26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Ibu Brigadir Yosua Minta Putri Candrawathi Pulihkan Nama Baik Anaknya

JAKARTA, BALI EXPRESS — Ibu mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rosti Simanjuntak meminta Putri Candrawathi agar berjiwa besar mengakui segala perbuatannya.

Sebagai sesama ibu, Putri diminta memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. “Jadi jangan bagaikan potipar atau api yang kejam kepada kami. Ibu muncul ke dunia ini bagaikan potipar, jadi anaku Yosua tolong pulihkan namanya, pulihkan keluarga kami dari fitnahan, kebohongan-kebohongan ibu,” kata Rosti dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Rosti menilai, Putri dan para terdakwa lainnya harusnya sudah cukup puas dengan membunuh Yosua. Oleh karena itu, saat ini waktu mempertanggungjawabkan perbuatan keji tersebut.

“Jadi bu sadarlah, terlalu kejam, terlalu kejam saya ulangi. Ibu melihat, mengetahui, mendengar, nggak mungkin ibu tidak mengetahui, ibu punya mata dibikin Tuhan, ibu diberi Tuhan hati nurani, tapi hati nurani ibu sudah sia-sia sudah mati,” jelasnya.

Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Musababnya, dia bersama istrinya Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Maruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. (jpg/wid)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS — Ibu mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rosti Simanjuntak meminta Putri Candrawathi agar berjiwa besar mengakui segala perbuatannya.

Sebagai sesama ibu, Putri diminta memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. “Jadi jangan bagaikan potipar atau api yang kejam kepada kami. Ibu muncul ke dunia ini bagaikan potipar, jadi anaku Yosua tolong pulihkan namanya, pulihkan keluarga kami dari fitnahan, kebohongan-kebohongan ibu,” kata Rosti dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Rosti menilai, Putri dan para terdakwa lainnya harusnya sudah cukup puas dengan membunuh Yosua. Oleh karena itu, saat ini waktu mempertanggungjawabkan perbuatan keji tersebut.

“Jadi bu sadarlah, terlalu kejam, terlalu kejam saya ulangi. Ibu melihat, mengetahui, mendengar, nggak mungkin ibu tidak mengetahui, ibu punya mata dibikin Tuhan, ibu diberi Tuhan hati nurani, tapi hati nurani ibu sudah sia-sia sudah mati,” jelasnya.

Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Musababnya, dia bersama istrinya Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Maruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru