alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Bripda Randy Jadi Tersangka Aborsi, Dua Kali Hamili Pacarnya

MOJOKERTO, BALI EXPRESS – Bripda Randy Bagus Hari Sasongko akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus aborsi terkait kematian seorang mahasiswi di makam ayahnya, Novia Widyasari di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya sekali. Dia disangka terlibat dalam dua kali aborsi.

Dalam rilis yang digelar di Polres Mojokerto, Sabtu malam (4/12), diketahui bahwa Bripda Randy baru mengenal Almarhum Novia sekitar 2 tahunan. Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, Bripda Randy dan Novia berkenalan di sebuah distro baju. Lokasinya ada di Malang, pada Oktober 2019 silam.

Dari pertemuan pertama itu, mereka intens komunikasi. Hingga akhirnya memutuskan berpacaran. Rupanya kedekatan mereka bertambah intim. Hingga membuat Novia hamil.

Dari situ, Novia disebutkan melakukan aborsi pertama saat usia kandungan dalam hitungan minggu di kos. Sedangkan aborsi kedua, saat kandungan empat bulan.

Oleh Polda Jatim, Bripda Randy disangka turut serta dalam melakukan aborsi. Sebab, tindakan itu dilakukan bersama-sama. Berdasar KUHP, ancaman untuk melakukan aborsi adalah pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Meski demikian, Brigjen Slamet memastikan timnya tidak berhenti pada sangkaan aborsi. Bukan tidak mungkin, Bripda Randy dikenakan pasal lain. Bukan tanpa alasan Brigjen Slamet mengatakan hal itu. Sebab, masih ada beberapa hal yang perlu didalami.

Termasuk, soal motif bunuh diri Novia Widyasari. Apakah berkaitan dengan Bripda Randy atau ada masalah lain? ”Kami akan mendalami lagi terkait penyebab itu. Kami tidak berhenti di situ. Akan dikembangkan lagi. Namun, sementara yang didapatkan bisa menjerat dari sangkaan tadi,” imbuhnya.

Polri tampaknya memang tidak boleh buru-buru dalam menutup kasus ini dengan sangkaan aborsi saja. Sebab, dalam berbagai informasi yang muncul di sosial media dan menjadi pintu masuk dalam munculnya Bripda Randy, ada berbagai informasi. Misalnya, dugaan pemerkosaan, dugaan paksaan aborsi, hingga depresi karena tekanan dari keluarga Randy maupun paman Novia Widyasari.


MOJOKERTO, BALI EXPRESS – Bripda Randy Bagus Hari Sasongko akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus aborsi terkait kematian seorang mahasiswi di makam ayahnya, Novia Widyasari di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya sekali. Dia disangka terlibat dalam dua kali aborsi.

Dalam rilis yang digelar di Polres Mojokerto, Sabtu malam (4/12), diketahui bahwa Bripda Randy baru mengenal Almarhum Novia sekitar 2 tahunan. Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, Bripda Randy dan Novia berkenalan di sebuah distro baju. Lokasinya ada di Malang, pada Oktober 2019 silam.

Dari pertemuan pertama itu, mereka intens komunikasi. Hingga akhirnya memutuskan berpacaran. Rupanya kedekatan mereka bertambah intim. Hingga membuat Novia hamil.

Dari situ, Novia disebutkan melakukan aborsi pertama saat usia kandungan dalam hitungan minggu di kos. Sedangkan aborsi kedua, saat kandungan empat bulan.

Oleh Polda Jatim, Bripda Randy disangka turut serta dalam melakukan aborsi. Sebab, tindakan itu dilakukan bersama-sama. Berdasar KUHP, ancaman untuk melakukan aborsi adalah pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Meski demikian, Brigjen Slamet memastikan timnya tidak berhenti pada sangkaan aborsi. Bukan tidak mungkin, Bripda Randy dikenakan pasal lain. Bukan tanpa alasan Brigjen Slamet mengatakan hal itu. Sebab, masih ada beberapa hal yang perlu didalami.

Termasuk, soal motif bunuh diri Novia Widyasari. Apakah berkaitan dengan Bripda Randy atau ada masalah lain? ”Kami akan mendalami lagi terkait penyebab itu. Kami tidak berhenti di situ. Akan dikembangkan lagi. Namun, sementara yang didapatkan bisa menjerat dari sangkaan tadi,” imbuhnya.

Polri tampaknya memang tidak boleh buru-buru dalam menutup kasus ini dengan sangkaan aborsi saja. Sebab, dalam berbagai informasi yang muncul di sosial media dan menjadi pintu masuk dalam munculnya Bripda Randy, ada berbagai informasi. Misalnya, dugaan pemerkosaan, dugaan paksaan aborsi, hingga depresi karena tekanan dari keluarga Randy maupun paman Novia Widyasari.


Most Read

Artikel Terbaru

/