdiri atas tinju amatir, tinju profesional dan tinju rekreasi. Tinju amatir bagi atlet, pelatih dan ring official tinju bernaung di bawah organisasi nasional Pertina. Dimana memiliki AD/ART sendiri dan dalam rangka pembinaan atlet, mendapatkan anggaran atau dana dari APBN maupun APBD. 

“Intinya segala hal yang berhubungan dengan prestasi, baik itu daerah dan nasional, berada di bawah naungan Pertina,” jelasnya.

Selain amatir, terdapat juga tinju profesional. Ini adalah kategori bagi insan tinju yang menjadikan olahraga tinju sebagai profesi atau pekerjaan yang berhak menerima hasil berupa bayaran kontrak. Serta prestasi dalam setiap pertandingannya diawasi secara ketat oleh Komisi Tinju Profesional yang secara nasional ada KTI, ATI, KTPI dan FTPI. 

“Jika profesional, memiliki AD/ART nya sendiri yang bersifat swasta dengan promotor eventnya tanpa dukungan anggaran pemerintah dalam setiap kegiatan menggelar  pertandingan. Bahkan, dalam kejuaraan yang digelar, pihak promotor harus menanggung semua biaya penyelenggaraan, termasuk bayaran petinju, ring officials dan badan tinju profesional,” bebernya.

Sedangkan tinju rekreasi seperti Bali Boxing Day III yang akan digelar oleh Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI), tinju jenis ini terbuka bagi masyarakat umum pecinta olahraga tinju,vsebagai pelaku olahraga untuk rekreasi dan juga untuk kesehatan.

Tinju kategori ini tidak memerlukan suatu organisasi dalam beraktivitas karena sifatnya untuk hiburan dan kesenangan semata, tanpa ada ikatan kewajiban dan tanggung jawab prestasi apapun.

“Justru event ini sangat membantu Pertina, karena petinju amatir boleh ikut serta di dalamnya untuk menambah jam terbang dan pengalaman. Semoga dengan penjelasan ini semua pihak memahami dan tidak perlu lagi mempersoalkan masalah rekomendasi, karena jelas bagi kita semua bahwa Bali Boxing Day III adalah tinju rekreasi, bukan kejuaraan tinju amatir maupun kejuaraan tinju profesional,” tandas Pino Bahari yang sudah malang melintang di dunia tinju Bali, nasional, dan internasional ini. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketua Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI), Pino Bahari, menegaskan event tinju sport tourism bertajuk Bali Boxing Day (BBD) III yang digagas dan segera dihelat Agustus mendatang, pihaknya tak perlu meminta rekomendasi dari Pertina Bali. Alasannya, karena event BBD III ini merupakan event tinju rekreasi dan hiburan bagi masyarakat umum.

“Kami ingin menjelaskan supaya informasinya tidak simpang siur. BBD III itu tinju rekreasi atau olahraga hiburan bagi masyarakat umum, baik itu WNI maupun WNA. Jadi, Bali Boxing Day III tidak memerlukan rekomendasi dari pihak Pertina Bali sebagai induk organisasi olahraga tinju amatir Bali,” ungkap Pino Bahari, Rabu (14/7) dalam keterangan persnya.

Mantan juara Asian Games 1990 itu menambahkan, perlunya memahami bahwa dunia olahraga tinju itu terdiri atas tinju amatir, tinju profesional dan tinju rekreasi. Tinju amatir bagi atlet, pelatih dan ring official tinju bernaung di bawah organisasi nasional Pertina. Dimana memiliki AD/ART sendiri dan dalam rangka pembinaan atlet, mendapatkan anggaran atau dana dari APBN maupun APBD. 

“Intinya segala hal yang berhubungan dengan prestasi, baik itu daerah dan nasional, berada di bawah naungan Pertina,” jelasnya.

Selain amatir, terdapat juga tinju profesional. Ini adalah kategori bagi insan tinju yang menjadikan olahraga tinju sebagai profesi atau pekerjaan yang berhak menerima hasil berupa bayaran kontrak. Serta prestasi dalam setiap pertandingannya diawasi secara ketat oleh Komisi Tinju Profesional yang secara nasional ada KTI, ATI, KTPI dan FTPI. 

“Jika profesional, memiliki AD/ART nya sendiri yang bersifat swasta dengan promotor eventnya tanpa dukungan anggaran pemerintah dalam setiap kegiatan menggelar  pertandingan. Bahkan, dalam kejuaraan yang digelar, pihak promotor harus menanggung semua biaya penyelenggaraan, termasuk bayaran petinju, ring officials dan badan tinju profesional,” bebernya.

Sedangkan tinju rekreasi seperti Bali Boxing Day III yang akan digelar oleh Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI), tinju jenis ini terbuka bagi masyarakat umum pecinta olahraga tinju,vsebagai pelaku olahraga untuk rekreasi dan juga untuk kesehatan.

Tinju kategori ini tidak memerlukan suatu organisasi dalam beraktivitas karena sifatnya untuk hiburan dan kesenangan semata, tanpa ada ikatan kewajiban dan tanggung jawab prestasi apapun.

“Justru event ini sangat membantu Pertina, karena petinju amatir boleh ikut serta di dalamnya untuk menambah jam terbang dan pengalaman. Semoga dengan penjelasan ini semua pihak memahami dan tidak perlu lagi mempersoalkan masalah rekomendasi, karena jelas bagi kita semua bahwa Bali Boxing Day III adalah tinju rekreasi, bukan kejuaraan tinju amatir maupun kejuaraan tinju profesional,” tandas Pino Bahari yang sudah malang melintang di dunia tinju Bali, nasional, dan internasional ini. 


Most Read

Artikel Terbaru

/