alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Diteriaki Maling, Kakek Tewas Dihajar Massa

JAKARTA, BALI EXPRESS – Beredar sebuah video pengejaran terhadap pengemudi mobil oleh sejumlah massa. Dalam video tersebut terlihat sejumlah warga berteriak maling dan mengumpat agar pengemudi itu dihakimi. Kejadian itu terjadi Minggu (23/01) dini hari di Cakung, Pulogadung, Jakarta Timur.

Usut punya usut, kakek berinisial HM (89) yang sudah lanjut usia itu bukan pencuri. Ia diteriaki maling karena mobil yang dikendarainya sempat menyenggol seorang pengendara motor. Atas kejadian itu, kakek HM meninggal dunia karena dihakimi massa.

Bryna yang merupakan anak kakek yang dikeroyok di Pulo Gadung, Jakarta Timur tidak terima ayahnya dikeroyok hingga tewas dengan cara mengenaskan. “Sebagai anak, saya tidak terima bapak saya meninggal dengan cara seperti ini,” kata Bryna kepada wartawan, Senin (24/1) seperti dilansir radartegal.com.

Ia menegaskan, akan meminta bantuan kepada polisi untuk memburu para pelaku. “Kami akan terus berusaha dengan cara meminta bantuan kepada polisi untuk menangkap pelaku pengeroyokan,” ujarnya.

Bryna menyebutkan, pengeroyokan ayahnya bukan pengeroyokan biasa. Ia menduga ayahnya dibunuh secara berencana melalui setingan pengeroyokan.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Beredar sebuah video pengejaran terhadap pengemudi mobil oleh sejumlah massa. Dalam video tersebut terlihat sejumlah warga berteriak maling dan mengumpat agar pengemudi itu dihakimi. Kejadian itu terjadi Minggu (23/01) dini hari di Cakung, Pulogadung, Jakarta Timur.

Usut punya usut, kakek berinisial HM (89) yang sudah lanjut usia itu bukan pencuri. Ia diteriaki maling karena mobil yang dikendarainya sempat menyenggol seorang pengendara motor. Atas kejadian itu, kakek HM meninggal dunia karena dihakimi massa.

Bryna yang merupakan anak kakek yang dikeroyok di Pulo Gadung, Jakarta Timur tidak terima ayahnya dikeroyok hingga tewas dengan cara mengenaskan. “Sebagai anak, saya tidak terima bapak saya meninggal dengan cara seperti ini,” kata Bryna kepada wartawan, Senin (24/1) seperti dilansir radartegal.com.

Ia menegaskan, akan meminta bantuan kepada polisi untuk memburu para pelaku. “Kami akan terus berusaha dengan cara meminta bantuan kepada polisi untuk menangkap pelaku pengeroyokan,” ujarnya.

Bryna menyebutkan, pengeroyokan ayahnya bukan pengeroyokan biasa. Ia menduga ayahnya dibunuh secara berencana melalui setingan pengeroyokan.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/