alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Polisi Sita 600 GB Data File Video dan Foto Siskaeee

JOGJAKARTA, BALI EXPRESS – Setelah menangkap dan menetapkan FCN alias Siskaeee, tersangka kasus mesum di Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai tersangka video tak senonoh ekshibisionisme, polisi mengamankan barang bukti. Selain itu, polisi juga menemukan motif trauma yang kemudian berubah menujadi ekonomi atas aksi mesum Siskaee di Bandara Jogjakarta tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIJ AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, dari tangan tersangka polisi mendapati sejumlah 2.000-an file video dan 3.700-an file foto tersimpan di handphone tersangka. Juga terdapat sekitar 600 GB data file foto maupun video tersimpan di hardisk tersangka.

Dilansir dari Jawa Pos Radar Jogja, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa alat bantu produksi konten melanggar kesusilaan. Berupa pakaian, alat bantu seks dan atribut lain dalam membuat konten. Selanjutnya perhiasan, laptop, tas, sepatu, dan mata uang asing.

Roberto menjelaskan, polisi mendapatkan laporan pertama pada 2 Desember. Karena laporan memenuhi unsur, lalu dilakukan penyelidikan langsung dan melalui cyber. Tak selang lama, polisi menemukan. Kemudian dilimpahkan prosesnya dan dilakukan penindakan. Bekerjasama, dibentuk tim gabungan bekerja selama tiga hari.

Pada 3 Desember diketahui posisi FCN di luar DIJ. Dari Jakarta hendak ke Kota Bandung. Polda DIJ berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka. Penangkapan dilakukan oleh polisi wanita.

Wakapolda DIJ Brigjen Pol Raden Slamet Santoso berpesan agar masyarakat pandai dalam pemanfaatan media digital. Sebab, instansinya akan menindak cepat proses kejahatan gangguan kamtibmas, baik secara langsung maupun melalui digital.

Pihaknya akan bekerjasama dengan Kominfo dan stageholder dalam mengungkap kasus serupa dan melakukan pemblokiran terkait konten-konten Siskaeee. “Ini menjadi triger semua. Untuk bergerak cepat agar (jejak digital, Red) tidak menyebar ke mana-mana,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 29 Juncto (Jo) Pasal 4 Ayat 1 dan atau Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 19 2006 tentang Perubahan atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 


JOGJAKARTA, BALI EXPRESS – Setelah menangkap dan menetapkan FCN alias Siskaeee, tersangka kasus mesum di Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai tersangka video tak senonoh ekshibisionisme, polisi mengamankan barang bukti. Selain itu, polisi juga menemukan motif trauma yang kemudian berubah menujadi ekonomi atas aksi mesum Siskaee di Bandara Jogjakarta tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIJ AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, dari tangan tersangka polisi mendapati sejumlah 2.000-an file video dan 3.700-an file foto tersimpan di handphone tersangka. Juga terdapat sekitar 600 GB data file foto maupun video tersimpan di hardisk tersangka.

Dilansir dari Jawa Pos Radar Jogja, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa alat bantu produksi konten melanggar kesusilaan. Berupa pakaian, alat bantu seks dan atribut lain dalam membuat konten. Selanjutnya perhiasan, laptop, tas, sepatu, dan mata uang asing.

Roberto menjelaskan, polisi mendapatkan laporan pertama pada 2 Desember. Karena laporan memenuhi unsur, lalu dilakukan penyelidikan langsung dan melalui cyber. Tak selang lama, polisi menemukan. Kemudian dilimpahkan prosesnya dan dilakukan penindakan. Bekerjasama, dibentuk tim gabungan bekerja selama tiga hari.

Pada 3 Desember diketahui posisi FCN di luar DIJ. Dari Jakarta hendak ke Kota Bandung. Polda DIJ berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka. Penangkapan dilakukan oleh polisi wanita.

Wakapolda DIJ Brigjen Pol Raden Slamet Santoso berpesan agar masyarakat pandai dalam pemanfaatan media digital. Sebab, instansinya akan menindak cepat proses kejahatan gangguan kamtibmas, baik secara langsung maupun melalui digital.

Pihaknya akan bekerjasama dengan Kominfo dan stageholder dalam mengungkap kasus serupa dan melakukan pemblokiran terkait konten-konten Siskaeee. “Ini menjadi triger semua. Untuk bergerak cepat agar (jejak digital, Red) tidak menyebar ke mana-mana,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 29 Juncto (Jo) Pasal 4 Ayat 1 dan atau Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 19 2006 tentang Perubahan atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 


Most Read

Artikel Terbaru

/