alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Eka Wiryastuti Ditahan KPK, Eks Ketua DPRD Tabanan Prihatin

TABANAN, BALI EXPRESS – Penetapan status tersangka dan penahanan terhadap mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan staf khususnya, I Dewa Nyoman Wiratmaja, mengejutkan banyak pihak di Kabupaten Tabanan.

Tidak terkecuali politisi PDIP, I Ketut “Boping” Suryadi anggota DPRD Bali yang sebelumnya sempat menjadi Ketua DPRD Tabanan semasa Eka Wiryastuti menjabat sebagai bupati pada periode 2010-2015 dan 2016-2021.

“Kalau saya, sebagai teman, sahabat, sebagai partner dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tabanan kemarin, ya merasa prihatin sampai terjadi seperti ini. Kaget. Ya harapannya, semoga tabah dan kuat,” ujar Boping yang dikontak pada Kamis (24/3) malam.

Disinggung mengenai DID 2018, selagi dia masih menjadi Ketua DPRD Tabanan, Boping mengaku pihak eksekutif saat itu tidak ada koordinasi berkaitan dengan pengusulan maupun pengelolaannya. Meskipun dana yang bersumber dari pusat pada akhirnya masuk ke dalam struktur APBD.

“Urusan dana-dana yang sumbernya dari pusat, total eksekutif yang mengetahui. Kecuali kalau PAD, yang dari PAD baru biasanya kami dilibatkan dalam pembahasan,” jelasnya.

Kalau sudah dana perimbangan, sambungnya, baik itu Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), dan dana-dana yang berasal dari pusat prosesnya melalui pengusulan pihak eksekutif.

“Karena dimulai dari permohonan atau pengusulan dan pihak eksekutif. Setelah turun, terus dikelola seperti apa, itu sudah urusan pihak eksekutif. Dan itu tidak ada koordinasi ke legislatif,” bebernya.

Sementara saat disinggung nasib Eka Wiryastuti selaku kader PDIP, Boping yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PDIP Bali enggan berkomentar.

“Saya ini kan prajurit. Saya tidak berkapasitas mengomentari itu. Itu nanti Ketua DPD (yang berhak komentar). Kalau saya kan menunggu perintah. Apa yang harus saya lakukan. Apakah mengkaji dan lain sebagainya, itu kan (instruksi) Ketua DPD. Salah saya kalau komentar nanti. Itu top-top leader yang punya (kewenangan),” pungkasnya.






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Penetapan status tersangka dan penahanan terhadap mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan staf khususnya, I Dewa Nyoman Wiratmaja, mengejutkan banyak pihak di Kabupaten Tabanan.

Tidak terkecuali politisi PDIP, I Ketut “Boping” Suryadi anggota DPRD Bali yang sebelumnya sempat menjadi Ketua DPRD Tabanan semasa Eka Wiryastuti menjabat sebagai bupati pada periode 2010-2015 dan 2016-2021.

“Kalau saya, sebagai teman, sahabat, sebagai partner dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tabanan kemarin, ya merasa prihatin sampai terjadi seperti ini. Kaget. Ya harapannya, semoga tabah dan kuat,” ujar Boping yang dikontak pada Kamis (24/3) malam.

Disinggung mengenai DID 2018, selagi dia masih menjadi Ketua DPRD Tabanan, Boping mengaku pihak eksekutif saat itu tidak ada koordinasi berkaitan dengan pengusulan maupun pengelolaannya. Meskipun dana yang bersumber dari pusat pada akhirnya masuk ke dalam struktur APBD.

“Urusan dana-dana yang sumbernya dari pusat, total eksekutif yang mengetahui. Kecuali kalau PAD, yang dari PAD baru biasanya kami dilibatkan dalam pembahasan,” jelasnya.

Kalau sudah dana perimbangan, sambungnya, baik itu Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), dan dana-dana yang berasal dari pusat prosesnya melalui pengusulan pihak eksekutif.

“Karena dimulai dari permohonan atau pengusulan dan pihak eksekutif. Setelah turun, terus dikelola seperti apa, itu sudah urusan pihak eksekutif. Dan itu tidak ada koordinasi ke legislatif,” bebernya.

Sementara saat disinggung nasib Eka Wiryastuti selaku kader PDIP, Boping yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PDIP Bali enggan berkomentar.

“Saya ini kan prajurit. Saya tidak berkapasitas mengomentari itu. Itu nanti Ketua DPD (yang berhak komentar). Kalau saya kan menunggu perintah. Apa yang harus saya lakukan. Apakah mengkaji dan lain sebagainya, itu kan (instruksi) Ketua DPD. Salah saya kalau komentar nanti. Itu top-top leader yang punya (kewenangan),” pungkasnya.






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/