alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Penangkaran Buaya di Muarojambi Ditutup, Tak Terurus Buaya Lepas

JAMBI, BALI EXPRESS – Polsek Sungai Gelam menutup dan memasang garis polisi lokasi penangkaran buaya yang terletak di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Kepala Polsek Sungai Gelam, Inspektur Polisi Dua Candra, Rabu (6/10), mengatakan, garis polisi dipasang agar masyarakat sekitar tidak memasuki area penangkaran buaya.

Pemberian garis polisi karena dikhawatirkan seandainya masih ada buaya yang tersisia atau sisa telur buaya yang masih di dalam, karena penangkaran buaya itu sudah lama tidak diurus walau buaya-buayanya sudah dipindahkan tim BKSDA Jambi.

“Kemungkinan besar seluruh buaya yang ada di penangkaran ini sudah semuanya ditangkap dan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman, namun dikarenakan posisi sekarang air kolam dalam kondisi keruh, kita belum berani memastikan buaya disini sudah dievakuasi semuanya,” katanya.

Ada 18 buaya hidup dipindahkan dan ditemukan dua buaya mati. “Yang kami pindahkan tiga buaya yang berada di luar penangkaran karena lepas dari penangkaran, sehingga membuat panik warga sekitar penangkaran dan sepanjang aliran sungai setempat,” katanya.

Hasil evakuasi kemarin oleh tim BKSDA ada 15 buaya yang diangkat dari kolam dan ada dua buaya yang ditemukan mati.

Pemilik penangkaran buaya telah dipanggil polisi, namun tidak hadir. Petugas mungkin akan datangi rumahnya. “Untuk izin sudah mati atau gimana, pihak BKSDA yang mengetahuinya dan berkewajiban menjawab,” katanya.

Petugas akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan memasang tanda peringatan melarang berenang atau memancing di area penangkaran. (ant)


JAMBI, BALI EXPRESS – Polsek Sungai Gelam menutup dan memasang garis polisi lokasi penangkaran buaya yang terletak di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Kepala Polsek Sungai Gelam, Inspektur Polisi Dua Candra, Rabu (6/10), mengatakan, garis polisi dipasang agar masyarakat sekitar tidak memasuki area penangkaran buaya.

Pemberian garis polisi karena dikhawatirkan seandainya masih ada buaya yang tersisia atau sisa telur buaya yang masih di dalam, karena penangkaran buaya itu sudah lama tidak diurus walau buaya-buayanya sudah dipindahkan tim BKSDA Jambi.

“Kemungkinan besar seluruh buaya yang ada di penangkaran ini sudah semuanya ditangkap dan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman, namun dikarenakan posisi sekarang air kolam dalam kondisi keruh, kita belum berani memastikan buaya disini sudah dievakuasi semuanya,” katanya.

Ada 18 buaya hidup dipindahkan dan ditemukan dua buaya mati. “Yang kami pindahkan tiga buaya yang berada di luar penangkaran karena lepas dari penangkaran, sehingga membuat panik warga sekitar penangkaran dan sepanjang aliran sungai setempat,” katanya.

Hasil evakuasi kemarin oleh tim BKSDA ada 15 buaya yang diangkat dari kolam dan ada dua buaya yang ditemukan mati.

Pemilik penangkaran buaya telah dipanggil polisi, namun tidak hadir. Petugas mungkin akan datangi rumahnya. “Untuk izin sudah mati atau gimana, pihak BKSDA yang mengetahuinya dan berkewajiban menjawab,” katanya.

Petugas akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan memasang tanda peringatan melarang berenang atau memancing di area penangkaran. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/