26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Sebut Polisi “Warga Sambo Memang Meresahkan”, Sumiarti Masry Diamankan

NTT, BALI EXPRESS – Jarimu harimaumu, ungkapan inilah yang cocok untuk orang yang tidak bijaksana dalam bermedia sosial, menulis komentar ataupun menulis postingan tanpa berpikir dampak yang akan ditimbulkan.

Hal itu juga dialami seorang perempuan bernama Sumiarti Masry, warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Akibat unggahannya di akun Facebook, ia harus berurusan dengan polisi.

Wanita berhijab ini diamankan oleh anggota Polres Sikka karena unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan warga Ferdy Sambo memang meresahkan, pekan lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari salah satu pemilik akun Facebook bernama Ryna Nhozee membuat status dengan kata-kata “Ngerii ew polisi tilang sampai masuk di Wuring”.

Baca Juga :  Komunitas Honda PCX Indonesia Serahkan Bantuan Korban Bencana NTT

Kebetulan, pagi itu Satlantas Polres Sikka memang sedang menggelar razia pemeriksaan kendaraan di wilayah pertigaan Wuring tersebut. Unggahan tersebut mendapat beragam komentar dari warganet. Salah satunya adalah komentar dari Sumiarti Masry. Ia menyebutkan polisi yang melakukan penilangan itu merupakan warga Ferdy Sambo yang meresahkan.

Terhadap komentarnya tersebut, pihak dari Polres Sikka langsung bergerak cepat dan mencari pelaku. Petugas akhirnya berhasil menemukan Sumiarti Masry dan membawanya ke Polres Sikka untuk diinterogasi atas komentarnya tersebut. Sumiarti pun langsung membuat video permohonan maaf terhadap Satlantas Polres Sikka karena menyebutnya sebagai warga Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri yang kini sedang tersangkut kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga :  Sanur Street Beach Walk; Secangkir Kopi dan Matahari Terbit

“Saya minta maaf kepada Satlantas Polres Sikka karena komentar tidak baik dengan menyebutkan warga Ferdy Sambo memang meresahkan,” ujar Sumiarti.






Reporter: Wiwin Meliana

NTT, BALI EXPRESS – Jarimu harimaumu, ungkapan inilah yang cocok untuk orang yang tidak bijaksana dalam bermedia sosial, menulis komentar ataupun menulis postingan tanpa berpikir dampak yang akan ditimbulkan.

Hal itu juga dialami seorang perempuan bernama Sumiarti Masry, warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Akibat unggahannya di akun Facebook, ia harus berurusan dengan polisi.

Wanita berhijab ini diamankan oleh anggota Polres Sikka karena unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan warga Ferdy Sambo memang meresahkan, pekan lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari salah satu pemilik akun Facebook bernama Ryna Nhozee membuat status dengan kata-kata “Ngerii ew polisi tilang sampai masuk di Wuring”.

Baca Juga :  Meresahkan, Lima WN Moldova Dideportasi

Kebetulan, pagi itu Satlantas Polres Sikka memang sedang menggelar razia pemeriksaan kendaraan di wilayah pertigaan Wuring tersebut. Unggahan tersebut mendapat beragam komentar dari warganet. Salah satunya adalah komentar dari Sumiarti Masry. Ia menyebutkan polisi yang melakukan penilangan itu merupakan warga Ferdy Sambo yang meresahkan.

Terhadap komentarnya tersebut, pihak dari Polres Sikka langsung bergerak cepat dan mencari pelaku. Petugas akhirnya berhasil menemukan Sumiarti Masry dan membawanya ke Polres Sikka untuk diinterogasi atas komentarnya tersebut. Sumiarti pun langsung membuat video permohonan maaf terhadap Satlantas Polres Sikka karena menyebutnya sebagai warga Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri yang kini sedang tersangkut kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga :  Miss Global Estonia Tak Terima Ditilang di Bali, Hina Polisi Korup

“Saya minta maaf kepada Satlantas Polres Sikka karena komentar tidak baik dengan menyebutkan warga Ferdy Sambo memang meresahkan,” ujar Sumiarti.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru