27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Pertalite Jadi Boros setelah Harga Naik, Ini Penjelasan Pertamina

JAKARTA, BALI EXPRESS – Baru-baru ini beredar isu mengenai kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang dirasa menjadi lebih boros setelah naik harga. Kualitas pertalite yang lebih boros menjadi perbincangan hangat warganet, terutama di media sosial Facebook.

Sejumlah warganet mengeluhkan kualitas bahan bakar dengan RON 90 itu, karerna dianggap cepat menguap sehingga membuat penggunaannya lebih boros. Hal itu, disebut terjadi sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.

Menjawab isu tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, tidak ada perubahan spesifikasi pada produk pertalite (RON 90).

“Adapun standar dan mutu BBM pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia, sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri,” ucap Irto, dikutip dari Jabarekspress.

Baca Juga :  Bali Darurat Sampah Plastik, Pertamina Beri Pelatihan Ecobrick

Irto juga menjelaskan, borosnya pemakaian bisa juga disebabkan karena penguapan yang bisa berubah dengan cepat jika temperatur penyimpanan meningkat. Bukan karena adanya perubahan spesifikasi pada pertalite.

“Secara spesifikasi, batasan maksimum untuk penguapan (destilasi) pertalite adalah 10 persen, dibatasi maksimal 74 derajat Celcius. Secara umum produk pertalite ada di suhu 50 derajat Celcius. Artinya, pada saat temperatur 50 derajat Celcius, pertalite sudah bisa menguap hingga 10 persen,” kata Irto.

Selain itu, Irto juga mengimbau agar konsumen melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang didapatkan terjamin kualitas dan keamanannya.

Masyarakat juga diimbau untuk mengisi BBM sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam buku panduan kendaraan bermotor karena pabrikan telah menyesuaikan bahan bakar yang cocok sesuai jenis kendaraan. Pergantian isi jenis BBM dengan kadar oktan (RON) yang berbeda juga tidak direkomendasikan.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik, Gaji Direksi dan Pegawai Pertamina Naik Juga

“Sebaiknya pengendara selalu konsisten dalam memilih bahan bakar yang berkualitas, agar mesin kendaraan selalu awet dan terawat. Lebih aman menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktan/cetane yang direkomendasikan oleh pabrikan, agar mesin dapat bekerja secara maksimal,” tandasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Baru-baru ini beredar isu mengenai kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang dirasa menjadi lebih boros setelah naik harga. Kualitas pertalite yang lebih boros menjadi perbincangan hangat warganet, terutama di media sosial Facebook.

Sejumlah warganet mengeluhkan kualitas bahan bakar dengan RON 90 itu, karerna dianggap cepat menguap sehingga membuat penggunaannya lebih boros. Hal itu, disebut terjadi sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.

Menjawab isu tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, tidak ada perubahan spesifikasi pada produk pertalite (RON 90).

“Adapun standar dan mutu BBM pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia, sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri,” ucap Irto, dikutip dari Jabarekspress.

Baca Juga :  Sembilan Pegawai KPK Cabut Permohonan di MK

Irto juga menjelaskan, borosnya pemakaian bisa juga disebabkan karena penguapan yang bisa berubah dengan cepat jika temperatur penyimpanan meningkat. Bukan karena adanya perubahan spesifikasi pada pertalite.

“Secara spesifikasi, batasan maksimum untuk penguapan (destilasi) pertalite adalah 10 persen, dibatasi maksimal 74 derajat Celcius. Secara umum produk pertalite ada di suhu 50 derajat Celcius. Artinya, pada saat temperatur 50 derajat Celcius, pertalite sudah bisa menguap hingga 10 persen,” kata Irto.

Selain itu, Irto juga mengimbau agar konsumen melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang didapatkan terjamin kualitas dan keamanannya.

Masyarakat juga diimbau untuk mengisi BBM sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam buku panduan kendaraan bermotor karena pabrikan telah menyesuaikan bahan bakar yang cocok sesuai jenis kendaraan. Pergantian isi jenis BBM dengan kadar oktan (RON) yang berbeda juga tidak direkomendasikan.

Baca Juga :  Ketua Organisasi Papua Merdeka di Merauke Ditangkap karena Sebar Hoaks

“Sebaiknya pengendara selalu konsisten dalam memilih bahan bakar yang berkualitas, agar mesin kendaraan selalu awet dan terawat. Lebih aman menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktan/cetane yang direkomendasikan oleh pabrikan, agar mesin dapat bekerja secara maksimal,” tandasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/