alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Luhut, Haris Azhar Siap Dipenjara

JAKARTA, BALI EXPRESS- Menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan,Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mengaku siap dipenjara. Dia juga mengaku tak gentar dengan status yang disandangnya saat ini.

Pendiri Lokataru Foundation tersebut juga mengaku tak membuatnya pusing dengan status tersangka dugaan pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

“Saya anggap bahwa negara hari ini hanya bisa memberikan status tahanan (tersangka), atau suatu hari akan memenjarakan saya. Saya anggap itu sebagai sebuah kehormatan buat saya,” ujar Haris Azhar dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube KontraS, Sabtu (19/3) seperti dikutip dari pojoksatu.id.

Selain itu, Haris Azhar menilai penegakkan hukum yang dihadapinya saat ini jauh dari azas hukum dan berkeadilan.

Sebab dalam prosesnya, materi pokok dari permasalahan yang dibahas Haris dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti tentang keterlibatan Luhut dalam proyek tambang di Intan Jaya, Papua, tidak dibahas oleh kepolisian.

Di samping itu, temuan KontraS dan delapan lembaga lainnya yang justru dijadikan materi pelaporan oleh Luhut Panjaitan, sudah terbukti di lapangan.

Karena, Haris Azhar mendapat informasi bahwa situasi buruk di Papua sekarang ini masih terus berlanjut.

“Dulu saya dan Fatia di pemeriksaan awal sudah mengatakan, daripada negara sibuk mempidanakan kami lebih baik urus Papua,” jelasnya.

“Dan hari ini terbukti, karena mereka gesit mempidanakan kami akibatnya situasi buruk di Papua, di Intan Jaya, terus terjadi,” katanya.

“Jadi proses ini menunjukkan ada kemiskinan integritas dari cara negara menangani situasi. Menolak fakta, mengabaikan lapangan, dan ingin memenjarakan messanger-nya, dalam hal ini saya dan Fatia,” kata Haris Azhar.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS- Menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan,Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mengaku siap dipenjara. Dia juga mengaku tak gentar dengan status yang disandangnya saat ini.

Pendiri Lokataru Foundation tersebut juga mengaku tak membuatnya pusing dengan status tersangka dugaan pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

“Saya anggap bahwa negara hari ini hanya bisa memberikan status tahanan (tersangka), atau suatu hari akan memenjarakan saya. Saya anggap itu sebagai sebuah kehormatan buat saya,” ujar Haris Azhar dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube KontraS, Sabtu (19/3) seperti dikutip dari pojoksatu.id.

Selain itu, Haris Azhar menilai penegakkan hukum yang dihadapinya saat ini jauh dari azas hukum dan berkeadilan.

Sebab dalam prosesnya, materi pokok dari permasalahan yang dibahas Haris dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti tentang keterlibatan Luhut dalam proyek tambang di Intan Jaya, Papua, tidak dibahas oleh kepolisian.

Di samping itu, temuan KontraS dan delapan lembaga lainnya yang justru dijadikan materi pelaporan oleh Luhut Panjaitan, sudah terbukti di lapangan.

Karena, Haris Azhar mendapat informasi bahwa situasi buruk di Papua sekarang ini masih terus berlanjut.

“Dulu saya dan Fatia di pemeriksaan awal sudah mengatakan, daripada negara sibuk mempidanakan kami lebih baik urus Papua,” jelasnya.

“Dan hari ini terbukti, karena mereka gesit mempidanakan kami akibatnya situasi buruk di Papua, di Intan Jaya, terus terjadi,” katanya.

“Jadi proses ini menunjukkan ada kemiskinan integritas dari cara negara menangani situasi. Menolak fakta, mengabaikan lapangan, dan ingin memenjarakan messanger-nya, dalam hal ini saya dan Fatia,” kata Haris Azhar.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/