Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemakzulan Gibran Menguat, Mahfud MD dan Anas Kompak Soroti Prabowo: Kuncinya di Tangan Presiden

W
Penulis: Wiwin Meliana❯
Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mengemuka
Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mengemuka

Advertisement

 

BALIEXPRESS.ID – Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober 2026. Di tengah dinamika tersebut, sorotan politik mengarah kepada Presiden Prabowo Subianto.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sama-sama menilai posisi Prabowo sangat strategis dalam menentukan arah politik koalisi pemerintahan, meski keduanya tidak menyatakan pemakzulan Gibran pasti terjadi.

Advertisement

Dalam program ROSI di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (9/10/2026), Mahfud menyoroti besarnya kekuatan partai pendukung pemerintah di DPR RI. Menurut dia, koalisi Prabowo-Gibran menguasai lebih dari 80 persen kursi parlemen, sehingga upaya menggulirkan usulan pemakzulan akan menghadapi hambatan politik yang besar.

“Untuk sampai pada usul pemakzulan ini tidak mudah, karena koalisinya Pak Prabowo lebih dari 80 persen,” ujar Mahfud.

Ia menilai peluang proses politik tersebut sangat bergantung pada sikap partai-partai koalisi. Mahfud menyebut, apabila Prabowo memberi ruang bagi DPR untuk menjalankan mekanisme konstitusional tanpa intervensi politik, proses tersebut dapat berjalan sesuai aturan.

Advertisement

“Kalau Pak Prabowo bilang, 'Go, silakan saya tidak ikut-ikut. Sesuaikan dengan semangat konstitusionalisme kita,' menurut saya ini jalan,” katanya.

Sebaliknya, jika tidak ada ruang politik dari koalisi pemerintah, upaya pemakzulan akan semakin sulit memperoleh dukungan.

Sorotan serupa disampaikan Anas Urbaningrum melalui unggahan di media sosial X pada Kamis (8/10/2026). Ia menulis singkat, “Prabowo adalah koentji.”

Anas menilai posisi Prabowo bukan hanya strategis sebagai presiden, melainkan juga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra yang menjadi poros utama koalisi pemerintahan. Sikap Prabowo dinilai dapat memengaruhi respons partai-partai pendukung terhadap perkembangan politik setelah putusan MK.

Advertisement
Editor : Wiwin Meliana

Artikel Terkait

Golkar Resmi Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Bagaimana Nasib Gibran sebagai Cawapres?

Golkar Resmi Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Bagaimana Nasib Gibran sebagai Cawapres?

Partai Golkar menegaskan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Namun, partai berlambang pohon beringin itu belum menentukan sosok y

Prabowo Bertemu Jokowi di Tengah Putusan MK soal Gibran, Ada Bahasan Politik Lain?

Prabowo Bertemu Jokowi di Tengah Putusan MK soal Gibran, Ada Bahasan Politik Lain?

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026) malam, menjadi sorotan.

Gibran Hormati Putusan MK soal Status Wapres, Pilih Fokus Kerja untuk Prabowo

Gibran Hormati Putusan MK soal Status Wapres, Pilih Fokus Kerja untuk Prabowo

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak mendiskualifikasi dirinya dari jabatan Wakil Presiden. Gibran menyatakan menghormati seluruh proses hukum di MK dan mem

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer