alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Usut Kasus Brigadir J, Dua Jenderal dan Satu Kombes Dinonaktifkan

JAKARTA, BALI EXPRESS – Dalam proses perjalanan satu minggu bekerja, tim khusus sudah menunjukkan keseriusannya mengusut tuntas perkara Brigadir J. Sejauh ini, sudah ada dua jenderal dan satu kombes yang telah dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan tiga pejabat itu berkaitan insiden tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Tiga nama yang dinonaktifkan yaitu Irjen Ferdy Sambo (dinonaktifkan dari jabatan Kadiv Propam Polri), Brigjen Hendra Kurniawan (dinonaktifkan Karo Paminal Divisi Propam Polri) dan Kombes Budhi Herdi Susianto (Kapolres Metro Jakarta Selatan).

Penonaktifan tiga orang tersebut diumumkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Polri beralasan, penonaktifan Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi Susianto ini demi menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas tim khusus dalam pengusutan kasus Brigadir Yoshua.

Baca Juga :  Polri Klaim Negara Anggota Interpol Respons Buronan Harun Masiku

Penonaktifan Ferdy Sambo dilakukan untuk menjaga transparansi proses pengusutan kasus ini. Dua pejabat lainnya, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi dinonaktifkan, Rabu (20/7) malam. “Yang pertama yang dinonaktifkan adalah Karo Paminal Brigjen Pol. Hendra Kurniawan, kedua yang dinonaktifkan adalah Kapolres Jaksel Kombes Pol. Budhi Herdi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

 

Dia menjelaskan, penonaktifan Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi Susianto dilakukan dalam rangka menjaga objektivitas dan transparansi tim khusus yang bekerja mengungkap kasus penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo.

“Yang pertama timsus terus bekerja. Dalam rangka menjaga objektivitas, transparansi, independensi, tim harus betul-betul menjaga marwah, itu sesuai dengan komitmen Bapak Kapolri,” ucap Dedi.

Baca Juga :  4 Anak Buah Teroris Ali Kalora Masih Bersenjata dan Bawa Bom





Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Dalam proses perjalanan satu minggu bekerja, tim khusus sudah menunjukkan keseriusannya mengusut tuntas perkara Brigadir J. Sejauh ini, sudah ada dua jenderal dan satu kombes yang telah dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan tiga pejabat itu berkaitan insiden tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Tiga nama yang dinonaktifkan yaitu Irjen Ferdy Sambo (dinonaktifkan dari jabatan Kadiv Propam Polri), Brigjen Hendra Kurniawan (dinonaktifkan Karo Paminal Divisi Propam Polri) dan Kombes Budhi Herdi Susianto (Kapolres Metro Jakarta Selatan).

Penonaktifan tiga orang tersebut diumumkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Polri beralasan, penonaktifan Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi Susianto ini demi menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas tim khusus dalam pengusutan kasus Brigadir Yoshua.

Baca Juga :  Penularan Covid-19 Dinilai Sudah Menurun Mendekati Standar Aman WHO

Penonaktifan Ferdy Sambo dilakukan untuk menjaga transparansi proses pengusutan kasus ini. Dua pejabat lainnya, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi dinonaktifkan, Rabu (20/7) malam. “Yang pertama yang dinonaktifkan adalah Karo Paminal Brigjen Pol. Hendra Kurniawan, kedua yang dinonaktifkan adalah Kapolres Jaksel Kombes Pol. Budhi Herdi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

 

Dia menjelaskan, penonaktifan Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi Susianto dilakukan dalam rangka menjaga objektivitas dan transparansi tim khusus yang bekerja mengungkap kasus penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo.

“Yang pertama timsus terus bekerja. Dalam rangka menjaga objektivitas, transparansi, independensi, tim harus betul-betul menjaga marwah, itu sesuai dengan komitmen Bapak Kapolri,” ucap Dedi.

Baca Juga :  Polisi Buru WNA Diduga Pemilik Sindikat Pinjol Cengkarang





Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/