Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efektivitas Program MBG Ditingkatkan: Skema 5 Hari Jaga Gizi Anak Tetap Optimal

I
Penulis: I Putu Suyatra❯
MBG
MBG

Advertisement

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan skema penyaluran lima hari dalam sepekan, mengikuti hari aktif sekolah. Kebijakan ini diambil untuk memastikan distribusi lebih tepat sasaran sekaligus menekan pemborosan anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG sebelumnya.

“Sebagai upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi, sebelumnya MBG disalurkan selama enam hari termasuk saat libur. Namun dinilai belum optimal, sehingga kini difokuskan pada lima hari saat siswa aktif di sekolah,” ujarnya.

Advertisement

Ia menegaskan, penyaluran pada hari libur, termasuk libur panjang seperti Lebaran, tidak berjalan maksimal karena siswa tidak berada di sekolah. Oleh karena itu, distribusi kepada siswa ditiadakan selama periode tersebut.

Meski begitu, program MBG tidak berhenti sepenuhnya saat libur. Pemerintah tetap menyalurkan bantuan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini tetap menerima manfaat selama enam hari dalam sepekan, tanpa terpengaruh kalender akademik.

Selain itu, siswa dan santri masih berpeluang mendapatkan MBG selama libur apabila sekolah atau pesantren memfasilitasi kehadiran untuk distribusi. Kebijakan ini menjadi bentuk fleksibilitas agar manfaat program tetap luas.

Advertisement

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta daerah dengan angka stunting tinggi. Di wilayah tersebut, kebijakan MBG dapat disesuaikan, termasuk penambahan hari distribusi di luar lima hari sekolah jika dibutuhkan.

“Untuk daerah dengan kondisi gizi yang membutuhkan perhatian lebih, penyaluran bisa ditambah satu hari,” jelas Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan pengawasan program terus diperketat guna menjaga kualitas layanan di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mendapatkan pembinaan. Sebanyak 2.100 SPPG diberikan peringatan, sementara 1.789 lainnya dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar administratif dan teknis, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.

Advertisement
Editor : I Putu Suyatra

Artikel Terkait

De Gadjah: Dukung Langkah Pemprov Bali Sukseskan MBG, Kritik Tetap Jalan demi Kepentingan Rakyat

De Gadjah: Dukung Langkah Pemprov Bali Sukseskan MBG, Kritik Tetap Jalan demi Kepentingan Rakyat

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta

Siap Dukung MBG, Koster Persilakan Aset Pemprov Bali Dimanfaatkan

Siap Dukung MBG, Koster Persilakan Aset Pemprov Bali Dimanfaatkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Singaraja Alami Gejala Keracunan, 3 Dirawat di Rumah Sakit

16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Singaraja Alami Gejala Keracunan, 3 Dirawat di Rumah Sakit

Sebanyak 16 siswa SD Negeri 3 Banjar Jawa, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan massal. Para siswa mengalami keluhan mual, pusing, hingga sakit perut seja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer