BALIEXPRESS.ID – Acara Nganjang ka Warga yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Rabu (28/5/2025), mendadak memanas.
Sejumlah pendukung klub sepak bola lokal Persikas Subang membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” sambil meneriakkan yel-yel di tengah acara resmi yang dihadiri warga.
Baca Juga: Bobol Kos-Kosan di Kuta Selatan, Dua Pria Sumbawa Bersenjata Tajam Didor di Pelabuhan Lembar
Momen itu memicu kemarahan Dedi Mulyadi yang langsung menegur para pendukung tersebut dengan suara tinggi.
Ia menilai aksi itu tidak pada tempatnya dan tidak menghargai forum yang seharusnya menjadi ruang dialog antara pemimpin dan rakyat, khususnya membahas isu kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sok jago, nggak mikir kamu? Ini forum saya dengan rakyat, bukan forum Persikas. Minggir kamu! Ngaku anak muda, ngaku berpendidikan, nggak punya otak. Ini penderitaan rakyat!” seru Dedi di hadapan warga.
Menurut Dedi, dirinya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan Persikas Subang dan merasa tersinggung karena aspirasi tentang klub sepak bola dilontarkan dalam agenda yang seharusnya fokus pada bantuan sosial.
Baca Juga: Indosat Bagi Dividen Rp2,7 Triliun, Fokus Perluas Bisnis Berbasis AI
Persikas atau Perserikatan Sepakbola Indonesia Kabupaten Subang adalah klub sepak bola kebanggaan warga Subang yang saat ini berkompetisi di Liga 2 Indonesia.
Meski belum pernah mencicipi kasta tertinggi sepak bola nasional, Persikas memiliki sejarah panjang sejak berdiri tahun 1951 dan menjadi simbol semangat olahraga masyarakat Subang.
Beberapa pencapaian pentingnya antara lain menjadi runner-up Liga 3 Jawa Barat Seri 2 musim 2021–2022 dan promosi ke Seri 1.
Pada musim berikutnya, klub kembali menjadi runner-up di Seri 1 dan melaju ke babak nasional. Puncaknya, Persikas promosi ke Liga 2 setelah menumbangkan Persekabpas Pasuruan 1-0 di babak 8 besar nasional Liga 3 2023–2024.
Namun akhir-akhir ini, beredar isu bahwa Persikas akan dijual ke pihak investor dari Sumatera Selatan dan berganti nama menjadi Sumsel United. Kabar ini membuat pendukung setia klub merasa kecewa dan khawatir identitas Persikas sebagai klub lokal akan hilang.
Baca Juga: Beli Tiket Special Show Raye di Hari Pertama JJF 2025 Lebih Mudah dengan Kartu Kredit BNI
Meski tuntutan suporter agar pemerintah daerah memperhatikan nasib klub lokal merupakan bentuk kepedulian, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya etika menyampaikan aspirasi dalam forum yang sesuai. Ia juga menyampaikan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah mendengarkan penderitaan rakyat kecil dan memberikan bantuan nyata kepada warga kurang mampu.
Insiden ini sontak menyulut perdebatan di media sosial. Sebagian netizen menilai emosi Dedi Mulyadi beralasan, namun sebagian lainnya meminta agar pemerintah tetap memberi perhatian terhadap nasib klub lokal seperti Persikas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen Persikas mengenai kemungkinan penjualan klub ke luar daerah.
Editor : Wiwin Meliana