24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Surya Darmadi, Tersangka Korupsi Rp 78 Triliun Dirujuk ke RS

JAKARTA, BALI EXPRESS — Baru sekitar tiga jam diperiksa di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Surya Darmadi sudah meninggalkan ruang pemeriksaan. Tersangka kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 78 triliun itu mengaku sakit.

Pria yang biasa dipanggil Apeng tersebut kemudian dibawa menggunakan ambulans milik Rumah Sakit Adhyaksa. “Kondisi tersangka mengalami drop atau sakit,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana (18/8).

Setelah diperiksa dokter, Surya Darmadi disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan di Rumah Sakit (RS) Adhyaksa. Namun, atas izin penyidik, tersangka kasus dugaan korupsi penguasaan lahan sawit seluas 37 ribu hektare itu menyudahi pemeriksaan.

“SD (Surya Darmadi) diperiksa terkait peranannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit,” terang Sumedana.

Baca Juga :  Mau Lanjut Kuliah, Gusti Ayu Dewanti alias Dea OnlyFans Tak Ditahan

Usaha tersebut dijalankan Surya Darmadi dengan bendera perusahaan yang berada di bawah naungan PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu.

Sebelum menjadi tersangka di Kejagung, dia sempat diproses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apeng juga merupakan salah satu buron KPK yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2019. Namun, baru tahun ini dia menyerahkan diri.

Berkaitan dengan pemeriksaan di Kejagung kemarin, Juniver Girsang sebagai penasihat hukum Surya Darmadi menyatakan, materi pemeriksaan belum sampai pada substansi. “Baru sembilan pertanyaan,” kata Juniver.

Di sembilan pertanyaan itu, penyidik Kejagung lebih banyak menanyakan soal profil perusahaan milik kliennya. Kemudian terkait dengan aktivitasnya sebagai pemilik perusahaan tersebut.

Baca Juga :  8 Warga Sipil Tewas, OTK Serang Camp Karyawan PTT Puncak Papua

Juniver membenarkan kliennya mengalami gangguan kesehatan, sehingga terpaksa tidak melanjutkan pemeriksaan sampai tuntas. “Mengingat kondisi fisiknya yang tidak mengizinkan (untuk melanjutkan pemeriksaan), beliau minta agar dihentikan,” ujarnya.

Menurut dia, kliennya memang memiliki riwayat penyakit yang cukup berat. Diantaranya, penyakit jantung dan beberapa penyakit lainnya. Belum lagi usia Surya Darmadi sudah masuk kategori lanjut, yakni 71 tahun.

Secara prinsip, Juniver menegaskan, kliennya ingin pemeriksaan segera selesai. “Beliau juga berharap kondisinya cepat pulih, agar bisa menghadapi proses yang lebih lanjut,” katanya. (jpg/wid)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS — Baru sekitar tiga jam diperiksa di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Surya Darmadi sudah meninggalkan ruang pemeriksaan. Tersangka kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 78 triliun itu mengaku sakit.

Pria yang biasa dipanggil Apeng tersebut kemudian dibawa menggunakan ambulans milik Rumah Sakit Adhyaksa. “Kondisi tersangka mengalami drop atau sakit,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana (18/8).

Setelah diperiksa dokter, Surya Darmadi disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan di Rumah Sakit (RS) Adhyaksa. Namun, atas izin penyidik, tersangka kasus dugaan korupsi penguasaan lahan sawit seluas 37 ribu hektare itu menyudahi pemeriksaan.

“SD (Surya Darmadi) diperiksa terkait peranannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit,” terang Sumedana.

Baca Juga :  Jejak Surya Darmadi, Tersangka Korupsi Rp 78 Triliun

Usaha tersebut dijalankan Surya Darmadi dengan bendera perusahaan yang berada di bawah naungan PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu.

Sebelum menjadi tersangka di Kejagung, dia sempat diproses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apeng juga merupakan salah satu buron KPK yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2019. Namun, baru tahun ini dia menyerahkan diri.

Berkaitan dengan pemeriksaan di Kejagung kemarin, Juniver Girsang sebagai penasihat hukum Surya Darmadi menyatakan, materi pemeriksaan belum sampai pada substansi. “Baru sembilan pertanyaan,” kata Juniver.

Di sembilan pertanyaan itu, penyidik Kejagung lebih banyak menanyakan soal profil perusahaan milik kliennya. Kemudian terkait dengan aktivitasnya sebagai pemilik perusahaan tersebut.

Baca Juga :  DPO, Koruptor Terbesar Indonesia “Apeng” Kabur ke Singapura

Juniver membenarkan kliennya mengalami gangguan kesehatan, sehingga terpaksa tidak melanjutkan pemeriksaan sampai tuntas. “Mengingat kondisi fisiknya yang tidak mengizinkan (untuk melanjutkan pemeriksaan), beliau minta agar dihentikan,” ujarnya.

Menurut dia, kliennya memang memiliki riwayat penyakit yang cukup berat. Diantaranya, penyakit jantung dan beberapa penyakit lainnya. Belum lagi usia Surya Darmadi sudah masuk kategori lanjut, yakni 71 tahun.

Secara prinsip, Juniver menegaskan, kliennya ingin pemeriksaan segera selesai. “Beliau juga berharap kondisinya cepat pulih, agar bisa menghadapi proses yang lebih lanjut,” katanya. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/