alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Bus Tabrak Tebing, Jasa Raharja Beri Santunan 13 Korban Meninggal

BANTUL, BALI EXPRESS – Direktur Utama  PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono menyatakan jumlah korban meninggal kecelakaan tunggal bus pariwisata yaitu 13 orang di Jalan Imogiri-Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (6/2), merupakan yang terbanyak pada awal 2022.

“Pada awal tahun 2022, ini adalah kecelakaan yang terbesar, yang lebih dari lima korban meninggal,” kata Rivan, usai mengunjungi korban luka karena kecelakaan bus pariwisata yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (7/2).

Total ada 47 penumpang dalam bus pariwisata yang kemudian menghantam tebing di utara jalan ketika melintasi turunan wilayah Bukit Bego, Desa Wukirsari, Imogiri tersebut. Selain 13 korban meninggal, 34 orang penumpang sisanya mengalami luka-luka.

“Terakhir kita (memberikan santunan korban meninggal) ada di Medan, sejumlah enam korban, ini adalah yang paling besar,” katanya.

Menurut dia, korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata di Bantul masing-masing mendapat santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat jaminan perawatan di rumah sakit maksimal Rp 20 juta.

“Santunan Jasa Raharja maksimal Rp 20 juta, akan tetapi dengan kerja sama dengan BPJS apabila melebihi dari Rp 20 juta, maka bisa langsung menggunakan fasilitas BPJS, dan ini integrasi yang dilakukan dengan baik, baik dari Jasa Raharja, rumah sakit maupun BPJS,” katanya.

Kecelakaan itu berawal saat bus pariwisata dengan nomor polisi AD 1507 EH tersebut melaju dari arah timur ke barat atau dari Hutan Pinus Mangunan ke arah Imogiri melewati ruas Jalan Imogiri-Dlingo yang merupakan jalur wisata pada Minggu (6/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat di turunan Bukit Bego, bus tiba-tiba meluncur tidak terkendali dan menghindar ke kanan karena ada mobil yang melaju pelan searah di depannya, karena bus oleng tidak terkendali, maka menghantam tebing di utara jalan hingga ringsek bagian depan dan samping. ant


BANTUL, BALI EXPRESS – Direktur Utama  PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono menyatakan jumlah korban meninggal kecelakaan tunggal bus pariwisata yaitu 13 orang di Jalan Imogiri-Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (6/2), merupakan yang terbanyak pada awal 2022.

“Pada awal tahun 2022, ini adalah kecelakaan yang terbesar, yang lebih dari lima korban meninggal,” kata Rivan, usai mengunjungi korban luka karena kecelakaan bus pariwisata yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (7/2).

Total ada 47 penumpang dalam bus pariwisata yang kemudian menghantam tebing di utara jalan ketika melintasi turunan wilayah Bukit Bego, Desa Wukirsari, Imogiri tersebut. Selain 13 korban meninggal, 34 orang penumpang sisanya mengalami luka-luka.

“Terakhir kita (memberikan santunan korban meninggal) ada di Medan, sejumlah enam korban, ini adalah yang paling besar,” katanya.

Menurut dia, korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata di Bantul masing-masing mendapat santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat jaminan perawatan di rumah sakit maksimal Rp 20 juta.

“Santunan Jasa Raharja maksimal Rp 20 juta, akan tetapi dengan kerja sama dengan BPJS apabila melebihi dari Rp 20 juta, maka bisa langsung menggunakan fasilitas BPJS, dan ini integrasi yang dilakukan dengan baik, baik dari Jasa Raharja, rumah sakit maupun BPJS,” katanya.

Kecelakaan itu berawal saat bus pariwisata dengan nomor polisi AD 1507 EH tersebut melaju dari arah timur ke barat atau dari Hutan Pinus Mangunan ke arah Imogiri melewati ruas Jalan Imogiri-Dlingo yang merupakan jalur wisata pada Minggu (6/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat di turunan Bukit Bego, bus tiba-tiba meluncur tidak terkendali dan menghindar ke kanan karena ada mobil yang melaju pelan searah di depannya, karena bus oleng tidak terkendali, maka menghantam tebing di utara jalan hingga ringsek bagian depan dan samping. ant


Most Read

Artikel Terbaru

/