26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Kronologi Lengkap Pembunuhan Brigadir Joshua; Sambo: Cepat Woy Kau Tembak!

JAKARTA, BALI EXPRESS – Sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua mulai digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10). Dalam sidang perdana tersebut, terungkap bahwa Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ikut menembak korban. Hal itu dilakukan untuk memsatikan ajudan istrinya tewas. Seperti apa kronologinya?

Sebelum pembunuhan tersebut terjadi, Ferdy Sambo marah setelah mendapat laporan dari istrinya Putri Candrawathi yang mengaku dilecehkan di rumahnya di Magelang, Kamis (7/7).

Tak terima dengan perbuatan Joshua, Ferdy Sambu kemudian meminta ajudannya, Ricky Rizal Wibowo untuk menembak Joshua.

Saat itu, Ricky Rizal tidak langsung melaksanakan perintah atasannya. Karena, dia tidak berani menembak koleganya sendiri, Ferdy Sambo kemudian meminta Richard Eliezer untuk mengeksekusi Joshua.

Saat memberi perintah tersebut, Sambo member tahu Richard, ihwal cerita sepihak yang diceritakan Putri yang belum tentu kebenarannya.

Mendapat cerita dari atasannya, Richard merasa tergerak hatinya. Dengan disaksikan Putri, Sambo mengatakan, “Berani kamu tembak Yosua” dan dijawab Yosua “Siap Komandan”.

Saat itu, Richard menerima tawaran Sambo, meskipun tahu konseksuensi hukumnya, karena dijanjikan sejumlah uang dan akan dilindungi Sambo.

Setelah anak buahnya berani menerima tawaran tersebut, Ferdy Sambo kemudian memberikan satu kotak peluru 9 milimeter kepada Richard dengan disaksikan Putri. Selanjutnya Sambo meminta agar Richard memasukan amunisi ke dalam magazine senjata api merk Glock 17 nomor seri MPY851 miliknya dan mengokang senjatanya.

“Kokang senjatamu!” kata Sambo kepada Richard. Atas perintah tersebut, Richard pun langsung melakukannya.

Setelah semua persiapan beres, Sambu kemudian memanggil Joshua ke lantai tiga rumah dinasnya di Jakarta.

Saat dipanggil, Joshua tidak menaruh curiga dan menemui Sambo. Selanjutnya, tanpa mengonfirmasi kebenaran cerita Putri, usai Joshua di hadapannya, Sambo langsung memegang leher belakang Yosua dan mendorongnya ke depan, sehingga posisi korban tepat di depan tangga, berhadapan dengan Sambo di depan, Richard di sebelah kanan Sambo, Kuat di Belakang Sambo dan Ricky di belakang Richard. Sementara Putri di kamar utama yang berjarak 3 meter dari lokasi tersebut.

“Jongkok kamu! “ perintah Sambo pada Joshua.

Karena terdesak, Joshua pun langsung mengangkat tangannya , sembari mengatakan “Ada apa ini? ” tanya Joshua pada Sambo.

Tapi pertanyaan itu tak mendapat jawaban. Yang terjadi, justru Sambo semakin meradang dan langsung berteriak memerintahkan Richard untuk menghabisi nyawa Joshua.

“ Woy…! kau tembak…! Kau tembak cepat…! Cepat woy kau tembak!” teriak Sambo kepada Richard.

Mendapat perintah menembak, Richard langsung memuntahkan peluru senjatanya sebanyak tiga hingga empat kali ke arah tubuh Joshua, hingga sang ajudan Putri itu terkabar jatuh bersimbah darah.

Melihat korban belum tewas, Sambo yang sudah memakai sarung tangan langsung menembak kepala bagian belakang sisi kiri Joshua.

Dalam upaya mengelabui perbuatannya, Sambo kemudian menembak di arah dinding tangga beberapa kali, lalu berbalik arah menghampiri Joshua yang sudah tewas, lalu menempelkan senjata api HS Nomor Seri H233001 milik Joshua ke tangan kiri Joshua. Kemudian berbalik arah menggunakan tangan kiri Joshua menembak ke arah tembok di atas TV. Hal ini agar seolah-olah terjadi baku tembak antara Richard dan Joshua. (jpg)


JAKARTA, BALI EXPRESS – Sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua mulai digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10). Dalam sidang perdana tersebut, terungkap bahwa Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ikut menembak korban. Hal itu dilakukan untuk memsatikan ajudan istrinya tewas. Seperti apa kronologinya?

Sebelum pembunuhan tersebut terjadi, Ferdy Sambo marah setelah mendapat laporan dari istrinya Putri Candrawathi yang mengaku dilecehkan di rumahnya di Magelang, Kamis (7/7).

Tak terima dengan perbuatan Joshua, Ferdy Sambu kemudian meminta ajudannya, Ricky Rizal Wibowo untuk menembak Joshua.

Saat itu, Ricky Rizal tidak langsung melaksanakan perintah atasannya. Karena, dia tidak berani menembak koleganya sendiri, Ferdy Sambo kemudian meminta Richard Eliezer untuk mengeksekusi Joshua.

Saat memberi perintah tersebut, Sambo member tahu Richard, ihwal cerita sepihak yang diceritakan Putri yang belum tentu kebenarannya.

Mendapat cerita dari atasannya, Richard merasa tergerak hatinya. Dengan disaksikan Putri, Sambo mengatakan, “Berani kamu tembak Yosua” dan dijawab Yosua “Siap Komandan”.

Saat itu, Richard menerima tawaran Sambo, meskipun tahu konseksuensi hukumnya, karena dijanjikan sejumlah uang dan akan dilindungi Sambo.

Setelah anak buahnya berani menerima tawaran tersebut, Ferdy Sambo kemudian memberikan satu kotak peluru 9 milimeter kepada Richard dengan disaksikan Putri. Selanjutnya Sambo meminta agar Richard memasukan amunisi ke dalam magazine senjata api merk Glock 17 nomor seri MPY851 miliknya dan mengokang senjatanya.

“Kokang senjatamu!” kata Sambo kepada Richard. Atas perintah tersebut, Richard pun langsung melakukannya.

Setelah semua persiapan beres, Sambu kemudian memanggil Joshua ke lantai tiga rumah dinasnya di Jakarta.

Saat dipanggil, Joshua tidak menaruh curiga dan menemui Sambo. Selanjutnya, tanpa mengonfirmasi kebenaran cerita Putri, usai Joshua di hadapannya, Sambo langsung memegang leher belakang Yosua dan mendorongnya ke depan, sehingga posisi korban tepat di depan tangga, berhadapan dengan Sambo di depan, Richard di sebelah kanan Sambo, Kuat di Belakang Sambo dan Ricky di belakang Richard. Sementara Putri di kamar utama yang berjarak 3 meter dari lokasi tersebut.

“Jongkok kamu! “ perintah Sambo pada Joshua.

Karena terdesak, Joshua pun langsung mengangkat tangannya , sembari mengatakan “Ada apa ini? ” tanya Joshua pada Sambo.

Tapi pertanyaan itu tak mendapat jawaban. Yang terjadi, justru Sambo semakin meradang dan langsung berteriak memerintahkan Richard untuk menghabisi nyawa Joshua.

“ Woy…! kau tembak…! Kau tembak cepat…! Cepat woy kau tembak!” teriak Sambo kepada Richard.

Mendapat perintah menembak, Richard langsung memuntahkan peluru senjatanya sebanyak tiga hingga empat kali ke arah tubuh Joshua, hingga sang ajudan Putri itu terkabar jatuh bersimbah darah.

Melihat korban belum tewas, Sambo yang sudah memakai sarung tangan langsung menembak kepala bagian belakang sisi kiri Joshua.

Dalam upaya mengelabui perbuatannya, Sambo kemudian menembak di arah dinding tangga beberapa kali, lalu berbalik arah menghampiri Joshua yang sudah tewas, lalu menempelkan senjata api HS Nomor Seri H233001 milik Joshua ke tangan kiri Joshua. Kemudian berbalik arah menggunakan tangan kiri Joshua menembak ke arah tembok di atas TV. Hal ini agar seolah-olah terjadi baku tembak antara Richard dan Joshua. (jpg)


Most Read

Artikel Terbaru