Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banggar DPR dan Seskab Tegaskan Program MBG Tidak Gunakan Anggaran Pendidikan 20 Persen APBN

I
Penulis: I Putu Suyatra❯

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya


Advertisement

BALIEXPRESS.ID – Polemik pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diluruskan. Badan Anggaran DPR RI bersama pemerintah menegaskan bahwa anggaran MBG tidak mengurangi maupun menggunakan anggaran pendidikan yang telah ditetapkan sebesar 20 persen dari APBN.

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menyatakan pihaknya mengamini penjelasan Sekretaris Kabinet terkait sumber pendanaan program tersebut.

“Saya mengamini apa yang disampaikan Pak Teddy, Menseskab, bahwa anggaran MBG dibahas dan disetujui bersama antara pemerintah dan DPR sejak 2025 dan 2026 sebagaimana tertuang dalam APBN. Seluruh fraksi menyetujui APBN 2025 dan 2026 yang di dalamnya menganggarkan MBG,” ujar Said Abdullah.

Anggaran MBG Disepakati dalam APBN 2025–2026

Menurut Said, proses penganggaran Program Makan Bergizi Gratis dilakukan secara transparan melalui mekanisme konstitusional di DPR. Persetujuan dilakukan bersama pemerintah dalam pembahasan APBN, sehingga tidak ada pengalihan dana pendidikan untuk membiayai MBG.

Advertisement

“Dengan demikian, saya dan seluruh anggota DPR bertanggung jawab secara etik dan konstitusional atas persetujuan anggaran MBG,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan DPR terhadap MBG merupakan bagian dari komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan.

“Program ini diniatkan sebagai intervensi perbaikan gizi anak-anak. Kalau tidak mendukung, tentu tidak mungkin kami setujui dalam APBN,” tambahnya.

Seskab: Anggaran Pendidikan Tetap 20 Persen APBN

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada angka 20 persen dari APBN sesuai amanat konstitusi.

Advertisement

“Anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN. Tahun ini sebesar Rp 769,1 triliun, itu 20 persen dan tidak berkurang,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan bahwa komponen belanja pendidikan memiliki banyak peruntukan dan seluruhnya telah dibahas serta disepakati bersama DPR, termasuk melalui forum Badan Anggaran.

“Seluruh isi dan peruntukannya sudah disepakati bersama oleh pemerintah dan DPR sejak tahun lalu,” tegasnya.

MBG Jadi Fondasi Perbaikan Kualitas Pendidikan

Pemerintah menyebut Program Makan Bergizi Gratis sebagai program pendukung yang memperkuat fondasi pendidikan nasional. Dengan peningkatan status gizi peserta didik, kualitas pembelajaran diharapkan meningkat secara jangka panjang.

“Termasuk MBG, ini adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan,” tutup Teddy.

Dengan penegasan ini, DPR dan pemerintah memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa mengurangi anggaran pendidikan, sekaligus menjadi strategi memperkuat kualitas generasi muda Indonesia melalui perbaikan gizi yang berkelanjutan.

Advertisement

Artikel Terkait

De Gadjah: Dukung Langkah Pemprov Bali Sukseskan MBG, Kritik Tetap Jalan demi Kepentingan Rakyat

De Gadjah: Dukung Langkah Pemprov Bali Sukseskan MBG, Kritik Tetap Jalan demi Kepentingan Rakyat

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta

Siap Dukung MBG, Koster Persilakan Aset Pemprov Bali Dimanfaatkan

Siap Dukung MBG, Koster Persilakan Aset Pemprov Bali Dimanfaatkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Singaraja Alami Gejala Keracunan, 3 Dirawat di Rumah Sakit

16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Singaraja Alami Gejala Keracunan, 3 Dirawat di Rumah Sakit

Sebanyak 16 siswa SD Negeri 3 Banjar Jawa, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan massal. Para siswa mengalami keluhan mual, pusing, hingga sakit perut seja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer