Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Nasional
icon featured
Nasional

Tangkap 14 Orang, Densus mulai Mengarah ke Otak Teroris JI

25 November 2021, 17: 46: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tangkap 14 Orang, Densus mulai Mengarah ke Otak Teroris JI

BERI KETERANGAN: Ki-ka Anggota BPET MUI Pusat M Najih, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dan Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar, memberikan keterangan di Mabes Polri, Kamis (25/11/2021). (ANTARA)

Share this      

JAKARTA, BALI EXPRESS - Detasemen Khusus (Densus 88 Antiteror Polri mengungkap saat ini pihaknya telah menangkap 14 orang yang terlibat dalam pendanaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JU) Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf (LAM BM ABA). Mereka ditangkap di beberapa wilayah di Indonesia.

Penangkapan itu dilakukan dalam upaya operasi pencegahan dan penindakan terorisme di sejumlah wilayah. Di antaranya Lampung, Medan, Jakarta, Bandung, dan Bekasi.

"Sampai sekarang ini ada 14 orang dari BM ABA yang sudah kami tangkap atau tersangka yang sudah diperiksa," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Antiteror 88 Polri Kombes Pol Aswin Siregar konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/11).

Baca juga: KKB Pimpinan Tendius Gwijangge Pelaku Penyerangan Koramil Suru-suru 

Dijelaskan, dari ke-14 tersangka teroris tersebut, tiga diantaranya adalah mubaliq di Bekasi. Yakni Farid Ahmad Okbah, Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat.

Aswin juga menjelaskan dalam mengungkap jaringan kelompok teroris JI, kali ini Densus telah mengarah kepada otak pendanaan dan strategi organisasi JI.

Bagi kelompok teroris, kata Aswin, pendanaan merupakan napas dan darah organisasi ("life blood") atau hidup matinya kelompok teroris.

"Jadi bukan hanya kelompok JI saja, kelompok teroris seluruh dunia juga terus berusaha mendapatkan sumber dana dari mana pun sehingga kalau tidak ada pendanaan aktivitas terorisnya tidak akan ada," ungkap Aswin.

Saat ini, kata Aswin, Densus 88 Polri telah memiliki bagan struktur organisasi kelompok teroris JI untuk melihat siapa saja yang menggerakkan kelompok teroris tersebut. Bagan tersebut didapat berdasarkan pengakuan tersangka yang ditangkap dan diperiksa.

Pengungkapan ini, kata Aswin, menunjukkan bahwa Densus 88 sudah naik ke atas dalam penanggulangan terorisme. Sebab, jika dulu Densus 88 Antiteror Polri bergerak menindak pelaku teror di akar rumput atau yang melakukan peledakan, namun kini sudah naik ke atas menyasar Amir JI, dewan syuro, dan dewan syariah yang menjadi otak strategi dan pendanaan kelompok JI.

Dijelaskan, JI memiliki sejumlah lembaga dan yayasan amal yang melakukan penggalangan dana sebagai sumber pendanaan kelompok. Ada dua lembaga pendanaan yang telah diungkap oleh Densus yakni LAZ BM ABA dan Syam Organizire.

Dua dari tiga mubaliq yang ditangkap pada tanggal 16 November 2021 di Bekasi terlibat dalam aktivitas pendanaan kelompok JI, yakni menjabat sebagai ketua dan anggota LAZ BM ABA.

Sedangkan satu tersangka, yakni Anung Al Hamat, terlibat sebagai Perisai Nusantara Esa, yakni sebuah lembaga advokasi untuk membela anggota JI yang berhadapan dengan hukum.

Menurut Aswin, kelompok JI dalam melakukan penggalangan dana menggunakan metode kamuflase dengan melakukan kegiatan sosial, seperti pendidikan, ceramah, dan menyalurkan bantuan sosial ke negara-negara berkonflik, seperti Suriah.

Tindakan kelompok JI ini untuk menarik simpati masyarakat sehingga ketika Densus 88 melakukan penindakan kepada pihak yang diduga terlibat, maka masyarakat akan bereaksi.

"Pada saat ketika kami tangkap tersangka yang tersangkut dengan organisasi ini, publik bereaksi seolah-olah kami telah mendzalimi dan mengkriminalisasi," kata Aswin.

Aswin menegaskan tidak ada tindakan Densus 88 Antiteror Polri yang tidak berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup.

"Kami sudah memiliki alat bukti yang cukup di tangan," tandas Aswin. (antara)

(bx/wid/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia