alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Presiden Jokowi Sumbang Hewan Kurban Berbobot 1 Ton

SIGI, BALI EXPRESS — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan, Presiden Joko Widodo menyumbang satu ekor sapi berbobot 1 ton sebagai hewan kurban untuk disembelih pada Idul Adha 1443 Hijriah 2022 di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

“Hewan kurban milik Presiden dibeli dari peternak sapi di Kelurahan Nunu, Kota Palu, dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi,” kata Rusli, pejabat fungsional Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng yang dihubungi di Palu, Kamis (30/6).

Ia menjelaskan, pada hari raya kurban tahun ini, hewan kurban Presiden Jokowi diberikan kepada warga Desa Pombewe berdasarkan arahan pemerintah pusat, dan proses penyembelihan nanti dilakukan panitia kurban setempat, termasuk pembagian daging kurban.

Pemprov Sulteng, katanya, hanya sebatas memfasilitasi untuk kelancaran proses penyelesaian administrasi, pemeriksaan kesehatan hewan, hingga distribusi kurban ke tempat pemotongan.

Baca Juga :  Ditegur Jokowi, Gubernur Pastika Marah pada Pengungsi di Hutan Jati

Sebelum dibeli, pihaknya menginformasikan kepada para peternak yang memiliki ternak kelas unggul yang sering menjuarai kontes ternak sapi di sejumlah kabupaten di provinsi itu, seperti halnya yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya.

“Lebaran Idul Adha tahun lalu, kurban Presiden disembelih di Kabupaten Parigi Moutong. Bobot sapi sekitar 964 kilogram. Tahun ini bobot sapi milik Pak Jokowi lebih berat dari tahun sebelumnya,” ujar Rusli.

Lebih lanjut dijelaskannya, hewan kurban dipesan kepala negara dari peternak lokal jenis sapi peranakan ongole (PO) dan dipastikan hewan tersebut dalam keadaan sehat. Sebagaimana syarat kurban, bahwa hewan disembelih harus dalam keadaan sehat secara fisik, tidak cacat atau buta, dan bobot badan hewan ternak gemuk atau tidak kurus.

Baca Juga :  Jokowi Tegaskan Tak Ada Impor Beras Selama Beberapa Bulan Mendatang

“Tim kesehatan hewan dari Maros, Sulawesi Selatan, termasuk dari Bali dan kami dari Perwakilan Pemprov Sulteng sudah melakukan pemeriksaan, hasilnya hewan ternak tersebut sehat. Dalam proses pemeriksaan kesehatan tidak ada ditemukan indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK),” tutur Rusli.

Ia menambahkan, bobot timbangan hewan ternak ini sesuai dengan syarat timbangan untuk hewan kurban Presiden yakni 800-1.000 kilogram. “Saat ini pemilik ternak turus memberikan pakan bermutu untuk mempertahankan bobot timbangan, termasuk menjaga kondisi fisik sapi supaya tetap bugar,” demikian Rusli. (jpg/wid)

 


SIGI, BALI EXPRESS — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan, Presiden Joko Widodo menyumbang satu ekor sapi berbobot 1 ton sebagai hewan kurban untuk disembelih pada Idul Adha 1443 Hijriah 2022 di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

“Hewan kurban milik Presiden dibeli dari peternak sapi di Kelurahan Nunu, Kota Palu, dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi,” kata Rusli, pejabat fungsional Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng yang dihubungi di Palu, Kamis (30/6).

Ia menjelaskan, pada hari raya kurban tahun ini, hewan kurban Presiden Jokowi diberikan kepada warga Desa Pombewe berdasarkan arahan pemerintah pusat, dan proses penyembelihan nanti dilakukan panitia kurban setempat, termasuk pembagian daging kurban.

Pemprov Sulteng, katanya, hanya sebatas memfasilitasi untuk kelancaran proses penyelesaian administrasi, pemeriksaan kesehatan hewan, hingga distribusi kurban ke tempat pemotongan.

Baca Juga :  Dari Kedai Kopi KPK Amankan Uang Rp 786 Juta untuk Bupati Langkat

Sebelum dibeli, pihaknya menginformasikan kepada para peternak yang memiliki ternak kelas unggul yang sering menjuarai kontes ternak sapi di sejumlah kabupaten di provinsi itu, seperti halnya yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya.

“Lebaran Idul Adha tahun lalu, kurban Presiden disembelih di Kabupaten Parigi Moutong. Bobot sapi sekitar 964 kilogram. Tahun ini bobot sapi milik Pak Jokowi lebih berat dari tahun sebelumnya,” ujar Rusli.

Lebih lanjut dijelaskannya, hewan kurban dipesan kepala negara dari peternak lokal jenis sapi peranakan ongole (PO) dan dipastikan hewan tersebut dalam keadaan sehat. Sebagaimana syarat kurban, bahwa hewan disembelih harus dalam keadaan sehat secara fisik, tidak cacat atau buta, dan bobot badan hewan ternak gemuk atau tidak kurus.

Baca Juga :  Peringati Haornas, Jokowi Luncurkan Perpres DBON

“Tim kesehatan hewan dari Maros, Sulawesi Selatan, termasuk dari Bali dan kami dari Perwakilan Pemprov Sulteng sudah melakukan pemeriksaan, hasilnya hewan ternak tersebut sehat. Dalam proses pemeriksaan kesehatan tidak ada ditemukan indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK),” tutur Rusli.

Ia menambahkan, bobot timbangan hewan ternak ini sesuai dengan syarat timbangan untuk hewan kurban Presiden yakni 800-1.000 kilogram. “Saat ini pemilik ternak turus memberikan pakan bermutu untuk mempertahankan bobot timbangan, termasuk menjaga kondisi fisik sapi supaya tetap bugar,” demikian Rusli. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/