alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Oknum Anggota DPR RI Diduga Lakukan Pelecehan

JAKARTA, BALI EXPRESS – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memeriksa oknum anggota DPR RI yang diduga melakukan pelecehan seksual. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menjelaskan, penyidik memintai keterangan pelapor sebagai saksi.

“Saat ini penyidik telah mengundang pelapor untuk dimintai klarifikasi,” kata Nurul di Mabes Polri, Kamis (14/7) dikutif dari Pojoksatu.

Menurut Nurul, undangan permintaan klarifikasi telah disampaikan kepada pelapor. Agenda permintaan klarifikasi dijadwalkan pada Kamis.  Namun, hingga pukul 14.45 WIB, pelapor belum hadir memenuhi permintaan penyidik.

“Jadi, untuk kasus DK hari ini adalah jadwal pemanggilan untuk klarifikasi terhadap pelapor. Akan tetapi, pelapor belum hadir,” ujarnya.

Baca Juga :  Berikut Pasal-pasal Kontroversial dalam RKUHP yang Jadi Sorotan

Dalam surat undangan permintaan klarifikasi yang tersebar di kalangan wartawan, kasus tersebut berdasarkan laporan informasi Nomor: LI/35/VI/2022/Subdit V Dittipidum tertanggal 15 Juni.

Dari laporan tersebut, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sp.Lidik/793/VI/2022/Dittipidum tertanggal 24 Juni 2022. Terlapor DK disangkakan melakukan perbuatan cabul yang terjadi di Jakarta, Semarang (Jawa Tengah), dan Lamongan (Jawa Timur), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP.

Dikabarkan, laporan dilakukan oleh Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) selaku pendamping korban.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memeriksa oknum anggota DPR RI yang diduga melakukan pelecehan seksual. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menjelaskan, penyidik memintai keterangan pelapor sebagai saksi.

“Saat ini penyidik telah mengundang pelapor untuk dimintai klarifikasi,” kata Nurul di Mabes Polri, Kamis (14/7) dikutif dari Pojoksatu.

Menurut Nurul, undangan permintaan klarifikasi telah disampaikan kepada pelapor. Agenda permintaan klarifikasi dijadwalkan pada Kamis.  Namun, hingga pukul 14.45 WIB, pelapor belum hadir memenuhi permintaan penyidik.

“Jadi, untuk kasus DK hari ini adalah jadwal pemanggilan untuk klarifikasi terhadap pelapor. Akan tetapi, pelapor belum hadir,” ujarnya.

Baca Juga :  Mendekam di Rutan, Adam Deni Dikhabarkan Sakit

Dalam surat undangan permintaan klarifikasi yang tersebar di kalangan wartawan, kasus tersebut berdasarkan laporan informasi Nomor: LI/35/VI/2022/Subdit V Dittipidum tertanggal 15 Juni.

Dari laporan tersebut, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sp.Lidik/793/VI/2022/Dittipidum tertanggal 24 Juni 2022. Terlapor DK disangkakan melakukan perbuatan cabul yang terjadi di Jakarta, Semarang (Jawa Tengah), dan Lamongan (Jawa Timur), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP.

Dikabarkan, laporan dilakukan oleh Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) selaku pendamping korban.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/