alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Pasukan Merah Desak Edy Mulyadi Datang ke Kalimantan, Jalani Hukuman Secara Adat

KALIMANTAN, BALI EXPRESS – Pernyataan Edy Mulyadi terkait lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru mengundang kontroversial. Ucapannya yang menyebut lokasi IKN sebagai tempat jin buang anak memantik kemarahan masyarakat Kalimantan.  Bahkan Edy Mulyadi juga sudah memantik kemarahan salah satu unsur masyarakat asli Kalimantan, yakni Suku Dayak.

Kecaman itu datang dari salah satu pasukan elite Suku Dayak, Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) atau Pasukan Merah. Dalam video yang beredar, Pasukan Merah tidak terima dengan ucapan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu 2019 lalu itu. Di video berdurasi satu menit 27 detik itu, terlihat sejumlah orang memakai pakaian khas Pasukan Merah, lengkap dengan senjata khas Suku Dayak berupa mandau.

Disebutkan bahwa mereka adalah TBBR Pasukan Merah DPC Kota Balikpapan. Mereka menyatakan tidak terima dengan ucapan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang bayi. “Apa yang disampaikan oleh sudara Edy Mulyadi tentang Pulau Kalimantan sebagai tempat pembuangan jin membuang anak itu sangat menyakiti dan menyinggung perasaan kami penduduk asli Kalimantan dan juga orang yang berdomisili di Kalimantan,” ucap pimpinan Pasukan Merah seperti dilansir Pojoksatu.

Mereka juga mendesak kepolisian agar turun tangan, sekaligus menindak tegas Edy Mulyadi. “Dengan ini kami minta kepada instansi terkait, baik itu Kapolda Kalimatan Timur dan juga Kapolri supaya menindak tegas,” tuntutnya. Mereka menilai, ucapan Edy Mulyadi itu jelas-jelas rasis.

Terakhir, Pasukan Merah juga menuntut Edy Mulyadi datang ke Kalimantan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Selain meminta maaf, Edy Mulyadi juga harus menjalani hukuman adat yang berlaku.

“Kami harapkan agar saudara Edy Mulyadi hadir di tanah Borneo untuk meminta maaf langsung kepada warga yang ada di tanah Borneo dan juga untuk hukuman adat,” tegasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

KALIMANTAN, BALI EXPRESS – Pernyataan Edy Mulyadi terkait lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru mengundang kontroversial. Ucapannya yang menyebut lokasi IKN sebagai tempat jin buang anak memantik kemarahan masyarakat Kalimantan.  Bahkan Edy Mulyadi juga sudah memantik kemarahan salah satu unsur masyarakat asli Kalimantan, yakni Suku Dayak.

Kecaman itu datang dari salah satu pasukan elite Suku Dayak, Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) atau Pasukan Merah. Dalam video yang beredar, Pasukan Merah tidak terima dengan ucapan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu 2019 lalu itu. Di video berdurasi satu menit 27 detik itu, terlihat sejumlah orang memakai pakaian khas Pasukan Merah, lengkap dengan senjata khas Suku Dayak berupa mandau.

Disebutkan bahwa mereka adalah TBBR Pasukan Merah DPC Kota Balikpapan. Mereka menyatakan tidak terima dengan ucapan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang bayi. “Apa yang disampaikan oleh sudara Edy Mulyadi tentang Pulau Kalimantan sebagai tempat pembuangan jin membuang anak itu sangat menyakiti dan menyinggung perasaan kami penduduk asli Kalimantan dan juga orang yang berdomisili di Kalimantan,” ucap pimpinan Pasukan Merah seperti dilansir Pojoksatu.

Mereka juga mendesak kepolisian agar turun tangan, sekaligus menindak tegas Edy Mulyadi. “Dengan ini kami minta kepada instansi terkait, baik itu Kapolda Kalimatan Timur dan juga Kapolri supaya menindak tegas,” tuntutnya. Mereka menilai, ucapan Edy Mulyadi itu jelas-jelas rasis.

Terakhir, Pasukan Merah juga menuntut Edy Mulyadi datang ke Kalimantan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Selain meminta maaf, Edy Mulyadi juga harus menjalani hukuman adat yang berlaku.

“Kami harapkan agar saudara Edy Mulyadi hadir di tanah Borneo untuk meminta maaf langsung kepada warga yang ada di tanah Borneo dan juga untuk hukuman adat,” tegasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/