Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Nasional
icon featured
Nasional

Kualitas Pemimpin Digital Kurang, Ini yang Diharapkan dari Alumni DLA

23 November 2021, 11: 20: 43 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kualitas Pemimpin Digital Kurang, Ini yang Diharapkan dari Alumni DLA

ILUSTRASI (ANTARA)

Share this      

JAKARTA, BALI EXPRESS - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengharapkan lulusan program Digital Leadership Academy (DLA) bisa membuat kebijakan yang berbasis transformasi digital.

"Sudah merupakan keharusan, wajib bapak ibu para pimpinan untuk mengetahui, bagaimana yang dinamakan transformasi digital itu seperti apa, policy-policy yang harus dibuat itu seperti apa, bagaimana melakukan tata kelola," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kominfo, Hary Budiarto, dikutip dari siaran pers, Selasa (23/11).

Digital Leadership Academy, yang bermitra dengan University of Oexofrd dan Harvard Kennedy School University baru saja meluluskan 41 orang. Program tersebut bekerja sama dengan empat perguruan tinggi internasional.

Baca juga: ELSAM: Kebocoran "Database" Polri Perlu Investigasi Akuntabel

Peserta program DLA adalah para pimpinan di sektor privat dan publik.

Lulusan program ini diharapkan bisa mendorong organisasi lebih terbuka dan adaptif, tangkas dan lentur dalam memasuki transformasi digital.

Hary mengatakan saat ini dunia kerja sudah berkembang pesat berkat kecerdasan buatan sehingga perlu ada keterampilan untuk menggunakan teknologi tersebut. Dia menyatakan ada 30 persen pekerjaan dan pembuat keputusan yang dibantu dengan kecerdasan buatan.

"Tetapi juga tentang pola-pola pikir bagaimana kita mengelola tata kelola digital ini, dan ini harus dimiliki oleh seluruh pimpinan yang ada," kata Hary.

Kominfo mengutip laporan Global Digital Paractice bahwa kualitas pemimpin digital saat ini masih kurang. Sebanyak 70 persen organisasi melaporkan pimpinan tidak cukup memahami tantangan di era digital.

Sementara itu, 60 persen organisasi memiliki pemimpin yang tidak punya waktu untuk melakukan inisiasi dalam menuju inovasi digital.

Berdasarkan riset yang sama, terdapat 50 persen organisasi yang hanya fokus pada pendapatan, namun, tidak memikirkan masa depan. Hanya 40 persen yang melihat digitalisasi sebagai pendukung kegiatan operasional.

Program DLA bersama Oxford Internet Institute, University of Oxford berlangsung pada 4-22 November dengan total jumlah peserta 35 orang.

Program lainnya bersama Harvard Kennedy School, berlangsung pada 8-19 November dan diikuti oleh enam orang. (antara)

(bx/wid/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia