alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Jokowi Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Kamhar: Jangan Berharap Banyak

JAKARTA, BALI EXPRESS – Jokowi kembali mereshuffle Kabinet Indonesia Maju, Rabu (15/6). Reshuffle yang dilakukan itu mendapat kritikan dari  Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lukmana. Menurutnya, perombakan kabinet itu tidak lain hanya untuk mengakomodir kebutuhan politik.

“Secara tegas ini untuk mengakomodir kepentingan orang dekat dan partai koalisi,” kata Kamhar dalam keterangannya, seperti dikutip dari Pojoksatu.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tak berharap banyak kepada reshuffle yang dilakukan Jokowi.

“Jadi publik tentunya tidak dapat berharap banyak bahwa perubahan ini akan semakin membawa pada perbaikan,” ujarnya.

Anak Buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menganalisa bahwa reshuffle kali ini jelas-jelas untuk kepentingan politik Presiden Jokowi.

“Jadi terbaca bahwa perombakan ini lebih memenuhi dan melayani kepentingan politik Pak Jokowi, bukan menyelesaikan persoalan rakyat,” ucapnya.

Selain itu, Kamhar meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar mengawasi kinerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Publik mesti melakukan kontrol yang lebih kritis, mengingat Pak Zulkifli Hasan sebelumnya pernah mewacanakan ini,” tuturnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi melantik menteri dan wakil menteri untuk Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan periode tahun 2022-2024.

Mereka yang dilantik sebagai menteri dalam reshuffle kedua Kabinet Indonesia Maju yakni Zulkifli Hasan.

Dia ditugaskan sebagai menteri perdagangan menggantikan Muhammad Luthfi.

Kemudian, Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Adapun ketiga nama Wamen yang dilantik yakni John Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Selanjutnya, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Jokowi kembali mereshuffle Kabinet Indonesia Maju, Rabu (15/6). Reshuffle yang dilakukan itu mendapat kritikan dari  Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lukmana. Menurutnya, perombakan kabinet itu tidak lain hanya untuk mengakomodir kebutuhan politik.

“Secara tegas ini untuk mengakomodir kepentingan orang dekat dan partai koalisi,” kata Kamhar dalam keterangannya, seperti dikutip dari Pojoksatu.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tak berharap banyak kepada reshuffle yang dilakukan Jokowi.

“Jadi publik tentunya tidak dapat berharap banyak bahwa perubahan ini akan semakin membawa pada perbaikan,” ujarnya.

Anak Buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menganalisa bahwa reshuffle kali ini jelas-jelas untuk kepentingan politik Presiden Jokowi.

“Jadi terbaca bahwa perombakan ini lebih memenuhi dan melayani kepentingan politik Pak Jokowi, bukan menyelesaikan persoalan rakyat,” ucapnya.

Selain itu, Kamhar meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar mengawasi kinerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Publik mesti melakukan kontrol yang lebih kritis, mengingat Pak Zulkifli Hasan sebelumnya pernah mewacanakan ini,” tuturnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi melantik menteri dan wakil menteri untuk Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan periode tahun 2022-2024.

Mereka yang dilantik sebagai menteri dalam reshuffle kedua Kabinet Indonesia Maju yakni Zulkifli Hasan.

Dia ditugaskan sebagai menteri perdagangan menggantikan Muhammad Luthfi.

Kemudian, Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Adapun ketiga nama Wamen yang dilantik yakni John Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Selanjutnya, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/