alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Lanal Palembang Amankan 12 Box Benih Lobster Senilai Rp 8 miliar

PALEMBANG, BALI EXPRESS – Upaya pengiriman benur atau benih lobster secara ilegal ke Singapura melalui jalur laut berhasil digagalkan Pangkalan TNI AL Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu (4/8) lalu. Sebanyak 12 box benih lobster senilai Rp 8 miliar disita petugas dari tangan pelaku penyelundupan.

Komandan Pangkalan TNI AL Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari, Jumat (6/8) menjelaskan, penyelundupan benih lobster sebanyak 55.032 benih itu digagalkan anggotanya ketika akan diselundupkan ke pelabuhan tidak resmi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (4/8) lalu. Benih lobster yang disita dari dua terduga pelaku penyelundupan itu terdiri dari 54.832 benur lobster pasir dan 200 benur lobster mutiara,

“Penangkapan pelaku bersama barang bukti puluhan ribu benih lobster itu berkat kesigapan Tim F1QR (Fleet One Quick Response) Pangkalan TNI AL Palembang,” ujarnya.

Malari menambahkan, bibit lobster itu diketahui berasal dari Lampung yang dibawa menggunakan mobil boks dan singgah ke hulu Sungai Muara Sungsang, Kabupaten Banyuasin, untuk selanjutnya dibawa ke Singapura melalui jalur laut.

Namun sayangnya, dalam penangkapan itu, anggota TNI AL setempat hanya bisa menangkap kurirnya saja. Sementara pemilik atau pembeli benih tidak ada di lokasi kejadian. Untuk pengungkapan pihak lain yang terlibat dalam penyelundupan itu, mereka berupaya mengembangkan dari keterangan dua kurir yang ditahan.

“Sedangkan barang bukti 12 boks benur dititipkan ke Balai Karantina Ikan Palembang agar tetap dalam kondisi baik,” pungkasnya. (ant)


PALEMBANG, BALI EXPRESS – Upaya pengiriman benur atau benih lobster secara ilegal ke Singapura melalui jalur laut berhasil digagalkan Pangkalan TNI AL Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu (4/8) lalu. Sebanyak 12 box benih lobster senilai Rp 8 miliar disita petugas dari tangan pelaku penyelundupan.

Komandan Pangkalan TNI AL Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari, Jumat (6/8) menjelaskan, penyelundupan benih lobster sebanyak 55.032 benih itu digagalkan anggotanya ketika akan diselundupkan ke pelabuhan tidak resmi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (4/8) lalu. Benih lobster yang disita dari dua terduga pelaku penyelundupan itu terdiri dari 54.832 benur lobster pasir dan 200 benur lobster mutiara,

“Penangkapan pelaku bersama barang bukti puluhan ribu benih lobster itu berkat kesigapan Tim F1QR (Fleet One Quick Response) Pangkalan TNI AL Palembang,” ujarnya.

Malari menambahkan, bibit lobster itu diketahui berasal dari Lampung yang dibawa menggunakan mobil boks dan singgah ke hulu Sungai Muara Sungsang, Kabupaten Banyuasin, untuk selanjutnya dibawa ke Singapura melalui jalur laut.

Namun sayangnya, dalam penangkapan itu, anggota TNI AL setempat hanya bisa menangkap kurirnya saja. Sementara pemilik atau pembeli benih tidak ada di lokasi kejadian. Untuk pengungkapan pihak lain yang terlibat dalam penyelundupan itu, mereka berupaya mengembangkan dari keterangan dua kurir yang ditahan.

“Sedangkan barang bukti 12 boks benur dititipkan ke Balai Karantina Ikan Palembang agar tetap dalam kondisi baik,” pungkasnya. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/