alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Kejaksaan Bekerja Berdasarkan Hukum

JAKARTA, BALI EXPRESS- Ketua Harian Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) R. Dwiyanto Prihartono mengingatkan agar penegakan hukum yang sedang gencar dilakukan oleh Kejaksaan Agung tidak dipengaruhi dan digiring ke isu politik, apalagi membangun opini publik melalui survei.

Baca juga: Jadi Tersangka, Dua Pegawai PDAM Ajukan Surat Pengunduran Diri

“Survei itu sah-sah saja di negara demokrasi, tetapi jangan sampai ada agenda politik para surveyor atau pendananya sehingga merusak iklim penegakan hukum yang sudah berjalan on the track,” kata Dwiyanto, Jumat (20/8). Dilihat dari sisi politik, menurutnya, survei yang menyebut kinerja Kejaksaan Agung buruk ketika gencar memproses kasus-kasus besar, seperti kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero), bisa saja dimaknai sebagai penggiringan opini publik. “Penegakan hukum tidak boleh terpengaruh dengan isu politik apalagi survei. Penegakan hukum harus sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku,” tegas Dwiyanto.

Sebagai lembaga penegak hukum, kejaksaan harus bekerja berdasarkan hukum dan alat bukti. Sehingga dalam upaya penegakan hukum tersebut, memang membutuhkan proses dan prosedur sehingga dapat mendudukkan persoalan sesuai hukum. “Dalam negara demokrasi, lembaga survei sah-sah saja melakukan dan merilis hasil survei, tetapi hal itu tidak dapat dijadikan ukuran untuk menyimpulkan kinerja kejaksaan karena kejaksaan bekerja berdasarkan prosedur dan undang-undang, alat bukti dan fakta yang tidak bisa semua orang atau umum tahu termasuk responden,” jelasnya.

Lanjut Dwiyanto, survei sulit mendapatkan akurasi untuk bisa menggambarkan opini masyarakat secara umum dalam suatu perkara hukum. Untuk mengukur kinerja kejaksaan bukan dengan survei, namun ukurannya pada apakah bekerja telah sesuai dengan prosedur dan undang-undang.

Senada dengan Dwiyanto, Direktur Eksekutif Forum Hukum (Forkum) BUMN Dr(c) Verrie Hendry meminta masyarakat cermat sehingga tidak tergiring oleh opini pihak-pihak tertentu untuk membantu koruptor. Menurutnya, Kejaksaan Agung di bawah komando Jaksa Agung ST Burhanuddin justru telah menunjukkan kinerja yang sangat baik karena berani mengungkap kasus-kasus korupsi besar yang merugikan negara puluhan triliun rupiah, seperti kasus Jiwasraya dan Asabri.


JAKARTA, BALI EXPRESS- Ketua Harian Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) R. Dwiyanto Prihartono mengingatkan agar penegakan hukum yang sedang gencar dilakukan oleh Kejaksaan Agung tidak dipengaruhi dan digiring ke isu politik, apalagi membangun opini publik melalui survei.

Baca juga: Jadi Tersangka, Dua Pegawai PDAM Ajukan Surat Pengunduran Diri

“Survei itu sah-sah saja di negara demokrasi, tetapi jangan sampai ada agenda politik para surveyor atau pendananya sehingga merusak iklim penegakan hukum yang sudah berjalan on the track,” kata Dwiyanto, Jumat (20/8). Dilihat dari sisi politik, menurutnya, survei yang menyebut kinerja Kejaksaan Agung buruk ketika gencar memproses kasus-kasus besar, seperti kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero), bisa saja dimaknai sebagai penggiringan opini publik. “Penegakan hukum tidak boleh terpengaruh dengan isu politik apalagi survei. Penegakan hukum harus sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku,” tegas Dwiyanto.

Sebagai lembaga penegak hukum, kejaksaan harus bekerja berdasarkan hukum dan alat bukti. Sehingga dalam upaya penegakan hukum tersebut, memang membutuhkan proses dan prosedur sehingga dapat mendudukkan persoalan sesuai hukum. “Dalam negara demokrasi, lembaga survei sah-sah saja melakukan dan merilis hasil survei, tetapi hal itu tidak dapat dijadikan ukuran untuk menyimpulkan kinerja kejaksaan karena kejaksaan bekerja berdasarkan prosedur dan undang-undang, alat bukti dan fakta yang tidak bisa semua orang atau umum tahu termasuk responden,” jelasnya.

Lanjut Dwiyanto, survei sulit mendapatkan akurasi untuk bisa menggambarkan opini masyarakat secara umum dalam suatu perkara hukum. Untuk mengukur kinerja kejaksaan bukan dengan survei, namun ukurannya pada apakah bekerja telah sesuai dengan prosedur dan undang-undang.

Senada dengan Dwiyanto, Direktur Eksekutif Forum Hukum (Forkum) BUMN Dr(c) Verrie Hendry meminta masyarakat cermat sehingga tidak tergiring oleh opini pihak-pihak tertentu untuk membantu koruptor. Menurutnya, Kejaksaan Agung di bawah komando Jaksa Agung ST Burhanuddin justru telah menunjukkan kinerja yang sangat baik karena berani mengungkap kasus-kasus korupsi besar yang merugikan negara puluhan triliun rupiah, seperti kasus Jiwasraya dan Asabri.


Most Read

Artikel Terbaru

/