alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Bharada E Diperiksa, Keluarga Korban Heran Mengapa Tak Ditahan

JAKARTA, BALI EXPRESS – Bharada E atau Bharada Richard dan enam  ajudan Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan oleh Komnas HAM,  Selasa (26/7). Orang-orang itu dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Namun keluarga Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J mengaku heran kenapa polisi tak kunjung menangkap Bharada E yang sudah mengaku menembak Brigadir Joshua hingga tewas. Keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J ini juga heran Bharada E datang ke Komnas HAM dengan tak diborgol.

Melalui kuasa hukumnya Kamarudin Simanjuntak,  pihaknya mengaku heran Bharada E tidak diamankan polisi hingga Selasa (26/7). Padahal sudah jelas bahwa Bharada E mengaku sebagai pelaku yang membunuh dan menembak Brigadir Joshua.

Baca Juga :  Harta Bekas Bupati Lampung Utara Dirampas KPK, Ini Daftarnya

Dengan diamankannya Bharada E, menurut Kamaruddin, maka pelaku lainnya yang terlibat akan lebih mudah terungkap. Sebab, kata Kamaruddin, pihaknya sangat yakin bahwa pelaku pembunuhan terhadap Brigadir J lebih dari satu atau dua orang.

“Itulah, sudah ada yang mengaku menembak, mengapa tidak ditangkap,” kata Kamarudin Simanjuntak, Selasa (26/7).

“Karena kami tidak mau membuat laporan dengan terlapor Bharada E. Sebab menurut perhitungan kami, berdasarkan fakta-fakta, hampir tidak mungkin hanya yang bersangkutan melakukan ini,” kata Kamaruddin di Mabes Polri, Senin (18/7).

Sementara, dari total tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo, Komnas HAM enggan merinci berapa ajudan yang terlibat di lokasi tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat, Jumat (8/7).

Baca Juga :  Novel Baswedan Sebut Ketua KPK Sewenang-wenang

Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, saat pemeriksaan itu, tidak semua ajudan berada di tempat kejadian perkara (TKP) yaitu di rumah Irjen Ferdy Sambo.

“Ada yang ada (di rumah Sambo, red), ada yang tidak,” jawab Choirul Anam saat konferensi pers seusai pemeriksaan tujuh ajudan itu.

Akan tetapi, Choirul Anam enggan memerinci berapa orang ajudan yang berada di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo saat tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J ini.

“Jumlahnya berapa? Orangnya berapa? Nanti kami akan simpulkan,” katanya.






Reporter: Wiwin Meliana

JAKARTA, BALI EXPRESS – Bharada E atau Bharada Richard dan enam  ajudan Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan oleh Komnas HAM,  Selasa (26/7). Orang-orang itu dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Namun keluarga Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J mengaku heran kenapa polisi tak kunjung menangkap Bharada E yang sudah mengaku menembak Brigadir Joshua hingga tewas. Keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J ini juga heran Bharada E datang ke Komnas HAM dengan tak diborgol.

Melalui kuasa hukumnya Kamarudin Simanjuntak,  pihaknya mengaku heran Bharada E tidak diamankan polisi hingga Selasa (26/7). Padahal sudah jelas bahwa Bharada E mengaku sebagai pelaku yang membunuh dan menembak Brigadir Joshua.

Baca Juga :  Penanganan Kasus Penistaan Agama Oleh Desak Dipertanyakan Lagi

Dengan diamankannya Bharada E, menurut Kamaruddin, maka pelaku lainnya yang terlibat akan lebih mudah terungkap. Sebab, kata Kamaruddin, pihaknya sangat yakin bahwa pelaku pembunuhan terhadap Brigadir J lebih dari satu atau dua orang.

“Itulah, sudah ada yang mengaku menembak, mengapa tidak ditangkap,” kata Kamarudin Simanjuntak, Selasa (26/7).

“Karena kami tidak mau membuat laporan dengan terlapor Bharada E. Sebab menurut perhitungan kami, berdasarkan fakta-fakta, hampir tidak mungkin hanya yang bersangkutan melakukan ini,” kata Kamaruddin di Mabes Polri, Senin (18/7).

Sementara, dari total tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo, Komnas HAM enggan merinci berapa ajudan yang terlibat di lokasi tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat, Jumat (8/7).

Baca Juga :  Novel Baswedan Sebut Ketua KPK Sewenang-wenang

Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, saat pemeriksaan itu, tidak semua ajudan berada di tempat kejadian perkara (TKP) yaitu di rumah Irjen Ferdy Sambo.

“Ada yang ada (di rumah Sambo, red), ada yang tidak,” jawab Choirul Anam saat konferensi pers seusai pemeriksaan tujuh ajudan itu.

Akan tetapi, Choirul Anam enggan memerinci berapa orang ajudan yang berada di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo saat tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J ini.

“Jumlahnya berapa? Orangnya berapa? Nanti kami akan simpulkan,” katanya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/