26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Beli Solar Dipersulit, Petani Gerudug Gedung DPRD Badung

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Puluhan Petani, Senin (26/9) mendatangi gedung DPRD Badung, untuk melaporkan bahwa dipersulit saat akan membeli BBM bersubsidi. Padahal, sudah menggunakan rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung. Para petani ini pun mendesak agar DPRD Badung dapat mencarikan solusi agar pembelian solar untuk alat pertanian dipermudah.

Salah satu perwakilan petani, yakni Wayan Romi Arta mengatakan, hampir semua petani saat ini kesulitan untuk membeli solar subsidi. Padahal dari segi aturan sudah memperbolehkan pembelian BBM menggunakan surat rekomendasi dari Disperpa Badung. Namun kenyataannya di lapangan malah dipersulit, sehingga ia menyayangkan sistem yang berbelit-belit.

“Kami ke Pertamina (SPBU) membawa surat (surat rekomendasi Disperpa Badung) tapi ditolak. Katanya harus ada surat A surat B dan seterusnya. Kemudian, kami kena cuk,” ujar Romi Arta.

Pihaknya pun lantas meminta solusi agar tidak memberatkan petani. Sebab, dirinya menilai solar adalah kebutuhan utama seorang petani yang menggunakan alat pertanian. Terlebih, belakangan ini petani yang sudah mengantongi rekomendasi kembali diminta menunjukan aplikasi my pertamina saat datang ke SPBU. “Kami minta solusi dipermudah. Karena kalau solar saja kami tidak dapat beli bagaimana kami kerja?,” tegasnya.

Permasalahan yang dialami oleh petani ini juga dibenarkan oleh Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Disperpa Badung Gede Widiartha Negara. Pihaknya mengaku kesulitan dalam membuat format rekomendasi pembelian solar bersubsidi, karena masing-masing SPBU kebijakannya tidak seragam. “Untuk rekomendasi kami di dinas tidak pernah menghambat. Paling lambat dua hari sudah keluar. Biar lebih mudah, kalau memang cukup rekomendasi dari desa silahkan, tinggal kontrolnya saja dari kami,” terang Widiartha Negara.

Untuk mempermudah pembelian Solar bagi petani, rekomendasi yang diberikan oleh Disperpa Badung pun diperpanjang. Sehingga para petani tidak perlu lagi bolak balik untuk mencari rekomendasi. “Rekomendasi kami yang berlaku tiga bulan sekarang jadi enam bulan. Tapi, setelah kami buat ini tetap saja diperhambat. Bahkan ada SPBU yang menolak,” ungkapnya.

Atas permasalahan ini, Widiartha Negara menambahkan, Kadis Pertanian sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina wilayah Bali. Hasilnya, pembelian solar untuk petani sejatinya tidak ribet, cukup hanya berbekal rekomendasi dari dinas itu saja.

“Kasus terbaru kan yang di Kuta Utara. Petani tidak dikasi sama sekali, karena (surat rekomendasi dinas) tidak diakui oleh pihak kepolisian. Setelah kita koordinasikan akhirnya surat rekomendasinya minta dirubah dari sebelumnya boleh membeli solar 350 liter sekarang menjadi 150 liter per bulan,” tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Badung Putu Parwata menegaskan, akan segera menindaklanjuti keluhan petani. langkah yang akan dimabil adalah dengan bersurat ke PT Pertamina. Sehingga PT Pertamina mengeluarkan surat edaran ke seluruh SPBU di Badung agar melayani pembelian solar bersubsidi memakai jerigen dari petani. Kemudian petani juga tidak perlu menunjukan barcode di aplikasi my pertamina.

“Berdasarkan Perpres nomor 191 tahun 2014, yang tersirat di sana, yaitu petani atau masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi cukup membawa surat rekomendasi dari dinas dan desa. Tetapi kenyataan di lapangan berbeda-beda. kami sebagai DPRD akan siap memfasilitasi kepentingan petani,” tegas Parwata.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Puluhan Petani, Senin (26/9) mendatangi gedung DPRD Badung, untuk melaporkan bahwa dipersulit saat akan membeli BBM bersubsidi. Padahal, sudah menggunakan rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung. Para petani ini pun mendesak agar DPRD Badung dapat mencarikan solusi agar pembelian solar untuk alat pertanian dipermudah.

Salah satu perwakilan petani, yakni Wayan Romi Arta mengatakan, hampir semua petani saat ini kesulitan untuk membeli solar subsidi. Padahal dari segi aturan sudah memperbolehkan pembelian BBM menggunakan surat rekomendasi dari Disperpa Badung. Namun kenyataannya di lapangan malah dipersulit, sehingga ia menyayangkan sistem yang berbelit-belit.

“Kami ke Pertamina (SPBU) membawa surat (surat rekomendasi Disperpa Badung) tapi ditolak. Katanya harus ada surat A surat B dan seterusnya. Kemudian, kami kena cuk,” ujar Romi Arta.

Pihaknya pun lantas meminta solusi agar tidak memberatkan petani. Sebab, dirinya menilai solar adalah kebutuhan utama seorang petani yang menggunakan alat pertanian. Terlebih, belakangan ini petani yang sudah mengantongi rekomendasi kembali diminta menunjukan aplikasi my pertamina saat datang ke SPBU. “Kami minta solusi dipermudah. Karena kalau solar saja kami tidak dapat beli bagaimana kami kerja?,” tegasnya.

Permasalahan yang dialami oleh petani ini juga dibenarkan oleh Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Disperpa Badung Gede Widiartha Negara. Pihaknya mengaku kesulitan dalam membuat format rekomendasi pembelian solar bersubsidi, karena masing-masing SPBU kebijakannya tidak seragam. “Untuk rekomendasi kami di dinas tidak pernah menghambat. Paling lambat dua hari sudah keluar. Biar lebih mudah, kalau memang cukup rekomendasi dari desa silahkan, tinggal kontrolnya saja dari kami,” terang Widiartha Negara.

Untuk mempermudah pembelian Solar bagi petani, rekomendasi yang diberikan oleh Disperpa Badung pun diperpanjang. Sehingga para petani tidak perlu lagi bolak balik untuk mencari rekomendasi. “Rekomendasi kami yang berlaku tiga bulan sekarang jadi enam bulan. Tapi, setelah kami buat ini tetap saja diperhambat. Bahkan ada SPBU yang menolak,” ungkapnya.

Atas permasalahan ini, Widiartha Negara menambahkan, Kadis Pertanian sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina wilayah Bali. Hasilnya, pembelian solar untuk petani sejatinya tidak ribet, cukup hanya berbekal rekomendasi dari dinas itu saja.

“Kasus terbaru kan yang di Kuta Utara. Petani tidak dikasi sama sekali, karena (surat rekomendasi dinas) tidak diakui oleh pihak kepolisian. Setelah kita koordinasikan akhirnya surat rekomendasinya minta dirubah dari sebelumnya boleh membeli solar 350 liter sekarang menjadi 150 liter per bulan,” tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Badung Putu Parwata menegaskan, akan segera menindaklanjuti keluhan petani. langkah yang akan dimabil adalah dengan bersurat ke PT Pertamina. Sehingga PT Pertamina mengeluarkan surat edaran ke seluruh SPBU di Badung agar melayani pembelian solar bersubsidi memakai jerigen dari petani. Kemudian petani juga tidak perlu menunjukan barcode di aplikasi my pertamina.

“Berdasarkan Perpres nomor 191 tahun 2014, yang tersirat di sana, yaitu petani atau masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi cukup membawa surat rekomendasi dari dinas dan desa. Tetapi kenyataan di lapangan berbeda-beda. kami sebagai DPRD akan siap memfasilitasi kepentingan petani,” tegas Parwata.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru