alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Setwan DPRD Bali Studi Banding Kunjungi Lumbung Pangan Sulsel

MAKASSAR, BALI EXPRESS – Sekretariat DPRD Provinsi Bali bersama Forum Wartawan DPRD Provinsi Bali melakukan studi banding ke Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (6/7). Kegiatan itu untuk mengetahui tentang regulasi pertanian yang ada di provinsi yang dijuluki sebagai Lumbung Pangan Internasional tersebut.

Sekretaris DPRD Provinsi Bali, Gede Suralaga, menyampaikan Provinsi Bali juga terdapat wilayah pertanian yang justru dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan pangan. Namun belakangan ini beberapa alih fungsi lahan juga semakin banyak yang beralih menjadi akomodasi pariwisata.

Diakuinya Sulawesi Selatan di bidang pangan surplus setiap tahunnya 2 juta ton. Pihaknya ingin tahu terkait keberhasilan Sulawesi Selatan di bidang pertanian.

Suralaga menambahkan, situasi pandemi Covid-19 melumpuhkan dunia pariwisata, namun pertanian di Bali bisa membantu mengatasi masalah. Hal ini menandakan pertanian di Bali masih menjadi tumpuan ketika pariwisata melemah. “Jangan sampai hanya mengandalkan pariwisata saja. Pertanian Bali juga bisa maju seperti Sulawesi Selatan,” papar dia.

Baca Juga :  Museum Soenda Ketjil; Nostalgia Buleleng Sebagai Ibu Kota Tempo Dulu

Sementara hubungannya dengan DPRD, lanjutnya, tentu tidak terlepas dari regulasi yang ada. Khususnya yang mengatur tentang pertanian. ” Di Bali mudah-mudahan DPRD menghasilkan regulasinya, bagaimana bisa mempertahankan jalur hijau. Supaya alih fungsi lahan berkurang, tentu ini harus ada dukungan dari DPRD,” tegas Suralaga.

Sementara Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Hasnawaty Habibie menyampaikan, di wilayah Sulawesi Selatan sangat didukung sektor iklim. Sehingga ketersediaan pangan selalu tercover setiap saat.

Menurut Sekretaris Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Muhlis Mor, luas lahan pertanian di Sulsel mencapai 600 ribu hektare lebih. Dalam setahun Sulsel memproduksi 3,26 juta ton beras. Jumlah tersebut dikonsumsi oleh 9,5 juta penduduk di Sulsel. Sehingga, hanya 1,1 juta ton beras yang dikonsumsi. “Itu artinya ada surplus 2,1 juta ton,” imbuhnya.

Baca Juga :  Okokan Kolosal akan Meriahkan Tanah Lot Art and Food Festival #3

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

MAKASSAR, BALI EXPRESS – Sekretariat DPRD Provinsi Bali bersama Forum Wartawan DPRD Provinsi Bali melakukan studi banding ke Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (6/7). Kegiatan itu untuk mengetahui tentang regulasi pertanian yang ada di provinsi yang dijuluki sebagai Lumbung Pangan Internasional tersebut.

Sekretaris DPRD Provinsi Bali, Gede Suralaga, menyampaikan Provinsi Bali juga terdapat wilayah pertanian yang justru dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan pangan. Namun belakangan ini beberapa alih fungsi lahan juga semakin banyak yang beralih menjadi akomodasi pariwisata.

Diakuinya Sulawesi Selatan di bidang pangan surplus setiap tahunnya 2 juta ton. Pihaknya ingin tahu terkait keberhasilan Sulawesi Selatan di bidang pertanian.

Suralaga menambahkan, situasi pandemi Covid-19 melumpuhkan dunia pariwisata, namun pertanian di Bali bisa membantu mengatasi masalah. Hal ini menandakan pertanian di Bali masih menjadi tumpuan ketika pariwisata melemah. “Jangan sampai hanya mengandalkan pariwisata saja. Pertanian Bali juga bisa maju seperti Sulawesi Selatan,” papar dia.

Baca Juga :  Seorang Mahasiswi Dicabuli di Ruang Lab oleh Dosen Pembimbing

Sementara hubungannya dengan DPRD, lanjutnya, tentu tidak terlepas dari regulasi yang ada. Khususnya yang mengatur tentang pertanian. ” Di Bali mudah-mudahan DPRD menghasilkan regulasinya, bagaimana bisa mempertahankan jalur hijau. Supaya alih fungsi lahan berkurang, tentu ini harus ada dukungan dari DPRD,” tegas Suralaga.

Sementara Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Hasnawaty Habibie menyampaikan, di wilayah Sulawesi Selatan sangat didukung sektor iklim. Sehingga ketersediaan pangan selalu tercover setiap saat.

Menurut Sekretaris Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Muhlis Mor, luas lahan pertanian di Sulsel mencapai 600 ribu hektare lebih. Dalam setahun Sulsel memproduksi 3,26 juta ton beras. Jumlah tersebut dikonsumsi oleh 9,5 juta penduduk di Sulsel. Sehingga, hanya 1,1 juta ton beras yang dikonsumsi. “Itu artinya ada surplus 2,1 juta ton,” imbuhnya.

Baca Juga :  Nekat Berwisata, 17 Orang Asal Hulu Sungai Selatan Positif Covid-19

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/