alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Permintaan Melonjak, Tabung Oksigen Mulai ‘Langka’

JAKARTA, BALI EXPRESS-Kebutuhan gas oksigen untuk kesehatan meningkat drastis. Sejumlah warga Jakarta Utara pun mengaku mulai kesulitan menemukan toko alat kesehatan yang menjual tabung gas oksigen baru.

Adi Setiawan, salah satu warga Jakarta Utara pada Kamis mengaku kesulitan menemukan tabung alat bantu pernapasan bagi anggota keluarganya yang terpapar COVID-19. Ia mengaku sudah berkeliling di sekitar Koja, tapi akhirnya baru ketemu dua toko isi ulang oksigen. Salah satunya toko alat kesehatan di Jalan Plumpang Semper, Koja, Jakarta Utara, milik Arios Aritonang. “Sangat susah (mencari toko yang menjual tabung oksigen). Ini sudah keliling, ketemu dua lapak,” ungkapnya.

Warga lainnya mengaku salah satu anggota keluarganya mengalami gejala sesak napas. Hal itulah yang mendesaknya untuk segera mencari tabung oksigen tersebut. “Cari buat keluarga, ada yang sesak nafas,” katanya.

Menurut Aritonang, pemilik salah satu toko tabung oksigen, stok tabung baru sudah habis sejak dua pekan lalu. Kini tokonya hanya melayani jasa isi ulang gas. Itu pun sudah mulai sulit karena angka permintaan melonjak drastis.

Kalau situasi normal, kata Aritonang, permintaan oksigen hanya sekitar 10 meter kubik. Namun kini bisa melonjak hingga 10 kali lipat. “Tadinya 10 (meter) kubik, sekarang 100 kubik sehari, bahkan lebih,” ungkapnya.

Bahkan, pembeli yang mengunjungi toko Aritonang tersebut bisa datang dari berbagai daerah di luar Jakarta. “Pembelinya ada juga dari Bogor, Tangerang, Bekasi, juga ada yang nelpon kami, banyak dari luar daerah. Mereka kehabisan (oksigen), mencari ke sini,” ujar Aritonang.

Meski permintaan meninggi sementara stok ‘langka’, ia tidak menaikkan tarif isi ulang tabung oksigen yang berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu tersebut. (ant)


JAKARTA, BALI EXPRESS-Kebutuhan gas oksigen untuk kesehatan meningkat drastis. Sejumlah warga Jakarta Utara pun mengaku mulai kesulitan menemukan toko alat kesehatan yang menjual tabung gas oksigen baru.

Adi Setiawan, salah satu warga Jakarta Utara pada Kamis mengaku kesulitan menemukan tabung alat bantu pernapasan bagi anggota keluarganya yang terpapar COVID-19. Ia mengaku sudah berkeliling di sekitar Koja, tapi akhirnya baru ketemu dua toko isi ulang oksigen. Salah satunya toko alat kesehatan di Jalan Plumpang Semper, Koja, Jakarta Utara, milik Arios Aritonang. “Sangat susah (mencari toko yang menjual tabung oksigen). Ini sudah keliling, ketemu dua lapak,” ungkapnya.

Warga lainnya mengaku salah satu anggota keluarganya mengalami gejala sesak napas. Hal itulah yang mendesaknya untuk segera mencari tabung oksigen tersebut. “Cari buat keluarga, ada yang sesak nafas,” katanya.

Menurut Aritonang, pemilik salah satu toko tabung oksigen, stok tabung baru sudah habis sejak dua pekan lalu. Kini tokonya hanya melayani jasa isi ulang gas. Itu pun sudah mulai sulit karena angka permintaan melonjak drastis.

Kalau situasi normal, kata Aritonang, permintaan oksigen hanya sekitar 10 meter kubik. Namun kini bisa melonjak hingga 10 kali lipat. “Tadinya 10 (meter) kubik, sekarang 100 kubik sehari, bahkan lebih,” ungkapnya.

Bahkan, pembeli yang mengunjungi toko Aritonang tersebut bisa datang dari berbagai daerah di luar Jakarta. “Pembelinya ada juga dari Bogor, Tangerang, Bekasi, juga ada yang nelpon kami, banyak dari luar daerah. Mereka kehabisan (oksigen), mencari ke sini,” ujar Aritonang.

Meski permintaan meninggi sementara stok ‘langka’, ia tidak menaikkan tarif isi ulang tabung oksigen yang berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu tersebut. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/